AES48 Gagal, Nak?
wulan bubuy
Monday April 4 2022, 10:00 PM
AES48 Gagal, Nak?

Dalam larik kalimat "Kegagalan adalah keberhasilan yang tak terjadi" antara ingin menertawai dan menyetujui, aku mengajak anakku untuk sedikit melihat ke beberapa situasi di waktu lalu. Tujuanku hanyalah ingin menghibur dirinya bahwa gagal itu bukan sesuatu yang buruk, tetapi nyatanya masih teramat sulit meyakinkan bahwa dengan gagal kita bisa belajar lebih banyak. Mungkin di usianya kini masih belum terbayang kenapa harus sabar menghadapi sebuah kegagalan? Atau apa kaitannya juga antara gagal, sabar dan bisa melatih diri dalam memilih solusi. 

Situasi tadi siang menyadarkan aku betapa si anak seperti sedang berjalan di setapak. Jalan 'terang' terjadi jika ia merasa yakin pada apa yang dijalaninya. Namun, terkadang ia merasa was-was dengan nuansa yang dia sendiri tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi di depan sana, gelap. Mau bertanya, takut si anak bingung. Tak bertanya, si aku yang bingung. Akhirnya aku hanya bisa menghadirkan diri sekejap, sekedar menyapa dan kemudian memutuskan segera menghilang sebelum si anak merasa jengah dengan kehadiranku. Disaat yang bersamaan aku juga ingin menyampaikan untuk tidak menyepelekan apa yang terjadi, terlebih untuk diriku sendiri agar bisa terus bergerak. Maksudnya dalam hal apapun, setiap kesempatan memiliki siklus waktunya sendiri. Apa yang terjadi sekarang, baik atau tidaknya kan bergantung penilaian individu tetapi sebagai manusia harus punya prasangka baik, bahwa jika yang terjadi saat ini bukanlah versi terbaik menurut diri, tetap ada pilihan untuk memperbaiki dan jadi punya solusi. Bisa saja untuk jangka pendek karena situasinya pas tapi siapa yang tahu kalau bisa berlaku juga di hari depan.

Hebatnya, sebelum aku menjelaskan panjang lebar ternyata anakku sudah mengaturkan diri lebih dulu. Sederhana sebetulnya, pintu terbuka dengan mudah kalau aku banyak lawaknya. Si anak mungkin merasa 'Ah, emakku juga bisa salah' dan ku balas dengan 'Yaiyalah, kan bukan Tuhan'. Akhirnya aku percaya sepenuhnya pada kemampuan si anak untuk memahami hal-hal kecil itu sebagai bentuk pengetahuan. Belajar dari kegagalan untuk memotivasi diri memang gak mudah, tapi dengan menumbuhkan sikap waspada kurasa kita jadi gak menganggap enteng sesuatu yang mudah. Ini pun yang sering kubandingkan pada dirinya saat masih kecil yang butuh waktu lebih lama saat mengikat sepatu. Lalu bandingkan dengan dirinya sekarang yang mengikatnya dengan sekejap. Kata mudah disinilah yang harus diwaspadai, sebab jika sudah menggampang sesuatu bisa hilang segala kepekaan.

Jadi apa yang harus dilakukan kalau gagal? Tersenyum saja, yakin kalau ada hikmah besar dibalik itu. 

You May Also Like