"Dad, I'm done!" Kata Kano di telepon. Saat itu sudah beberapa menit lewat tengah hari. Saya juga sudah menyelesaikan semua tugas di kantor, jadi agak longgar karena hari Jumat adalah jadwal bekerja secara hybrid. Saya bisa stand by tidak perlu selalu berada di kantor, jadi sangat leluasa.
"Ok. I'm walking to the car. I'll see you in about 5 minutes." Jawab saya yang memang pada saat itu sedang berjalan menuju kendaraan.
Saya hari ini memang berjanji akan membantu Kano untuk menuntaskan urusan apartemen dia. Kano harus menandatangani kontrak, mengambil kunci dan melihat kondisi apartemen sebelum kemudian mulai memindahkan barang-barangnya dan tinggal sendirian di apartemen baru.
"I think I have to give the landlord a check to pay the rent." Kata Kano
"Can you use your credit card?" Tanya saya
"No, only check or money order." Kata Kano lagi
"Then you can use my check and you can transfer the amount you owe me to my account." Kata saya.
"After you finish signing the lease, we can go to the bank to order your own checkbook, so next month when you need to pay rent you can use your own check." Sambung saya.
"Ok." Jawab Kano
Kami berdua ke gedung apartemen yang akan Kano tinggali. Disambut oleh seorang bapak yang sangat ramah. Ternyata lease sudah lama ditandatangani oleh Kano sehingga hari itu serah terima kunci dan kami langsung menuju apartemennya yang sudah sangat bersih dengan lantai kayu. Kami berkeliling melihat semua perlengkapan yang tersedia. Kano mulai menyampaikan idenya bagaimana nanti dia ingin mengatur apartemennya. Apa saja yang nanti perlu dibeli dan sebagainya.
"What do you think, Dad?" Tanya Kano
"I think it's cool" Kata saya.
Dalam hati saya mulai membandingkan saat dulu jaman mahasiswa dengan kondisi Kano sekarang. Saya tidak pernah punya rumah sendirian, selalu mengontrak rumah bersama teman-teman, bahkan beberapa tahun pertama saya tinggal bersama 7 orang teman, kemudian ber-5 dan menjelang lulus kuliah berdua dengan seorang teman asal Jambi. Tidak pernah sendirian seperti Kano dan hanya 1 kamar, sementara apartemen Kano memiliki dapur, kamar mandi, gudang, ruang tamu dan sebagainya semua untuk dia sendiri. "Anak ini memang beruntung sekali." Kata saya dalam hati.
"I am nervous, Dad. This is a big thing. The first important step I am taking to start my future." Kata Kano.
"Well, believe it or not, you have been through so many milestones in your life." Kata saya.
Lalu saya mulai bercerita, bahwa banyak hal yang sudah dia lakukan. Pertama kalinya masuk sekolah, pertama kali pindah jenjang di sekolah. Kemudian saya cerita pertama kali dia membeli jus apel di airport di Chicago. Sengaja saya hanya memberikan selembar uang $20 dan menyuruh dia pergi sendiri membeli jus. Dia begitu bangga ketika kembali membawa sebotol jus apel dan uang kembalian. Sengaja saya melakukan itu untuk membangun kepercayaan diri dan membuktikan bahwa dia bisa dan tidak perlu takut untuk mencoba.
"What should I say?" Tanya Kano saat itu.
"Ya seperti kalau kamu membeli permen yupi di warung eyang Ono, tapi pakai bahasa Inggris." Kata saya waktu itu hahahaha
Kemudian saya cerita bagaimana dia ke sekolah baru di Fort Collins. Pergi naik bus sekolah sendirian, kemudian masuk SMP, masuk SMA, semua dia lakukan sendiri. Kemudian dia melamar pekerjaan untuk mengisi gap year tanpa bantuan orang tua sama sekali. Pergi interview juga tanpa dampingan siapa-siapa. Mulai bekerja dan saya hanya mengantar serta menjemput. Kemudian dia memutuskan untuk pindah kerja, mengisi surat lamaran sendiri, diinterview lagi, kemudian mulai bekerja di tempat baru hingga kemudian menjadi pegawai negeri, mendapat promosi naik pangkat, memutuskan untuk kuliah sambil bekerja, semuanya sendiri! Sekarang dia akan tinggal sendiri, memulai hidup mandiri.
"Sudah berapa banyak kamu mengambil keputusan dan menghadapi berbagai peristiwa hidup sebagai seorang yang mandiri?" Tanya saya.
"I am so proud of you!" Kata saya lagi
"Thank you, Dad. I am very fortunate." Katanya
"Being nervous, afraid, or scared is normal. That's one of the survival mechanisms, so you will be very careful in making decisions." Sambung saya lagi.
"Thanks, Dad."
Kami berdua kemudian berdiam diri. Semua urusan akhirnya selesai, juga urusan dengan bank. Akhir pekan ini kami akan ke IKEA, Kano akan membeli beberapa perlengkapan seperti meja belajar, coffee table dan sebagainya. Awal bulan Juli kami semua akan pindah rumah. Kano akan tinggal sendiri sementara Nina dan saya akan tinggal bersama seorang sahabat untuk sementara sebelum akhirnya nanti kami kembali ke tanah air.
foto credit: teamly.com