Marah merupakan emosi atau perasaan yang muncul karena adanya pertentangan dengan seseorang atau sesuatu -merasa kesal, kecewa atau frustasi. Marah juga bisa berarti pola perilaku yang dirancang untuk memperingatkan pengganggu untuk berhenti berlaku tidak adil.
Secara ilmiah, marah bisa mengakibatkan beberapa perubahan terhadap tubuh secara langsung. Ketika marah, sistem syaraf akan memicu berbagai reaksi biologis dalam tubuh seperti pelepasan hormon pemicu stress -hormon adrenalin dan hormon kortisol. Kondisi ini membuat detak jantung, tekanan darah, suhu tubuh serta pernapasan meningkat. Jika kondisi tersebut sering terjadi, maka akan muncul berbagai penyakit antara lain yaitu hipertensi, depresi, kecemasan, insomnia, tukak lambung, diabetes, serangan jantung, dan lain sebagainya.
Namun, salah satu jurnal - International Journal of Psychotherapy Practice and Research menyatakan bahwa menahan amarah yang terus terpendam bisa menurunkan sistem imun tubuh. Akibatnya, akan muncul berbagai penyakit seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, masalah pada saluran pencernaan, perubahan nafsu makan, otot tegang, gangguan tidur hingga kelelahan. Jika semakin lama memendam amarah, bisa jadi mengakibatkan penyakit kronis dan komplikasi.
Melihat dari konsekuensinya, ternyata meluapkan dan menahan marah itu akan memunculkan penyakit yang hampir sama dalam tubuh kita. Hmmm……
Jika kamu sedang dalam situasi buruk – merasa kecewa atau kesal, perilaku mana yang akan kamu munculkan? Kamu akan memilih meluapkan atau menahan marah?
Nah, jika dikaitkan dengan literasi diri –pengelolaan emosi, dan marah merupakan salah satu bentuk emosi. Apakah kita boleh marah? Apakah jika kita marah akan termasuk diri yang belum mampu mengelola emosi? Bagaimana agar kita dapat menahan marah tanpa terjadi represi?
Selamat buat postingan pertamanya kak Mpit - walaupun judulnya Marah. 🙏🏼😊
Gegara kak @leoamurist nih ya?
Malahan karena Kak Fitri mau pecahin telor Kak, jadi saya ikutan nemenin sambil ajak ajak yang lain 😂
Biar rame rame bikin omelete nya
Halo kak Mpit, tulisan ini telah terpilih untuk dibukukan, mohon izin tulisan ini diterbitkan di buku 5 Atomic Essay Smipa Pecah Telor [AES001], semoga berkenan ya. Terima kasih. 🙏🏻
widiihhh terimakasih atas apresiasinyaa.....