AES48 Tahini
Kirana Kasih
Monday October 4 2021, 7:40 PM
AES48 Tahini

Sekitar sebulan yang lalu, aku dan keluargaku membeli tahini. Tahini simple-nya seperti selai kacang tapi dia berbahan dasar wijen. Tahini ini ada yang terbuat dari wijen putih maupun wijen hitam. Aku membeli tahini yang terbuat dari wijen putih. Awalnya tahini ini terlihat enak dan aku pun memang menyukai rasa wijen. Akhirnya aku coba untuk mengambilnya sedikit dan mencobanya dengan bayangan rasanya akan agak asin dan ya mirip wijen. Ternyata rasanya pahit benar-benar jauh dari bayanganku, sampai akhirnya bingung tahini ini mau dibuat apa.

Beberapa hari yang lalu, teman mamaku bercerita bahwa ia membuat tahini menjadi tahini mochi. Aku kira maksudnya dijadikan isian untuk mochi, tapi setelah dicari-cari sepertinya yang teman mamaku maksud adalah tahini mochi muffin. Jadi dalam adonan muffin-nya ada tahini. Sepertinya ada kata mochi dalam namanya karena yang digunakan adalah tepung ketan putih yang biasanya digunakan untuk membuat mochi. Teksturnya pun jadi agak kenyal nantinya. 

Bahannya cukup sederhana, hanya perlu wijen, tahini, telur, gula, vanilla, tepung ketan, susu, dan baking powder. Dari resep yang aku lihat, dia menggunakan coconut milk atau santan. Tapi terlihat berbeda dengan santan yang ada di kita karena yang di video tampak lebih cair. Di kita biasanya cair kalau santannya dibuat sendiri atau homemade. Kebetulan aku memiliki bubuk kelapa yang menjadi pengganti susu, sehingga aku pakai saja itu. Biasanya sih kami gunakan untuk masak saja sebagai pengganti santan, karena rasa kelapanya cukup kencang dan kami sendiri masih mengonsumsi susu sapi. Aku juga menggunakan tepung mocaf karena tidak memiliki tepung ketan. Seharusnya tekstur yang dihasilkan tidak berbeda jauh, karena tepung ketan dan mocaf sama-sama memberikan tekstur kenyal. 

Hasil dari muffin dengan tahini ini menurutku enak. Tetapi yang aku buat agak kurang mengembang, sepertinya aku memasukkan terlalu sedikit baking powder. Untuk rasa pahit dari tahini-nya pun hilang karena rasa manis gula dan yang muncul lebih ke aroma wijen dan rasa wijen yang tidak pahit. Tapi rasa wijennya sendiri masih kurang kuat, karena yang justru muncul malah rasa kelapa. Walaupun begitu, aku tetap menikmati muffin yang telah aku buat ini.