Pernahkah kita berpikir bahwa kita, adalah satu-satunya orang yang akan selalu hidup dengan diri sendiri pada akhirnya? Keluarga, saudara, sahabat, teman bahkan tetangga yang mungkin saja kita tidak terlalu kenal, mereka semua akan meninggalkan kita, pergi, atau pindah. Pada akhirnya kita adalah satu-satunya yang ada hingga garis akhir, lalu daripada kita menjadi seseorang yang terus-menerus mengkritik habis-habisan diri sendiri, menganggap diri sendiri kurang mampu, kurang berhasil dan sebagainya mengapa kita tidak menjadi pendukung, pengagum atau momor 1 fans terhadap diri sendiri? Just an idea!
Relasi yang baik antara 2 individu menjamin kerjasama serta keberhasilan. Ini sudah banyak ditekankan oleh para terapis yang berkaitan dengan berbagai macam relasi dalam keluarga atau pernikahan. Dalam perusahaan juga demikian, managemen selalu menekankan kerja sama agar perusahaan dapat berjalan dengan baik dan sukses. Nah, dengan menggunakan konsep yang sama, mengapa kita tidak menggunakan itu semua untuk diri sendiri?
Kita cenderung terlalu keras pada diri sendiri, kita menjadi kritikus utama terhadap prestasi dan kemampuan diri sendiri, lalu ditambah dengan pendapat orang lain tentang diri kita, belum lagi ditambah dugaan kita tentang pendapat orang lain terhadap diri kita, dugaan tentang image kita dimata orang lain dan lain sebagainya. Hidup itu berat jika kita menyadari ini semua, lalu dimana letak dari confidence yang kita miliki jika diserang dari segala penjuru?
Relasi itu butuh usaha, atau kalau terdengar agak janggal, dalam bahasa Inggris terdengar lebih enak, relationships need work! Kita selalu berpikir bagaimana berusaha menjalin relasi dengan orang lain, kita berusaha keras untuk dapat masuk kedalam sebuah lingkungan persahabatan dan sebagainya, tapi kita sering lupa tentang relasi dengan diri sendiri. Relasi dengan orang lain kita nilai begitu penting dalam hidup, tapi bagaimana relasi kita dengan diri sendiri? Justru relasi dengan diri sendiri adalah yang paling penting.
Dalam sebuah relasi, komunikasi merupakan hal yang sangat penting, kita tidak hanya terus menerus berbicara tapi juga harus sama banyaknya mendengar. Sudahkah kita lakukan komunikasi dengan diri sendiri? Disamping mempupuk komunikasi yang baik, kita juga diajarkan untuk saling memperhatikan dan saling menyayangi bukan? Nah, sudahkah kita lakukan itu pada diri sendiri? Merawat diri sendiri, menjaga kesehatan diri sendiri, itu merupakan bentuk usaha menyayangi diri sendiri. Kita terlalu sibuk mengurus orang lain hingga lupa makan misalnya, ini salah satu contoh bagaimana kita sering melupakan diri sendiri.
Salah satu bentuk komunikasi dengan diri sendiri adalah dengan cara menulis, membuat jurnal. Nah mungkin ini salah satu yang sudah saya lakukan. Cara saya berbicara dengan diri sendiri bisa dalam bentuk menulis esai ini setiap hari. Kadang juga untuk bisa menulis kita butuh bermeditasi, ini juga salah satu bentuk self awareness.
Tadi pagi saya melihat sebuah slogan di salah satu sosial media, katanya,"You're creating problems in your head again. Stop that!" Nah betul bukan? Itu sungguh saya rasakan hampir selama 2 bulan terakhir. Semua kekhawatiran yang tidak beralasan, rasa takut dan sebagainya saya ciptakan sendiri. Buktinya semua ketakutan itu tidak benar. Semua terjadi karena masalah insecurity karena saya kehilangan pekerjaan dan tidak mempunyai penghasilan lalu saya merasa kehilangan pegangan lalu mulai berpikir macam-macam. Buktinya kekhawatiran itu tidak beralasan, tiba-tiba ada dana masuk yang jauh melebihi gaji bulanan saya, ternyata boss menguangkan jam lembur saya yang jumlahnya ratusan jam!
Lalu ada slogan satu lagi, begini bunyinya: Who you're becoming is more important than who you have been!" Nah ini satu lagi sentilan yang sangat mengena. Saya harus fokus dan belajar dari pengalaman sekarang sehingga akan menjadi saya yang jaiuh lebih baik, bukannya terus menerus menyesali apa yang sudah terjadi. Yang terjadi di masa lampau sudah basi, yang perlu saya lakukan adalah saat ini belajar daripadanya lalu move on!
Nah itu semua adalah berbagai bentuk usaha dalam memperkuat relasi dengan diri sendiri agar menjadi, ngajadi, becoming!
Foto credit: vecteezy.com
Nice post Joe. Sepakat banget! ☝️