AES 115 Kronis
leoamurist
Sunday September 19 2021, 6:09 AM
AES 115 Kronis

Hipotesis terbaru dari penelitian lanjutan di tahun 2020 yang lalu bilang, "kondisi pikiran kita yang mengetahui kalau kita mengetahui, selalu diikuti perubahan kondisi badan kita." Jadi kelintas kata-kata para mistik jaman dulu, "kesadaran adalah usaha untuk tetap sadar dengan menyadari kesadaran itu." Kalau istilah singkatnya, kemenyadaran.

Hasil penelitian terbaru itu juga bilang kalau, yang membuat manusia umurnya lebih pendek adalah ketidak bahagiaan yang menerus. Lebih tepatnya adalah stress kronis. Lebih lebih tepatnya lagi adalah chronic microstress. Biasanya terjadi pada orang "kecil", secara status, materi, bahkan sampai rasa syukur.

Biarpun orang "besar" misalnya CEO mengalami stress akut, biasanya di waktu tertentu dalam satu hari mereka memiliki jeda untuk menyamankan diri. Hening, tenang, damai. Bukan karena abai, malahan karena mengetahui pengetahuan mengenai pentingnya santai sebagai pasangan stress. Lalu melaksanakannya.

Orang "kecil" mengalami stress kronis karena mengetahui pengetahuan yang sama juga, bedanya mereka memikirkannya. Sehingga jeda, hening, damai yang diketahuinya tidak dilaksanakan malahan dipikirkan ulang dan menjadi bentuk stress yang baru. Situasi kronis ini yang melepaskan cortisol terus-terusan, mematikan organ dalam.

"Besar" dan "kecil" lebih dispesifikan lagi kepada kekuasaan dan kendali. Bahkan dalam bentuk potensi saja sudah berpengaruh. Misalnya dengan pendekatan kepemilikan uang, yang memiliki tabungan tunai sepuluh milyar akan lebih besar potensi/kekuasaan/kendali yang dimilikinya daripada yang tabungannya seratus juta.

Tentu saja, lingkungan sangat berpengaruh dari sisi akses. Sepuluh milyar membuka seratus kali lipat akses daripada yang seratus juta. Semakin terlihat keterhubungan dunia dalam dengan dunia luar, individu dengan sosial, diri dengan lingkungan, dalam bentuk seberapa besar kekuasaan/kendali/potensi diri.

Kembali pada pola yang tertulis di paragraf pertama, yang terpenting dari kekuasaan adalah menguasainya. Seperti menyadari kesadaran kita sebut kemenyadaran, menguasai kekuasaan kita sebut penguasaan. Kemenyadaran membutuhkan penguasaan, frasa mudahnya: menguasai kesadaran diri.

Salah satu rekomendasi dari penelitian ini untuk kita kalau mau sehat dan berumur panjang, umur panjang kan konsekuensi dari sehat yak, adalah menjadi orang besar! Bukan dengan cara berburu recehan untuk mengumpulkan sepuluh milyar, malahan dengan menguasai apa yang dapat dikuasai saja, sepenuhnya.

Istilah para mistik jaman dulu sih, kendalikan apa yang bisa dikendalikan dan lepaskan apa yang tidak bisa. Kalau semua orang melakukan hal ini, independensi masing-masing akan mengantarkan kepada interdependensi bersama. Sesuai istilahnya, individu, in-divide, tak terpisahkan. We all are one. Dengan catatan penting:

Gak bisa langsung begitu saja, masing-masing perlu bisa mandiri sebagai dasar agar bisa bersama-sama beradaptasi. Sehingga jalinan ini membawa kebermanfaatan bersama dan terjadilah evolusi. Seperti sejarah homo sapiens menguasai bumi kan begini. Kita pun, masih homo sapiens. Iya kan?!

You May Also Like