Hari kedua saya melakukan retreat pribadi. Bunyi tonggeret di luar begitu ramai, katanya itu berarti musim kemarau semakin mendekat. Entah itu betul atau tidak, yang saya tahu suara tonggeret atau dalam bahasa Inggris Cicadas adalah cara mereka memanggil yang betina. Mereka bernyanyi bersama-sama seperti sebuah paduan suara.
Saya memutar lagu-lagu klasik seperti Beethoven, Mozart, Chopin atau Vivaldi dan bersiap untuk merenung ditemani segelas kopi dan sepiring kecil makanan khas garut yang sangat amat manis, seperti aliagrem tapi bentuknya membuat saya malu dan menyebut namanya juga tidak tega. Masyarakat Jawa Barat memang punya selera humor luar biasa.
Hari kedua ini saya ingin sedikit berbenah diri. Beberapa waktu belakangan ini energi negatif banyak menyertai saya dan ingin segera dilepaskan. Semesta tidak seburuk yang dianggap oleh proses kerja otak kita. Bunyi tonggeret yang menguasai alam jika ditilik merupakan sebuah keindahan. Apalagi yang lebih indah daripada relasi antar mahluk? Harmoni yang terwujud dalam sebuah keterkaitan satu sama lain? Tonggeret jantan memanggil yang betina beramai-ramai menciptakan sebuah simphoni untuk menjalin relasi yang nantinya akan dapat melestarikan hidup mereka. Bukankah ini sebuah keindahan? Tidak ada kebencian, tidak ada kekhawatiran, semuanya demi masa depan yang indah nan harmonis. Kenapa manusia tidak bisa belajar darinya dan terus menerus dirudung kebencian serta ketakutan? Yang satu menekan dan mengancam kesejahteraan yang lain. Tapi satu yang masih kita miliki, yaitu harapan!
Harapan dapat berbentuk berbeda-beda bagi setiap orang. Merasa ada harapan dapat meningkatkan perasaan nyaman, memperbaiki mood, menjadi bekal yang baik untuk fokus atau mengharapkan sesuatu yang lebih baik di masa depan. Semua itu tidak berarti bahwa segala sesuatu akan membaik seketika, tapi membangun keyakinan dan kepercayaan bahwa segala sesuatu akan menjadi lebih baik, walau terdengar sangat sepele tapi memberikan dampak yang sangat luar biasa untuk kesejahteraan diri.
Menjalankan hobi dapat memberikan kesempatan untuk meninggalkan keruwetan hidup. Ketika kita fokus pada saat melukis misalnya, setiap goresan kuas, fokus pada upaya menciptakan keindahan akan mampu mengubah perasaan negatif menjadi suatu yang penuh harapan. Ketika saya menulis seperti saat ini dan mengolah berbagai bentuk ide membuat saya dapat menyingkirkan berbagai kekhawatiran akan ketidak-menentuan dengan sebuah harapan. Ya seperti rekoleksi atau retreat yang saya lakukan dijalankan dengan bermain dengan kata-kata serta sentuhan-sentuhan indera peraba di atas keyboard komputer. Ada sebuah sense of purpose yang dapat saya bangun dengan menghasilkan sesuatu yang positif.
Kegiatan positif seperti berjalan kaki pagi, jogging, menyiram tanaman di kebun, melukis bahkan menulis merupakan berbagai upaya untuk menantang hal-hal yang negatif. Pagi ini saya sengaja menjauh dari berita-berita politik atau membaca seperti yang biasa saya lakukan dipagi hari. Ternyata saya dapat lebih menyerap keadaan sekeliling dengan jauh lebih baik dan positif dibandingkan dengan rasa mangkel menilik kebijakan pemerintah misalnya. Buktinya dengan sedikit mengubah kebiasaan pagi dengan kegiatan yang positif dan berbeda membuat saya lebih peka, bisa menikmati nyanyian tonggeret, misalnya. Itu indah sekali. Apapun bisa dilakukan untuk merintangi diri sendiri menyerap hal-hal negatif.
Bersyukur, mengapresiasi hal-hal kecil juga membuat kita lebih positif. Saya menikmati kopi dengan jajanan tradisional Garut sambil mendengarkan musik klasik dapat merupakan cara mengapresiasi hidup melalui hal-hal sederhana. Makanan mirip aliagrem ini walau bentuk berbeda telah menciptakan senyuman malu-malu saya pagi ini sambil merasa lucu dan akhirnya terpaksa mengerenyit karena luar biasa manis rasanya hahahaha.. Saya mengapresiasi segala sesuatu. Mengapresiasi karena masih diberi kemampuan merasakan rasa manis, masih diberi kesempatan menikmati harumnya kopi, masih dapat menikmati alunan musik yang indah.
Akhirnya saya ingin mengutip ucapan Fiona Caller, saya tidak menemukan informasi siapa adanya beliau, tapi ucapannya sangat saya setujui:
"When I don't feel hopeful, I find it useful to look at my self-care box which has letters, cards, and photos which mean a lot to me inside. They remind me why I need to keep going. I also love looking at photos of my dog and spending time with her; Maisie always knows when I am unwell, and she sits beside me, keeps me company, and has helped me through some very dark times. She always makes me feel better."
Ya, hal-hal sederhana selalu mampu membantu kita kembali menjadi penuh harapan.
Photo credit: inspireone.in