Saya peluk anak muda ini sambil menahan air mata yang sudah sejak tadi hampir tidak terbendung. Air mata menjadi air hidung, entah ini ada tidak istilahnya, yang jelas yang saya baca memang ada saluran pembuangan dari kantung air mata yang mengalir ke jaringan hidung. Mau tidak mau saya harus mengusap hidung saya dan berusaha menahan sekuat mungkin dengan cara menarik napas yang kuat melalui hidung. Lumayan berhasil. Saya mengucapkan kata berpisah dengan sangat berat dan setengah berbisik. "Be good!" Hanya itu yang berhasil keluar dalam bisikan saya, sementara dada saya penuh dengan jutaan kata-kata yang tidak mampu saya ungkapkan.
Saya berbalik badan dengan rasa enggan luar biasa. Kaki saya begitu malas untuk bergerak sementara otak dan hati saya mengatakan untuk kembali dan membatalkan langkah. Namun saya tahu itu tidak dapat dihindarkan. Detik-detik ini sudah ribuan kali saya putar ulang, seperti gladi resik sebelum petunjukan. Saya tahu, sudah dibayangkan tapi tidak mampu dilakukan. Gladi resik yang gagal.
Ketika berbelok sambil sejenak berhenti dan menoleh ke belakang sambil melambaikan tangan untuk terakhir kalinya, air mata tidak dapat lagi dibendung. Isak yang sejak tadi tertahan akhirnya membuat saya tersedak dan hampir tidak mampu bernapas. Sebentuk kesedihan yang sebenarnya sudah diperhitungkan namun tidak ada satu carapun yang mampu menanggulanginya. Saya terus berjalan gontai sambil menunduk. Terlalu banyak orang yang ada di sekeliling dan saya harus menghadapi beberapa petugas yang meminta paspor serta surat-surat lainnya. Ini adalah akhir dari petualangan selama 8 tahun di rantau, ini adalah awal dari petualangan baru.
Peristiwa itu terjadi 1 tahun yang lalu. Hari ini, di tempat itu, tiga ratus enam puluh sekian hari yang lalu. Sebuah pengalaman baru, suatu pelajaran baru harus saya hadapi. Dan pengalaman serta pelajaran itu akan saya hadapi berkali-kali dalam sisa hidup ini. Semakin baik, semakin pandai menghadapinya dan akan masuk dalam daftar kosa kata kehidupan.
Setahun waktu yang sangat pendek, tapi juga sangat panjang. Pendek karena tanpa terasa saya sudah menjalani tanggal yang sama, bulan yang sama di tahun berikutnya. Panjang karena selama setahun begitu banyak pelajaran yang harus saya jalani, begitu banyak rintangan yang harus saya hadapi. Namun pada akhirnya semuanya baik-baik saja. All is good.
Foto credit: pixabay.com