T.S Elliot, seorang sastrawan, penulis, editor dan juga menerima Noble Prize dibidang literatur pernah menulis, the end is in the beginning. Suatu yang berakhir, ada di awal dari sesuatu yang baru.
Mengawali sesuatu sebetulnya biasa saja. Seperti jika kita ingin pergi ke toko, maka yang perlu kita lakukan di awal adalah melangkah! Tapi, jika mengawali sesuatu yang besar atau memiliki pengertian yang sangat dalam, itu lain perkara. Sebaliknya mengakhiri sesuatu mempunyai cerita yang juga berbeda.
Mengakhiri sesuatu itu sangat berat, seringkali sangat menyakitkan dan menakutkan. Akhir dari sesuatu mempunyai implikasi mengawali sebuah perubahan dan menghadapi sebuah perubahan itu sama sekali tidak mudah. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dikemudian hari. Manusia pada dasarnya merasa nyaman dengan status quo, cenderung menenggelamkan diri dalam zona aman yang nyaman, perubahan bukan sesuatu yang dinanti-nanti kecuali jika perubahan itu menuju ke sesuatu yang lebih baik.
Kita seringkali benci akan akhir dari sesuatu, tapi tidak jarang juga menanti-nantikan dan berharap sesuatu segera berakhir, terutama jika dalam kondisi yang tidak menyenangkan. Contoh yang mudah adalah masa pandemi ini. Hampir seluruh penduduk dunia mengharapkan pandemi segera berakhir.
Ketika memikirkan sebuah akhir, kita berpikir mengenai kehilangan, rasa takut dan terutama kecemasan dosis tinggi terhadap sebuah perubahan. Kemudian ketika melangkah lebih jauh, yang kita hadapi bukan saja akhir dari sebuah perjalanan, tapi juga langkah pertama yang sangat sulit yang harus diambil! Ketika kita mulai melangkahkan kaki, kita mulai memasuki permulaan dari sebuah akhir!
Jadi coba saja bayangkan, mengakhiri sesuatu artinya menyudahi sesuatu yang sedang kita nikmati, melepaskan sesuatu yang sedang kita genggam, menghilangkan sesuatu yang kita miliki. Itu sudah merupakan hal yang tidak kita sukai, tapi ceritanya tidak hanya sampai di situ, karena ketika mengakhiri sesuatu, itu adalah awal dari sebuah ketidak tahuan, permulaan dari sebuah rasa kehilangan, kecemasan akan apa yang belum kita lihat. Lalu akan jadi seperti apa nantinya? Bagaimana nanti? Lalu bagaimana jika...?
Berkali-kali saya mengalami ini. Dari hal-hal kecil hingga hal yang sangat luar biasa. Tidak mudah dan tidak selalu sama. Pergumulannya juga sangat luar biasa, ketakutannya juga sering kali begitu mencekam dan kesulitannya juga kadang membuat saya sulit bernapas. Setiap orang mengalami ini, menghadapi perubahan tanpa henti, mengakhiri segala sesuatu dan memulai sesuatu yang baru. Ada beberapa kata-kata kunci yang selalu saya pegang teguh dan saya pegang erat erat, ini sangat membantu: I am moving on, I am changing, I am adapting dan akhirnya I am settling down. Begitu terus, berulang-ulang***