AES 428 Blue Collars
joefelus
Monday July 25 2022, 5:33 AM
AES 428 Blue Collars

Banyak orang berpikir bahwa blue collar workers adalah untuk mereka yang kurang berpendidikan, sama sekali pekerjaan yang tidak bergengsi dan rendah. Sepertinya sejak kecil kebanyakan orang tua ingin anak-anaknya menjadi pekerja kantoran, white collar, pekerjaan yang bergengsi, dokter, arsitek dan lain sebagainya. Saya mungkin agak berbeda karena sejak kecil sudah mengalami bekerja dari jadi tukang bagunan sampai pekerjaan yang lumayan baik dan dapat menghidupi keluarga tanpa berkeringat. Saya punya respek yang sangat tinggi pada para pekerja yang dianggap kurang bergengsi karena saya tahu mereka rata-rata adalah pekerja keras yang benar-benar hidup dari hasil keringatnya. Kata kuncinya keringat! Karena saya melihat tidak semua yang berada dalam posisi di atas yang memiliki penghasilan berpuluh-puluh kali lipat daripada mereka yang berkeringat memiliki kualitas kemanusiaan yang lebih baik daripada mereka yang berkeringat! Saya kadang lebih respek terhadap kelompok yang dianggap kurang beruntung.

Nah ini ingin saya tularkan ke Kano. Saya malah ingin Kano mulai dari bawah, bekerja dengan orang-orang yang pendidikannya rendah, orang-orang yang setiap harinya berkeringat. Karena apa? Karena saya ingin menunjukkan padanya bahwa hidup itu penuh perjuangan, untuk sementara orang hidup itu harus dijalani dengan keringat. Bagusnya dia dapat menangkap pesan yang saya sampaikan ini. Bukan berarti saya ingin menjerumuskan dia dan seumur hidup dia akan bergelut dengan keringat, tentunya bukan. Saya ingin dia mengalami dan tidak hanya sekedar melihat. Proses mengalami akan membentuk karakter. Mulai dari bawah akan membuat dia mengerti bawa tidak semua orang mengalami keberuntungan. Bekerja dari bawah akan menjadikan dia seorang yang rendah hati dan tidak jumawa. Bekerja keras di bawah akan memberikan banyak pelajaran bahwa segala sesuatu harus diperjuangkan. Dan banyak lainnya.

Beberapa hari ini dia bekerja bersama mantan guru SMP-nya membangun gudang. Saya menganjurkan dia untuk bekerja yang jauh lebih steady untuk mengisi masa jedanya. Saya sodorkan pekerjaan di kantin kampus. Mengapa tidak? Biar dia punya pengalaman seru bahwa dia pernah bekerja di kantin kampus, sama seperti kebanyakan mahasiswa di sini yang bekerja di luar jam kuliah untuk membiayai kuliah dan hidupnya. Kedua, bekerja di kampus sebagai karyawan tetap itu adalah pegawai negeri yang memperoleh asuransi kesehatan, dana pensiun dan sebagainya ditambah dia bisa kuliah gratis beberapa kredit setiap tahunnya. Ini tawaran yang bagus sambil mulai meniti karir dari bawah menuju puncak selama dia terus mempertahankan mimpinya. Pada intinya saya ingin dia tahu tempat berpijak sebelum melompat ke atas agar dia lebih aware akan risiko dan konsekuensi dalam menjalani hidup.

Saya ingin Kano memulai menjalani hidup yang penuh dan sungguh-sungguh. Saya ceritakan mahasiswa-mahasiswa di sini tidak semuanya seperti di film, tiba diantar orang tua, pulang ke rumah orang tua saat liburan. Tidak semuanya begitu. Banyak diantara mereka yang harus membagi waktu antara sekolah dan bekerja. Banyak diantara mereka yang bekerja sebagai tukang cuci piring, pelayan restoran, kerja di warung dan sebagainya untuk membiayai hidup mereka. Pada dasarnya, orang-orang yang sudah lulus SMA bisa mulai hidup mandiri keluar dari rumah orang tuanya. Apakah dia berani menerima tantangan saya? Sepertinya begitu, dia sekarang sedang mengisi formulir ramalan kerja. Tujuan dia sebenarnya supaya dia punya cukup uang untuk pergi ke Twitch Con, ini adan convention para youtuber, dan sebagainya. Saya ijinkan dia pergi asal mencari biaya sendiri. Acaranya di San Diego beberapa bulan lagi. Saya bukannya jahat dan tegaan dengan anak sendiri, tidak loh. Saya hanya ingin memanfaatkan keinginan dia sebagai ajang memperkenalkan dunia kehidupan dewasa yang lebih nyata, itu saja. Untuk sementara target saya adalah megenalkan dia menjadi masyarakat kecil, kelompok blue collar yang bekerja bermodalkan keringat. Begitu! Semoga saja berhasil hehehe...

You May Also Like