Pada tulisan essay yang ke 43 ini saya kembali lagi ngobrol soal makanan. Tapi saya hubungkan dengan film! hahaha...
Kalau jaman kecil saya begitu senang membayangkan makanan menggunakan imajinasi dari buku buku bacaan seperti misalnya cerita 5 sekawan-nya Enid Blyton yang saya tulis beberapa waktu lalu dan dikritik oleh Ara Djati karena saya salah tulis nama hahaha. Maklum lah, terakhir saya membaca buku itu mungkin lebih dari 40 tahun yang lalu (tanpa berusaha menutup-nutupi umur ini, sungguh!) hahaha Ada banyak karakter di buku-buku Enid Blyton sehingga saya tertukar. Tapi biarlah, saya tidak akan edit lagi tulisan itu, biar tahu bahwa saya sudah lupa dan sudah mulai uzur hahaha...
Anyway , kalau jaman kecil saya membayangkan seperti apa itu daging asap, karena tentu saja jaman itu di kampung tidak ada yang namanya daging asap. Nah semakin bertambah usia dan dewasa imaginasinya jauh lebih visual karena sudah banyak bertambah pengetahuan dan juga banyak film yang bisa jadi acuan. Nah ada beberapa buah film yang membuat saya penasaran untuk mecoba makanan atau minuman tertentu.
Pernah nonton film Hudson Hawk? Ini film sekitar tahun 1991 yang dibintangi Bruce Willis, Danny Aiello, Andy MacDowell, David Caruso, dan lain-lain. Cerita tentang pencuri yang ketika melakukan aksinya manggunakan lagu sebagai timer! Film menarik dan penuh hiburan walau ada beberapa yang nyentrik seperti aksinya David Caruso sebelum dia mulai terkenal dan bermain di CSI Miami. Seingat saya David Caruso cuma penggembira sebab tidak kebagian dialog sama sekali, dia cuma petantang petenteng tidak karuan hahaha. Nah kenapa saya menyebut film ini? karena gara-gara film ini saya ingin sekali mencoba bagaimana rasanya Cappucino! Bruce Willis di film itu menggemari Capuccino dan ketika dia minum, foam-nya nempel di bibir! Nah itu cikal bakal saya menjadi pecandu kopi espresso!
The God Father! Ini film terkeren sepanjang masa hingga banyak dialognya digunakan di banyak film lain bahkan diambil kutipannya seperti misalnya "Go to the mattresses" yang maksudnya bersiap untuk berperang. Nah film yang banjir dengan piala Oscar yang diadaptasi dari Novel Mario Puzo dan disutradarai oleh Francis Ford Coppola ini memang bukan main! Banyak pemerannya yang baru nongol karirnya semakin menanjak seperti Andy Garcia walau sebelumnya dia bermain di film gangster The Untouchables bersama Sean Connery dan Kevin Costner. Tahukah anda bahwa Andy Garcia bukan orang Italia? yup, dia orang Cuba yang lahir di Havana yang nama aslinya adalah Andres Arturo Garcia Menendez. Nah kenapa saya menyebutkan film The God Father ini? karena gara-gara film ini saya kepingin sekali mencoba seperti apa rasanya Cannoli!
Tahu apa itu cannoli? ini adalah makanan penutup atau pencuci mulut yang berupa pastry yang digoreng dibuat seperti selongsong dan didalamnya diisi dengan keju yang manis. Keju yang digunakan biasanya ricotta dan seringkali diberi coklat. Memangnya dimana ada cannoli di film The God Father? ada! Itu di The God Father 3, ketika Don Altobello menonton opera yang diperankan oleh anak dari Michael Corleone, Anthony, di Cicilia di teater Massimo di Palermo. Pada saat itu Don Altobello diberi 1 kotak Cannoli oleh Connie Corleone. Don Altobello akhirnya meninggal di dalam teater itu karena salah satu cannoli-nya diberi racun! Nah bukan racunnya loh yang saya ingin coba tapi Cannoli-nya... ingat ya, Cannoli, bukan racun! hahahah...
Pernah nonton film Eat Drink Man Woman? ini film disutradarai Ang Lee yang menceritakan kehidupan seorang Chef dan 3 orang anak perempuannya. Di film itu kita bisa melihat keindahan proses memasak chinese food! pokoknya wow deh! Ini salah satu film Ang Lee yang saya sukai.
Nah, film Ang Lee ini diadaptasi dengan alur cerita yang serupa tapi bergaya Mexico, judulnya Tortilla Soup! Di sini kita dibuat wow dengan aneka masakan Mexico! kalau nonton film ini dan tidak keluar air liur artinya anda punya masalah hahahaha! Dari sini saya tertarik makan kaktus, memasak dengan serano peppers, tomatillo dan sebagainya. Mexican food itu salah satu kreasi kuliner yang luar biasa.
Dan terakhir, Jon Favreau aktor yang bermain di film-film Marvel sebagai Happy, atau juga sutradara di banyak film seperti Iron Man 2, The Lion King yang terbaru, Mandalorian, dan sebagainya. Nah film yang ingin saya ungkit di sini judulnya Chef. Di film ini Jon tidak hanya sebagai pemeran utama sebagai chef tapi juga sutradaranya. Ceritanya dia seorang chef kondang yang menjadi korban food critic, kehilangan pekerjaan lalu bersama anaknya memulai usaha food truck. Yang menarik adalah bagaimana chef menampilkan makanan yang dia ciptakan, lalu perjalanan food truck dari Florida ke California dengan melakukan semacam food tour memperkenalkan berbagai makanan dan petualangan pada anaknya. Yang juga menarik, ternyata Jon sungguh-sungguh belajar masak untuk film ini! Bahkan di Netfix kemudian dia punya beberapa episode memasak. Keren! Film ini disamping Jon Favreau, juga dibintangi Dustin Hofmann, Sofia Vergara, John Leguizamo, juga Robert Doney Jr.

Fredo bleu with sauteed mushroom, broccoli and gorgonzola.
Masih banyak lagi film-film yang menginspirasi saya untuk meluaskan pengetahuan dan pengalaman kuliner seperti Film Jerman yang berjudul Mostly Martha yang kemudian di adaptasi oleh Holywood menjadi No Reservation, dibintangi oleh Aaron Eckhart dan Chatarine Zeta Jones.
Jadi, karena banyak menonton film saya menjadi begitu tertarik untuk mencoba makanan-makanan baru. yang sebelumnya hanya imajinasi sesudah melihat bentuknya, sekarang saya sudah bisa merasakannya! Nah ini hebat sekali karena ternyata yang saya bayangkan tidak jauh meleset dari cita rasa makanannya. Artinya khayalan saya itu tidak nyeleweng terlalu banyak hahaha. Seperti misalnya Cannoli ini. saya membayangkan ricotta cheese yang diberi pemanis. rasanya sangat lembut, lalu shell-nya yang renyah ditambah butiran-butiran coklat. Wah, indah sekali. Apalagi sesudah mencicipi makan malam berupa steak sandwich yang diberi keju provolone, balsamic vinegar, jamur dan baby spinach Atau kalau bukan sandwich, ambil misalnya pasta fettucinne dengan filet dada ayam dan saus alfredo yang dicampur dengan blue cheese disantap dengan garlic bread. Hmmm.. Sesuatu yang savory kemudian ditutup dengan cannoli yang tidak terlalu manis tapi lembut dan crunchy, lalu ditambah dengan Italian Margaritta yang isinya tequilla, amaretto, limoncello dan lemon juice. Itu menjadi malam yang tak terlupakan! Salute!!!!***
Bakalan jadi lagi nih buku AES tema kuliner... udah banyak juga kontennya... dari berbagai sudut pandang pula... ☝🏼😃
Hahaha.. AES itu kaya ya Kak. Berbagai sisi krhidupan tercurahkan di sini. Ini luar biasa!
Betul Jo. Banget! Waktu masih tersimpan di Ririungan hanya seperti serpihan2 acak. Sewaktu mulai dikumpulkan per tema dan dibukukan, baru terasa bobotnya. 🙏😊