(repost from Ning)
Pukul 12:58 Tengah malam. Badan begitu lelah tapi mata sulit dipejamkan. Aneh, padahal tadi siang saya harus berjuang melawan kantuk dan sempat dose off sebentar. Sekarang malah rasanya tidak kepingin tidur.
Suara AC portable di sudut memang kencang sekali maklum itu mesin tua yang saya beli 2 tahun lalu di toko barang bekas supaya murah ketika sudah tidak tahan lagi tidur sambil berkeringat di musim panas. Dulu sempat tidur dengan jendela dibuka lebar-lebar, tapi namanya musim panas walau malam hari udara yang masuk dari luar ke dalam kamar tetap panas rasanya, kipas angin tidak membantu apa-apa malah saya kuatir masuk angin.
Nah istilah masuk angin ini unik. Dari semua teman yang saya kenal, tidak ada seorangpun yang mengerti apa itu masuk angin kecuali teman-teman dari Indonesia! Hahaha.. bahasa Inggrisnya apa? Ga ada itu enter wind! Hahaha... cold mungkin ya, tapi kalau cold itu istilah untuk pilek. Kalo masuk angin badannya meriang itu susah dijelaskan dalam bahasa Inggris. Bisa sih, tapi harus panjang lebar.
Masalah bahasa memang sering bikin ketawa. Dulu jaman foto masih pakai film dan di Indonesia istilahnya cuci cetak juga bikin lucu. Ada teman yang pergi ke toko foto bawa film lalu bilang ke petugasnya, "I'd like to wash and print this film." Petugas fotonya bengong! Baru beberapa waktu kemudian akhirnya ada kesepakatan, "You meant you want to process and print?" Lalu baru dijawab oleh teman saya," yes yes yes!" Hahahaha. Sama seperti ketika saya sarapan di New York dengan beberapa teman di sebuah kedai makan, setengah mati menjelaskan ingin telur setengah matang, waiternya tidak ngerti apa itu "half cook egg" sebab istilah di sini untuk telur setengah matang adalah "over easy" teman saya bilang,"Mana gua tau?"
Sampai sekarang masih banyak kenalan saya yang sudah menetap di Amerika puluhan tahun masih belepotan soal bahasa. Buat status di FB supaya gaya, mungkin juga agar rekan-rekan bule bisa ikut nimbrung, maka statusnya dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan "plek" kata demi kata dari Bahasa Indonesia. Seperti contohnya tadi sore ada status seperti ini: "Stress full can the trigger harakiri, better then bother others" ini saya copy and paste loh, bener-bener tulisannya seperti ini. Coba silahkan tebak maksudnya apa heheheh...
Masalah bahasa memang selalu seru. Apalagi di sini, banyak imigran yang memang tidak bisa berbahasa Inggris. Jadi tidak heran kalau ada lowongan pekerjaan, syarat nomor 1 adalah," Able to communicate in English" hahahah Jangan heran, tiap ada training di tempat kerja saya, ada sekelompok karyawan yang pakai wireless headset. Guru atau trainer berdiri di depan berbicara, di belakang ada seseorang juga berbicara agak pelan dengan microphone kecil menterjemahkan.
Dulu saya pernah bekerja sebagai sandwich artist, keren ya istilahnya hahaha.. nah di hari-hari pertama saya agak kepayahan karena banyak pelanggan yang menggunakan bahasa pidgin (bahasa campur aduk dengan dialek bahasa lain). Suatu waktu sesudah saya buatkan sandwich, saya tanya, "Is there anything else I can get you?" Dia jawab," Pau!" Huh? Saya bengong lihat ke sana kemari hingga boss saya agak jengkel. "Pau, Jo! Pau, finish!" Katanya. Nah hari itu saya belajar kata baru, Pau yang artinya selesai, sudah atau beres!
Masyarakat di sini sangat heterogen dan mempunyai latar belakang budaya beragam serta bahasa ibu, mother tongue, yang beragam juga. Seringkali percakapan tidak sesuai dengan kaidah bahasa yang baik dan baku. Tapi selama bisa saling berkomunikasi ya jalan terus. Seperti suatu kali saya akan mencuci pakaian di asrama mahasiswa, ada seorang Ibu asal Philipina yang bahasa Inggrisnya hanya ala kadarnya. Dia bekerja sebagai custodian. Dia bertanya tapi cuma menggunakan satu kata," Wash?" Saya jawab,"Yes, I am going to." Sambil senyum. Suatu waktu di tempat kerja saya menawarkan diri untuk menolong seseorang, "Can I help you with something?" Seorang pria menjawab dengan santai, "Yea, if you can, can if no can, no can!" Nah apa maksudnya itu? Can or no can? Hmmm.....