Type C
Semua akan type C pada akhirnya. Semua sedang bergerak menjadi USB Type C. Setidaknya ada 3 hal yang melatarinya; universal, multifungsi, dan kecepatan. Universal, sebab type C sudah menjadi standar industri baru untuk semua perangkat elektronik. Multifungsi, karena tak hanya kebutuhan mengisi daya, tetapi juga transfer data, termasuk bisa mengirimkan sinyal audio dan video ke monitor. Last but not least, tentu saja faktor kecepatan. Di jaman pemuja kecepatan ini, semua yang bisa "lebih cepat" pasti menjadi pilihan utama.
Ada masa dalam benakku, untuk "mari kita mengarungi arus ini!" Mengikuti kecepatan dan bersenang-senang di dalamnya. Sebab katanya, akan lebih berat ketika kita melambat, apalagi berhenti di tengah kecepatan. Gesekan akan menjadi sangat kuat dan mengikis. Benar saja, kutumpangi arus kecepatan dengan begitu "lancar", berselancar pada angan dan ingin yang seolah dimerdekakan. Hingga pada sebuah, dua buah, dan tiga buah persimpangan, ada pusaran air, terlihat yang kembali, pula yang terhenti. Tetapi di dalam, di kedalaman yang tak kasat mata pasti masih didera arus.
Kini, di tepi tempuran, kucoba duduk. Pada mulanya, arus di depanku hilang, berpindah ke dalamku. Menjalari setiap sudutnya. Secara universal, menjangkau segala aspek. Multifungsi, bisa menerjang dan menyingkirkan yang tak perlu, tetapi membersihkan, sekaligus membasuh. Cepat, begitu cepat membawa perubahan, kosong-isi-kosong, seketika, sekonyong-konyong, terbolak-balik. Entah arus macam apa ini.
Inikah, gelombang yang tengah meng-KALIBRASI, frekuensiku? Bahwa type C bukan berarti Cemas seperti tema besar narasi-narasi nasional dan internasional, bahwa type C juga bukan Cepat, seperti dambaan kebanyakan orang yang justru terseret-seret karenanya. Bagaimana jika type C ternyata berarti CLARITY?