AES 102 Backpacking (1)
joefelus
Thursday September 2 2021, 12:00 AM
AES 102 Backpacking (1)

Full Meal Flight!

Ini cerita masa lalu, bertahun-tahun yang lalu yang sudah saya simpan sekian lama.

Liburan ini sebetulnya sudah saya dan Nina rencanakan jauh-jauh hari, malah mungkin 2 bulan sebelumnya. Ini liburan musim panas kami yang pertama, tujuan: East Coast! 2 minggu sebelum kami berangkat, Nina mengalami kecelakaan di asrama, terpeleset karena salah satu kulkas milik mahasiswa yang berjejer di salah satu hallway bocor dan tidak terlihat. Malam itu pengalaman saya pertama kali naik ambulans. Nina diperbolehkan pulang dan harus menggunakan brace yang bisa dibongkar pasang, jadi bukan digips.  Nina harus memakai tongkat selama 6 minggu. Bahkan ketika defense program Master dia harus menggunakan kursi roda. Kami sempat berpikir untuk membatalkan liburan tapi ternyata penerbangan dan hotel yang sudah kami pesan tidak dapat dibatalkan. Jadi ya sudah, kami memutuskan untuk berangkat. Itu di musim panas menjelang akhir bulan Juli.

Yang saya ingat tentang penerbangan kali itu  adalah makan, makan dan makan! Pesawat take off jam 6 sore. Tidak beberapa lama kami disuguhi kacang madu dan soft drink. Makan malam menyusul kemudian. Sesudah itu saya mulai terkantuk kantuk kekenyangan sambil menonton film bisu. (maklum saya tidak mau nyewa headset yang harganya $4, karena ini liburan low budget hahaha) akhirnya saya pulas juga. Jam 12 malam waktu Honolulu saya terbangun sebab pramugari sibuk menawarkan breakfast. Loh kok???? Lalu saya tersadar bahwa jam 12 malam itu sama dengan jam 5 pagi waktu Texas, sedangkan 2 jam lagi kami akan mendarat di Houston. Ya sudah, kebetulan perut saya mulai lapar, saya nikmati sampai habis croissant, orange juice, salad buah, dan kue coklat. Lalu saya tidur pulas lagi dengan perut kenyang sekali. Kami mendarat di Houston, Texas tepat pukul 7:45 waktu setempat atau sama dengan pukul 2:45 waktu Honolulu.

Nina mendapat perhatian khusus dari para crew penerbangan karena bertongkat dan kakinya dibebat brace seperti robocop hahaha serius! Sampai-sampai di sambungan cerita yang nanti akan saya ceritakan, saya ditanya oleh seorang petugas kereta api apakah Nina punya kaki robot! Hahahah. Baiklah, begitu keluar dari pesawat, kursi roda sudah menunggu. Saya cuma menggondol 1 ransel dan nina didorong oleh petugas khusus dan langsung naik electric cart menuju gate pesawat menuju Boston, saya nebeng tentunya. Asyik, tidak usah jalan kaki. Dekat gate sudah menunggu kursi roda lain, kami sungguh menikmati perlakuan ini. Kami masuk pesawat yang tidak terlalu penuh, langsung take off lagi. Kali ini pesawatnya lebih kecil. Dari Honolulu ke Houston kami naik DC10, sedangkan yang ini boeing 737.

Beberapa menit pesawat mengangkasa, sarapan dihidangkan. Saat itu sekitar pukul 8:30 pagi waktu Texas, jadi masih pukul  3:30 waktu Hawaii. Perut yang masih kenyang kami isi lagi! Saya tidak peduli, biar nanti di Boston kami tidak perlu makan lagi, hemat!. Itu yang kami pikirkan. Beberapa jam kemudian, Lunch!!! Gila karena menunya lumayan, ya saya tidak lewatkan makan siang, yang sebetulnya itu waktu sarapan kalo di Hawaii. Jadi dalam penerbangan dari Hawaii ke Boston yang cuma sekitar 12 jam kami makan malam, sarapan 2 kali dan lunch. Padahal waktu itu sebetulnya waktu tidur kalau kami tetap di Hawaii, sebab kami landing di Boston pukul 12:45 waktu setempat dan itu sama dengan jam 6:45 pagi waktu Hawaii.. berangkat jam 6 sore, tiba jam 6 pagi… sebetulnya cukup hanya makan 1 kali aja, makan malam.

Berjumpa dengan  Sahabat.

Saya senang sekali berjumpa dengan sahabat yang pernah kemana-mana bersama waktu di Bandung sejak jaman mahasiswa walau baru  2 tahun tidak bertemu, terakhir ya sebelum saya pindah dari Bandung akhir tahun 1997.
Acara pertama, makan siang di Boston, kami jalan jalan dulu ke Quincy Market, banyak makanan di sana. Ada Clam Chowder, Corn Chowder, makanan India, Italia, Jepang dlsb… saya pilih makan beef teriyaki.. ditutup dengan cheese cake.. cuma karena kekenyangan sebab saya harus menghabiskan pastel tutup yang dipesan Nina, cheese cake-nya dibawa pulang ke Lowell. Kami ternyata ketinggalan kereta. Jam saya terlambat 1 jam karena masih pakai jam waktu Texas. Waktu itu belum ada jam pintar seperti jaman sekarang yang kalau pindah ke daerah dengan zona waktu berbeda maka secara otomatis berubah. Waktu itu semua manual, harus mengubah jam tangan sendiri, diputar-putar disesuaikan dengan jam setempat. Untungnya kami tidak  ketinggalan bus dari terminal ke Mt. Vernon.


This image has an empty alt attribute; its file name is screenshot_20210902-105427_chrome240317894471783321.jpg



Udara ternyata jauh lebih panas dari yang kami duga. Untung bekal celana pendek kami segudang… dari situ saya semakin yakin, Hawaii ternyata sangat sejuk dibandingkan dengan Mainland!

Tiba di rumah sahabat kami hari sudah sudah sore tapi tetap terang benderang sebab matahari baru tenggelam sekitar jam 8:30-an kalau tidak salah atau malah lewat jam 9 saya lupa deh. Kami makan malam! Bayangkan dalam kurun waktu kurang dari 24 jam kami sudah makan 6 kali! Masih muda, belum punya anak, saya, Nina, sahabat kami dan istri semua tukang makan! hahaha..

Jalan Jalan di Boston

Hari ke dua kami memilih trolley tour. Lumayan mahal tiketnya, tapi buat Nina akan lebih mudah sebab tidak usah naik turun tangga menuju subway, yang kadang kadang jumlah anak tangganya puluhan, kasian dia. Boston memiliki sistem Subway tertua di Amerika, anak tangga menuju kereta bawah tanah terlihat sangat kuno jika dibandingkan dengan New York atau Washington DC. Jadi emang sangat berat untuk nina yang menggunakan tongkat sebab tidak ada elevator maupun eskalator.

Trolley keliling Boston sambil didampingi guide yang bercerita tentang sejarah gedung gedung atau lokasi lokasi yang merupakan tempat wisata bersejarah, sangat menarik. Kami bisa menyaksikan USS Constitution dari kejauhan, sebab kami memutuskan untuk tidak turun di situ. Boston saat itu sedang dibangun habis habisan. Untuk turis sebetulnya kondisi ini sama sekali tidak nyaman. Dimana mana terlihat tiang tiang beton atau galian galian fondasi yang dalam sekali. Tapi masih banyak daerah-daerah tertentu yang tidak tersentuh pembangunan, ini cukup menghibur. Kami turun di dekat taman yang ada danaunya. Di sana sebetulnya kita bisa naik perahu angsa, cuma kami membatalkan acara menarik itu, sebagai gantinya sahabat kami mengejar-ngejar tupai cantik dengan kamera. Ternyata tupai Boston jauh lebih cantik dibandingkan tupai di Washington atau di New York State. Tupai Boston gemuk-gemuk dan bulu ekornya sangat cantik.  Gereja yang paling Indah di Boston adalah Christian Science Church yang kubahnya sangat menawan. 6 bulan yang lalu ketika kami mengunjungi Boston di Musim dingin kami gagal ke sana karena hujan deras. Kali ini dengan sangat sedih kami gagal juga, sebab ternyata gereja itu ditutup sepanjang tahun karena sedang dibersihkan dan direnovasi. Akhirnya kami hanya foto foto dihalamannya yang sangat luas dengan reflecting poolnya yang sangat besar. Sesudah itu kami ke Prudential tower untuk makan siang, dan melanjutkan naik trolley untuk menyelesaikan tour kami. Sejauh ini tempat favorit saya di Boston cuma di Harvard. Menurut saya itu tempat yang terindah di Boston. Sayang hari itu kami tidak sempat ke sana, Nina sudah babak belur kelelahan, udara panas dengan jalan bertongkat sangat menguras tenaga. Besok hari minggu ada  folk festival diLowell. Cerita masih akan berlanjut, ini baru 2 states!