Dalam menjalani berbagai rutin di keseharian terkadang kita tidak banyak lagi berpikir-mengalir begitu saja. Hal ini seolah-olah tidak masalah karena yang dikejar adalah sisi ketuntasan saja. Namun terkadang, apa yang sudah dijalankan menjadi hampa karena kehilangan makna. Sebuah ‘diksi’ yang abstrak, dan tergantung dari pengalaman individu dalam melihat suatu hal dengan lebih dalam. Untuk menggali makna memang butuh upaya yang lebih karena melibatkan sisi nalar dan hati yang perlu selaras. Bukan hanya itu, untuk mendapatkan makna juga butuh waktu. Di mana hal ini justru menjadi sangat menantang di dunia yang saat ini menuntut serba cepat karena kehilangan orientasi dari fitrah kita sebagai insan.
Pemaknaan sendiri sesederhana muncul lewat pertanyaan-pertanyaan tentang alasan kita melakukan sesuatu? Mungkin ini menjadi sebagian spirit atau roh yang mendasari setiap aktivitas kita. Ketika kita menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut, ini menjadi sebuah energi ke tahap berikutnya, yakni memantapkan niat. Dalam niat kita seolah-olah lebih menaruh perhatian pada apa yang dilakukan tanpa terdistraksi hal-hal di luar tujuan. Mengupayakan diri sepenuh hati sesuai kapasitas, berpasrah diri dan mensyukuri keputusan Tuhan sebagai penentu hasil. Dari proses ini kita bisa melihat sebuah koneksi yang terjadi antara kerja otak dan kerja hati, yang selanjutnya saya yakini dengan sebuah kesadaran. Sadar akan diri dan apa yang mesti dilakukan, sehingga harapannya bisa berdampak (impactful). Dampak ini bukan hanya terkait dengan pencapaian-pencapaian konkret di luar diri, tapi juga di dalam diri yang seringkali diabaikan. Untuk dapat menyadari seberapa besar impact yang dihasilkan, tentu butuh berjeda untuk merefleksikan prosesnya.
Berjeda sendiri tentu perlu diupayakan, bukan tanpa direncanakan alias sesempatnya. Karena tujuan utama berjeda yaitu mengambil jarak sejenak dari tuntutan dunia yang serba cepat dan mengaburkan, untuk kembali ke dalam diri memastikan tetap terpaut pada Tuhan. Mungkin penentuan waktu dalam pelaksanaan beberapa ritual ibadah adalah salah satu jalan yang Tuhan berikan untuk kita tetap dalam kesadaran yang utuh agar tidak lupa tujuan kita yang sebenarnya, yakni takzim terhadap Tuhan, dan menyayangi seluruh makhlukNya (impactful).