Pulang dari kolam renang dengan badan pegal-pegal tapi merasa segar, saya langsung sibuk dengan pekerjaan yang sudah menunggu sejak kemarin. Sambil bekerja saya merasakan badan agak kurang nyaman karena sejak beberapa hari belakangan ini tenggorokan agak tidak beres dan saya mulai agak batuk dan sesak napas. Nah kalau dulu batuk saya anggap sepele, sekarang kata ini menjadi sangat sensitif. Apalagi saat ini kepala mulai pening-pening dan badan agak gerah walau tidak panas. Waduh!
Saya memutuskan untuk saliva test siang ini karena tidak suka mempunyai pertanyaan yang terus menuerus membuat khawatir. Seperti saya katakan beberapa waktu yang lalu, walau di daerah saya sudah sekitar 70% penduduknya divaksinasi, kalau melihat angka artinya dari 10 orang masih ada 3 yang belum divaksinasi. Apalagi barusan saya nonton CNN dan di banyak state mulai merah lagi. Para politikus mulai saling menyalahkan, bahkan seorang politikus dari Alabama bilang sekarang saatnya menyalahkan orang yang belum divaksin. Lah, maksude piye? Kalau pemerintah setempat melonggarkan protokol kesehatan serta membiarkan masyarakat memilih untuk tidak divaksin, ya tidak ada gunanya juga mengkambinghitamkan orang. Kalau mau disalahkan menurut saya sebaiknya para politikus yang bertepuk tangan serta bersorak sorai ketika target presiden untuk memvaksinasi 70% masyarakat gagal! Mbok ya ikut mempromosikan program pemerintah daripada bersenang hati karena gagal. Ini masalah nyawa bukan kekuasaan politik. Saya geram sekali dan ingin rasanya memaki.
Well, saya tetap menjalankan protokol kesehatan walau pemerintah sudah tidak mewajibkan, tapi ya saya sendiri melawan sekian banyak orang yang sudah bebas merdeka, bisa apa? Hand sanitizer selalu ada di kantong, masker selalu saya pakai atau minimal menggantung di leher jika tidak ada siapa-siapa. Saya harus berpikir positif tapi juga harus mewanti-wanti diri jika memang saya terpapar sebaiknya juga menjaga jarak terutama dengan orang-orang terdekat yang saya cintai. Seapik-apiknya saya, ya tetap saja ada kemungkinan terjangkit dari orang lain yang lalai.
"No one is perfect, that's why pencils have erasers" (wolfgang Riebe)
Nah lihat saja nanti bagaimana hasilnya. Mudah-mudahan hasilnya baik***