AES 93 Chamango
joefelus
Monday August 23 2021, 12:00 AM
AES 93 Chamango

Kemarin tiba-tiba kepingin makan rujak mangga, hanya saja tidak punya mangga. Kemudian ada ide untuk pergi ke luar kota sekitar 56 km jauhnya. Di sana ada mall kecil yang menjual jajanan Mexico, es krim dan sebagainya. Cuaca kebetulan panas dan kepingin yang segar-segar. Karena bosan di rumah, jadi kami, saya dan mantan pacar, memutuskan untuk jalan jalan saja ke sana. Si gondrong tidak mau ikut karena sedang asyik dengan teman-temannya, biasa, online game!

Yang kami inginkan adalah jajanan yang ada mangganya. Nah di kios kecil di dalam mall yang sepertinya menjadi tempat favorit orang-orang Mexico, menyajikan banyak macam es krim, nachos, dan jajanan mangga ini, namanya Chamango. Ini adalah sorbet mangga, kemudian diberi potongan mangga wedges, dan diberi bubuk buah ala Mexico yang warnanya merah genjreng! iya genjreng segenjreng genjrengnya! Bahkan kalau dilihat jenis jajajan lain termasuk es krimnya, warnanya jengreng-genjreng semua! super duper etnis pokoknya. Dalam hati mudah-mudahan saja pewarna yang mereka gunakan aman terhadap tubuh, hanya saja saya tidak terlalu khawatir karena di sini badan pengawasan makanan lumayan ketat, jadi mereka pasti tidak akan berani sembrangan pakai perwana yang aneh-aneh. Jadi tidak mungkin lah ada pewarna textil di sana hehehe...

Eniwei, mari kembali ke Chamango. Jadi isinya sorbet mangga, diberi beberapa mango wedges yang besar-besar, lalu diberi bumbu buah. Nah bumbu buahnya memang mirip dengan bumbu buah yang bisa diperoleh di Indonesia, rasanya ada asin, manis, asam dan pedas. Bedanya ya itu tadi warnanya sangat amat merah, yang bagi saya istilahnya merah genjreng! hahaha... Sesudah diberi bumbu, masih diberi saos-saos lainnya yang terus terang saya tidak tau apa, warnanya ya merah genjreng juga, lalu sepertinya diberi air jeruk. Lalu ada sedotan yang sangat antik! Maksudnya antik itu bukan sedotan kuno, tapi sedotan itu dilapisi dengan semacam adonan dari asam, iya buah asam, tamarind, dengan gula, garam dan bubuk cabe. jadi rasanya asam, asin, manis dan pedas!

kalau dilihat memang ini jajanan yang mengerikan! Kenapa mengerikan? ya warnanya tadi! Kalau saya ngeri karena pewarnanya, tapi bagi orang bule mungkin takut karena pedasnya. Begitu dicoba, waduh... rasanya selangit! Entah manusia jenius macam mana yang menciptakan jajanan semacam ini. Sorbetnya begitu lembut, walau tidak terlalu creamy, sebab sepertinya tidak menggunakan krim, jadi memang tidak bisa dikategorikan sebagai es krim. Warnanya agak oranye, dengan rasa mangga yang aduhai, lalu sambil makan sorbet itu saya gigit potongan mangganya yang sudah masak tapi tidak lembek. Bibir saya mulai belepotan saos merah yang berbubuk buah, benar-benar rasa nano nano. manis pedas, asin dan asam! Segar dan bikin ketagihan! Saya kepingin sekali tahu saosnya dibuat dari apa, kalau bubuk buahnya saya bisa membayangkan. kalo bisa buat sendiri ini pasti akan lebih mantap sebab tentu saya akan mengurangi kegenjrengan warnanya. Yang jelas, rasanya harus mantul!

Ya, 56km sejalan, berarti lebih dari 100km bolak balik hanya untuk beli chamango ini, ditambah sepotong es krim vanila yang berbalut coklat dengan kacang pecan yang renyah... well, worth it lah! hehehe***

kalau dilihat memang ini jajanan yang mengerikan! kenapa mengerikan? ya warnanya tadi! Kalau saya ngeri karena pewarnanya, tapi bagi orang bule mungkin takut karena pedasnya. Begitu dicoba, waduh... rasanya selangit! Entah manusia jenius macam mana yang menciptakan jajanan semacam ini. Sorbetnya begitu lembut, walau tidak terlalu creamy, sebab sepertinya tidak menggunakan krim, jadi memang tidak bisa dikategorikan sebagai es krim. Warnanya agak oranye, dengan rasa mangga yang aduhai, lalu sambil makan sorbet itu saya gigit potongan mangganya yang sudah masak tapi tidak lembek. Bibir saya mulai belepotan saos merah yang berbubuk buah, benar-benar rasa nano nano. Manis pedas, asin dan asam! Segar dan bikin ketagihan! Saya kepingin sekali tahu saosnya dibuat dari apa, kalau bubuk buahnya saya bisa membayangkan. Kalau bisa buat sendiri ini pasti akan lebih mantap sebab tentu saya akan mengurangi kegenjrengan warnanya. Yang jelas, rasanya harus mantul!

Ya, 56 km sejalan, berarti lebih dari 100 km bolak balik hanya untuk beli chamango ini, ditambah sepotong es krim vanila yang berbalut coklat dengan kacang pecan yang renyah... well, worth it lah! hehehe***

You May Also Like