AES 861 Lately
joefelus
Monday October 2 2023, 8:23 AM
AES 861 Lately

Lately, I have had the strangest feeling
With no vivid reason here to find
Yet the thought of losing you's been hanging
'Round my mind

Lagu jaman dulu mengalun di dalam kendaraan yang sedang saya kemudikan. Suara khas Salena Jones mengingatkan saya pada masa ketika di awal-awal saya mulai menikmati lagu ini. Sebenarnya Stevie Wonder yang menciptakan dan menyanyikan lagu ini tapi saya lebih suka Salena Jones karena lebih jazzy. Itu tahun 80-an, saya masih remaja hahaha.

Saya dalam perjalanan sedikit keluar kota untuk ke tempat sahabat saya mengambil nasi padang sesudah mengantar Kano ke tempat kerja. Butuh waktu hampir setengah jam ke sana, sekitar 13 miles atau sekitar 20km jauhnya. Demi nasi padang, 20km tidak ada artinya hahaha. Ya sahabat saya ini bermurah hati memesankan 3 bungkus nasi padang. Mungkin ini bisa saya katakan sebagai nasi padang terenak di Northern Colorado. Seorang ibu muda asal Padang yang membuatnya. Enak sekali, mengingatkan saya pada nasi padang Ibu Mus di Buah Batu. Yang saya nikmati hari ini adalah nasi, telur balado sambal ijo, rendang, dendeng balado dan gulai sayur. Tidak perlu pulang ke tanah air, saya sudah sangat bahagia dengan nasi padang ini hahaha..

Lagu terus mengalun, saya kenal betul dengan lagu ini jadi sesekali ikut bersenandung. Kemudian saya mulai sadar akan liriknya, ini mirip dengan yang sedang saya rasakan di musim gugur ini. Saya mulai merasakan kehilangan, bukan kehilangan seseorang tapi kehilangan kota ini, musim ini. Butuh waktu untuk bisa mencintai tempat baru, kemudian setelah beberapa waktu tinggal mulai menyukainya, lalu mencintainya. Lalu ketika tahu akan kehilangan, ada rasa bingung. Yaitu berusaha menikmati sebanyak mungkin tapi tidak tahu bagaimana caranya, hahahaha.

Hari Jumat kemarin musim gugur belum terlalu tampak. Warna kuning hanya mengintip dari rerimbunan daun-daun di pepohonan. Hari ini saya begitu terkejut ketika melihat pohon-pohon Honey Locust yang hampir semuanya menjadi kuning. Pohon Honey Locust daunnya mirip dengan daun pohon asam, petai cina atau pohon lamtoro tapi lebih bulat-bulat. Di Fort Collins biasanya pohon itu yang cepat kuning, lalu diikuti pohon Cottonwood dan Elm yang banyak di kompleks saya. Kota berubah manjadi kuning dan hijau, lalu ada beberapa pohon yang daunnya berwarna merah seperti mialnya pohon Maple, dan juga pohon Ash yang daunnya merah gelap, oranye bahkan sedikit keungu-unguan. Jika semua warna itu berada di satu tempat maka keindahannya sangat luar biasa.

Saya mengemudi perlahan-lahan, memberi kesempatan mata yang begitu lapar melahap semua keindahan yang mulai muncul. Warna hijau sudah mulai kehilangan dominasinya, kuning di mana-mana diseligi warna oranye, coklat dan merah. Rumput-rumput dan ilalang mulai meninggalkan kehijauan mereka, coklat keemasan jika tertimpa sinar matahari. Saya mulai meninggalkan keramaian, memasuki jalanan yang dikelilngi padang-padang yang sangat luas. Musim panen sudah lewat, biasanya banyak jagung, kali ini ada beberapa tempat yang menjual pumpkin. Kemudian saya mulai mendekati sebuah lokasi favorit. Ada danau di sana yang riak-riak airnya memantulkan sinar matahari, sehingga memantulkan cahaya keperak-perakan, disampingnya ada seorang wanita muda yang duduk di atas kuda sambil bergerak perlahan-lahan. Danau itu dikelilingi padang rumput yang luas, disebrangnya tampak ada pengembang yang mulai membangun perumahan. Beruntung mereka yang bisa tinggal di sana, ini tempat yang sangat indah dan damai.


Daerah ini memang banyak sekali rumah yang memiliki ranch dan padang yang luas. Banyak yang memelihara kuda, sapi bahkan saya melihat beberapa ekor bison yang duduk-duduk di rumput bermalas-malasan. Jalanan sangat sepi, tidak ada kendaraan lain kecuali saya. Jadi memang saya sangat menikmati perjalanan ini. 20km itu bukan jarang yang dekat. Jika dibandingkan dengan di Bandung jarak antara rumah ke sekolah Kano di Smipa hanya 14 km, itu jika siang hari bisa makan waktu lebih dari 1 jam, seandainya macet, bisa hampir 2 jam! Mengemudi di Bandung memang melelahkan karena padatnya penduduk hingga lebih dari juta orang, sementara di kota saya sekarang hanya 168 ribu saja.

Well, I'm a man of many wishes
Hope my premonition misses
But what I really feel my eyes won't let me hide
'Cause they always start to cry
'Cause this time could mean goodbye

Lagu ini seolah-olah sedang mengejek saya. Dasar! Dalam hari saya ngedumel, seperti yang tahu bahwa sangat berat jika nanti meninggalkan musim gugur yang Indah ini, sangat berat meninggalkan kota kecil yang cantik ini. Memang tidak mudah!