Jika diperhatikan benar-benar, ada tanggal di mana saya tidak mengunggah tulisan beberapa hari yang lalu. Tanggal 10 saya tidak menulis. Saya tahu bahwa kemungkinan situasi semacam itu akan terjadi dan sejak awal beberapa hari yang lalu saya sudah memperkirakan sebab banyak perjalanan di malam hari yang akan saya lakukan. Walau sudah memperkirakan itu, saya tetap memutuskan untuk membawa laptop bersama saya, sebab walaupun ada kemungkinan saya terlewat tidak menulis, tapi setidak-tidaknya masih ada 1 atau 2 tulisan yang akan bisa berhasil saya lakukan.
Buat teman-teman mungkin akan merasa heran mengapa saya ngotot untuk tetap menulis meskipun saya dalam perjalanan liburan. jawabannya hanya satu: komitmen! Saya sudah membuat komitmen hampir 3 tahun yang lalu, dan selama ini selalu saya pegang teguh. Memang betul ada beberapa kali saya terlewat tidak menampilkan tulisan saya, setidak-tidaknya 4 kali dan semuanya terjadi bukan karena disengaja dan saya baru sadar beberapa waktu kemudian. Semuanya karena kebingungan soal perbedaan waktu. saya mengira masih ada watu tapi ternyata sudah terlewat. Itulah akibatnya karena ada perbedaan waktu 13 hingga 14 jam, tergantung sudah ada daylight saving time atau belum. Seperti contohnya hari sabtu kemarin perbedaan antara temoat saya sekarang tinggal dengan Indonesia adalah 14 jam, tapi karena ada daylight saving time hari minggu, tanggal 10 kemarin, perbedaan waktu menjadi 13 jam karena jam di sini dimajukan 1 jam. Lalu pada saat itu saya berada di tempat yang berbeda 1 jam dengan waktu di Fort Collins.. jadi ada kebingungan di sana. Di tempat itu sesudah ada perubahan waktu tetap 14 jam. Nah jadi bisa dibayangkan beberapa kali saya kebingungan apalagi ketika saya sedang lelah, seringkali perbedaan waktu menjadi masalah.
Nah itu alasan mengapa beberapa kali saya terlewat. Lucunya pada saat-saat itu saya masih tetap menulis, hanya saja terlambat mengunggah dan lebih lucu lagi saya tidak menyadari itu dan baru saya ketahui ketika meng-update google sheets lalu melihat ada kejanggalan. Nah itu yang sudah terjadi sekian waktu yang lalu. Kali ini merupakan pengalaman saya yang berbeda.
Tanggal 10 kemarin, atau kalau di tempat saya berada saat itu masih tanggal 9 (Ingat tentang perbedaan waktu), saya sedang melakukan perjalanan seharian dan baru tiba di hotel lewat tengah malam. Hari itu saya berjalan kaki sekitar 21km dan tiba di hotel menjelang pagi. Saya tidak lagi memiliki kekuatan untuk memikirkan ide apalagi untuk mulai menulis. Waktu berlalu bergitu saja dan tenggat waktu untuk mengunggah tulisan saya terlewat tanpa saya mampu melakukan apa-apa.
Nah saat itu saya sungguh menyadari telah melanggar komitmen. Suatu hal yang belum pernah saya lakukan seumur hidup. Komitmen bagi saya seperti sebuah janji, kaul bahkan sumpah yang selalu saya junjung tinggi. Jika saya tidak yakin akan bisa melakukan sesuatu, dari awal saya tidak akan membuat komitmen. Itu salah satu opengalaman penting dalam hidup saya. salah satu contohnya adalah ketika di biara, ketika saya dihadapkan pada pilihan akan berkaul dan berjanji untuk hidup taat, dan sebagainya saya memutuskan untuk mundur karena tidak memiliki keyakinan yang kuat. Saya tidak menyakini bahwa itu sebuah komitmen yang dapat saya pegang teguh karena bukan merupakan panggilan hidup yang cocok yang akan saya pilih.
Nah sekarang kembali ke kegiatan menulis. Apa yang saya rasakan ketika sudah melanggar komitmen itu? Merasa bersalah, ada rasa penyesalan? Merasa self value merosot? Banyak lagi perasaan yang berkecamuk termasuk rasa bersalah karena tidak mampu lebih bijak dalam mengatur waktu.
Ya sekarang saya tahu rasanya. Bukan menulisnya yang menjadi topik utama, bukan kegiatan yang sudah menjadi sebuah kebiasaan, bukan rutinitas, bukan pula kecanduan dalam menulis. Jauh dari itu. menulis itu memang seru dan menyenangkan seolah-olah mengambil foto dari momen-momen tertentu dalam hidup dalam bentuk tulisan, tapi yang membuat saya menyesal bahwa ada hari-hari yang terlewat tanpa tulisan adalah masalah komitmen.
Foto credit: lightonthehill.org