Aku duduk termenung di sebuah kursi panjang untuk menunggu giliran ber-mandala bersama teman-teman KPB.
Udaranya cukup menyenangkan, tidak terlalu panas, juga tidak terlalu dingin. Ada angin yang beberapa kali menyapa dan menorehkan kesegarannya.
Lalu aku melihat keatas, melihat daun-daun yang tertiup angin. Dahan-dahan itu bergerak mengikuti arah angin, namun mereka sempat kembali ke tempatnya sebelum angin menyapunya kembali.
Lalu entah darimana, tetiba terlintas dalam pikirku, βAngin itu punya siapa?β
Entah untuk apa, untuk siapa dan jawaban apa yang ingin ku temukan dari pertanyaan itu. Entahlah, akupun belum berniat mencari jawabannya atau mencari alasan dibalik pertanyaan itu.
Pertanyaan itu lalu ku tuliskan dalam mandala yang kubuat bersama teman-teman KPB.
Mungkin suatu saat, di saat yang tepat, akan ku temukan jawaban dan alasan dari pertanyaan itu. Tapi tak apa bila aku tak menemukannya juga, biarkan semuanya mengalir apa adanya, seperti angin yang berhembus itu.
Ooalah ternyata ini yang ada di balik 'bengongnya' kak Gina di bangku panjang tadi... keren banget kak esainya π€ππ»