AES 982 Extra Pairs Of Hands
joefelus
Wednesday January 31 2024, 11:55 AM
AES 982 Extra Pairs Of Hands

Saya dikagetkan bunyi alarm. Tubuh saya langsung protes karena merasa belum cukup istirahat. "Wah kok sudah pagi lagi, sepertinya saya baru saja terlelap." Itu yang ada dalam benak saya ketika dengan agak malas turun dari tempat tidur dan perlahan-lahan beranjak keluar kamar dan meraba-raba dalam gelap. Ketika di luar kamar saya baru sadar bahwa pakaian bersih tertinggal di dalam kamar, terpaksa saya kembali. Mata masih setengah terpejam tapi saya tahu jika tidak langsung bangun dn membersihkan diri, maka semua akan berantakan. Saya harus menyiapkan makan pagi, obat-obatan dan segala keperluan untuk Nina sebelum saya dapat berangkat kerja. Saya harus dapat memastikan segala sesuatu tersedia karena Nina masih terbatas pergerakanya. Dia belum bisa turun tangga sedirian, masih harus dijagai dan dibantu. Tapi untuk turun dari tempat tidur dan ke kamar mandi dia sudah bisa sendiri walau dengan susah payah dan harus menahan rasa sakit karena pengaruh obat-obatan sudah jauh berkurang sehingga dia sekarang merasakan kesakitan yang tampaknya luar biasa. Karena keterbatasan itu, maka segala sesuatu harus disiapkan dan diletakkan di tempat yang mudah dia jangkau.

Sesudah merasa segar setelah membersihkan diri, saya langsung turun ke lantai bawah dan langsug ke dapur. Nina minta disiapkan telur goreng, potongan roti baguette diberi hummus dan potongan mentimun lalu beberapa potong gouda cheese. Itu sarapan dia. Oh satu lagi, kopi! Saya menyiapkan itu semua sedirian di dapur, sama sekali tidak dapat mengharapkan Kano karena dia adalah mahluk nocturnal yang hidup di malam hari sementara dia tidur nyenyak hingga menjelang siang hingga saat harus berangkat kerja.

Saya naik kembali ke kamar sambil membawa semua makanan yang sudah saya siapkan. Ternyata Nina sudah bangun. Saya buka sedikit tirai kamar agar udara segar masuk. Semalam kamar rasanya sangat panas. Ini musim dingin yang aneh. Jarang sekali musim dingin tapi suhu di luar mencapai belasan derajat Celcius. Global warming sangat terasa! Biasanya musim dingin hanya kadang-kadang saja suhu diatas angka nol. Kali ini belasan, tidak perlu lagi jaket tebal!

Tempat tidur saya bereskan ketika Nina tertaih-tatih dengan menggunakan walker menuju kamar mandi. Kasihan sebetulnya melihat dia begitu, tapi jika saya ikut turun tangan membantu, maka proses penyembuhan dia semakin melambat. Dia harus bisa melakukan segala sesuatu sendirian. Minggu depan dia sudah harus kembali ke kampus dengan kursi roda. Tugas mengajar dia tidak bisa ditunda terlalu lama.

6 bulan yang lalu situasinya berbeda. Saya pada saat itu tidak bekerja sehingga bisa menjadi perawat 24 jam sehari, bahkan saya menjadi tukang masak, tukang pijat, sopir bahkan asisten dosen karena harus mendorong dia ke kelas dan membantu dia mengajar, membagikan soal ujian dan sebagainya. Kali ini saya sudah kembali bekerja, bahkan status karyawan tetap sudah dikembalikan. Saya tidak bisa sembarangan saja mengabaikan pekerjaan. Saya harus bisa melakukannya semua.

"Hmm.. seandainya saja saya punya sepasang tangan ekstra!" Pikir saya nyeleneh. Tapi segera saya tertawa, sebab jika benar saya punya 4 tangan, tentunya saya bisa menjadi aktor tetap di film Star Trek atau Star Wars menjadi sebangsa aliens hahaha.. Pikiran itu hanya sebagai ungkapan betapa sibuknya saya setiap hari.

"Nin, jika butuh apa-apa, jika perlu bantuan atau kalau ada emergency, tolong telepon aku ya. Dalam 10 menit aku dah akan ada di rumah." Kata saya begitu semuanya beres dan saya bisa siap berangkat kerja. Kantor saya memang dekat, jika jalan kaki hanya butuh waktu kurang dari 20 menit. Naik kendaraan tidak akan lebih dari 5 menit, apalagi sekarang saya tidak perlu pusing soal parkir karena punya plakat handicap (Yang sebetulnya tidak bisa dipakai jika Nina tidak ada di mobil, tapi siapa yang akan memperhatikan?).

Siang nanti saya juga akan pulang sebentar untuk menyiapkan makan siang, lalu kembali ke kantor. Kano biasanya bisa ikut nebeng karena tempat kerja dia dan kantor saya sangat berdekatan. Ya begitulah kegiatan saya hari ini dan beberapa minggu ke depan hingga NIna nanti bisa lebih leluasa bergerak dan tidak membutuhkan bantuan lagi. Sekarang ini jika dalam bahasa Sunda,"Ya wayahna!" Saya tidak punya pilihan karen ini yang paling efisien. Nina juga tidak akan bisa mengedarai mobil sebab yang dioperasi adalah kaki kanannya yang sangat penting ketika mengendarai mobil. Jika kaki kiri, itu tidak masalah sebab pedal gas dan rem menggunakan kaki kanan. Oleh sebab itu sekarang tugas saya sangat vital. Jadi koki, jadi sopir, dan banyak lagi urusan domestik yang harus saya kerjakan. Seperti saya katakan tadi, saya butuh sepasang tangan ekstra hahaha.. It's okay.. pada saatnya semua akan kembali menjadi normal dan bahkan jauh lebih baik. Untuk sekarang, ya wayahna. Jalani saja, day by day. Semuanya akan menjadi baik. Ini justru kesempatan bagi saya untuk menjalani tujuan hidup, purpose of my life, yaitu being useful. Ya tidak?

Foto credit: dezeen.com

You May Also Like