Saya bangun tidur dengan lesu, tidak cukup istirahat semalam hingga menjelang pukul 3 pagi baru mulai bisa tidur nyenyak. Tubuh saya sangat lelah saat itu karena sorenya berusaha membakar kalori di Gym sesudah "menyerah" makan Chocolate Hazelnut Pinwheel bread ajib "karangan" Nina. Tubuh lelah tapi tidak mampu memejamkan mata hingga menjelang pagi.
Kemarin saya menulis tentang "kehadiran" dalam melatih diri dalam menjalankan hal-hal sederhana. Sambil turun dan menyiapkan kopi sesudah membersihkan diri dan bersiap-siap mengenakan pakaian kerja, saya mulai mengkondisikan diri untuk melakukan segala sesuatu dengan awareness yang tinggi. Entah mampu atau tidak jika tubuh ini rasanya seperti Zombi karena lack of sleep, kurang tidur.
"Kamu tuh kebanyakan mikir, Jo" Kata saya dalam hati.
"Apa itu berpikir?" Debat saya pada diri sendiri.
"Menggunaka akal, mengingat pengalaman lalu membuat keputusan yang rasional." Jawab saya
"Memang berpikir itu ada banyak macamnya ya?"
"Ada dong, misalnya berpikir kreatif, wishful thinking, berangan-angan."
"Sorry! Kebanyakan orang sepertinya lebih berusaha untuk tidak banyak berpikir"
"Kebanyakan orang hidup dengan auto pilot!" kata saya akhirnya
"Maksudnya?"
"Tanpa tujuan, visi, rencana dan aksi!"
Permainan pikiran saya dikagetkan bunyi peluit dari air yang sedang saya didihkan. Segera saya angkat, takut membangunkan Kano dan Nina yang masih beristirahat. Di luar mulai terang, matahari mulai muncul. Saya tuangkan air mendidih ke dalam coffee press. Hari ini akan buat yang ekstra kuat dan saya masukkan ke dalam tumbler untuk menemani saya seharian bekerja.
Sambil berjalan menuju kantor seperti biasa pikiran saya kemana-mana. Di pertigaan dekat apartemen saya lihat pepohonan sudah mulai memerah di bagian puncaknya, sebagian besar sudah menguning. Musim gugur sudah mulai tampak. Pagi ini saya ditemani musik jazz yang lembut. Cocok dengan udara yang dingin dan tubuh yang masih lelah dan kepala berusaha mengabaikan pikiran tentang mengantuk.
"Cogito Ergo Sum!" tiba-tiba kata-kata itu muncul. "Ih berat amat!" Kata saya dalam hati. Saya berpikir maka saya ada, itu kata-kata terkenal yang dicetuskan oleh Descartes di abad ke 17. Ngantuk-ngantuk kok mikir kata-kata berat gini. Ganti! pikir saya. Bus kota berhenti di depan, menaikkan penumpang, seorang mahasiswa, kelihatannya orang India, lalu meluncur lagi. Sudah bertahun-tahun saya tidak menggunakan bus, saya lebih suka berjalan dan berpikir atau melamun, eh.. biar keren, wishful thinking! Hahaha.. Oh iya! Saya jadi ingat sebuah cerita tentang berpikir:
Ada seseorang yang sedang berpergian dan kemudian tiba di paradise (Sorga?).
Dia duduk di bawah sebuah pohon harapan, desire tree. (Maksudnya pohon ini dapat mewujudkan keinginan atau harapan begitu seseorang berpikir) Saat itu dia berpikir,"Saya lapar. Alangkah bagusnya jika ada sesuatu yang dapat dimakan saat ini." Begitu selesai dia berpikir, sebuah meja muncul entah dari mana, penuh dengan makanan.
"Wah!" Orang itu terkejut. "Tidak mungkin!" Pikirnya. sekejap kemudian meja penuh makanan itu menghilang. "Duh, kalau saja makanan itu muncul kembali." Dan makanan itu muncul kembali.
Orang itu makan dengan lahap, sepuas-puasnya karena belum pernah makan makanan seenak itu. Sesudah kenyang, dia berpikir;" Kalau saja ada minuman." Lalu sebotol anggur muncul.
Sambil minum anggur orang itu berbaring dan mulai berpikir. "Bagaimana semua keajaiban ini dapat terjadi. Sepertinya tidak mungkin segala sesuatu sesempurna ini dapat terjadi. Mungkin Jin atau setan sedang mempermainkan saya."
Tiba-tiba setan muncul. Sangat mengerikan sesuai dengan yang dia bayangkan. Orang itu begitu ketakutan dan mulai berpikir," Mereka akan membunuh saya!"
Dan setan itu membunuhnya! Everyone lives in the world as he deserves! Setiap orang menjalani hidup yang setimpal dengan perbuatannya.
Seperti kata pepatah: "Jika setiap orang mengerti betapa hebatnya kekuatan berpikir, selayaknya dia tidak berpikir tentang hal yang negatif!"
Non cogito ergo sum???? Hahahahaha...
Saya tertawa sendirian, tidak, bukan! Salah! Bukannya tidak berpikir maka menjadi tidak ada, orang tadi salah menggunakan pikirannya, maka dia tidak ada! Saya merapatkan pakaian ketika angin dingin berhembus, menoleh ke kiri dan ke kanan lalu menyebrang jalan yang masih lengang. Terus berjalan menuju kantor!***
Foto: Megapixl.com