Natal itu identik dengan banyak keseruan, terutama jika disekeliling kita ada anak kecil. Pegalaman masa kecil saya di masa Natal tidak terlalu banyak kecuali pohon natal yang ala kadarnya dibuat dari kertas minyak, lagu-lagu Natal dan perayaan sederhana dengan makanan sedikit lebih istimewa dari hari-hari biasa. Natal masa kecil saya kebanyakan dilewati dengan penuh kesederhanaan.
Apa yang lebih membuat saya bahagia? Sebetulnya justru puluhan tahun kemudian ketika Kano mulai hadir dalam hidup saya. Kebetulan memang kami tinggal hanya sekitar 2 block dari pusat perbelanjaan, open mall terbesar di Amerika (saat itu, entah kalau sekarang). Hampir setiap sore kami ke Mall itu karena di center stage selalu ada Christmas Show berupa semacam kabaret dengan tari-tarian dan lagu-lagu, kemudian dilanjutkan dengan parade Santa. Sinterklaas keliling Mall yang sangat besar dan luas diiringi para penari dan penyanyi dengan kereta dan hiasan-hiasan yang sangat semarak. Itu kegiatan setiap sore, terutama jika saya tidak bekerja.
Kano juga sangat menyukai ornamen-ornamen natal dan lampu-lampu. Kami sering keliling kota naik trolley atau bus hanya sekedar menikmati keindahan masa-masa akhir tahun dimana seluruh pusat kota dihias. Masa-masa itu bagi saya tidak terlupakan, apalagi Kano pernah menjadi sukarelawan untuk Salvation Army, itu adalah badan sukarela, non profit yang mengumpulkan sumbangan-sumbangan di pusat-pusat perbelanjaan. Kano memakai topi santa dan membunyikan bell. Orang yang berlalu lalang sering berhenti lalu memasukkan koin dan uang ala kadarnya ke dalam sebuah ember. Uang itu kemudian akan dikumpulkan dan disalurkan untuk keluarga-keluarga yang membutuhkan.



Keseruan lain yaitu mengikuti Santa Tracker. Kano selalu bersemangat untuk mengetahui dimana Santa saat ini berada. Ada aplikasi di tablet atau HP yang menunjukkan dimana Santa berada pada saat tertentu.
"Mom, dad.. Santa is in Australia right now. How many more hours to get here?" Teriaknya. Dia kelihatan sangat tidak sabar ingin segera mendapat hadiah dari Santa. Kegiatan semacam itu terjadi selama bertahun-tahun hingga akhirnya "rahasia" terbongkar bahwa yang menyiapkan hadiah bukan Santa tapi orang tuanya.
"It's weird that Santa's handwriting looks like daddy's." Pada suatu hari Kano berkata dengan pandangan curiga. Hahahaha...
Kano biasanya tertidur sebelum tengah malam walaupun dia terus berusaha untuk tetap membuka matanya. Dia ingin bertemu dengan santa dan itu tidak pernah terjadi. Dia biasa terbangun paling pagi lalu langsung berlari keluar kamar melihat apakah ada hadiah di bawah pohon Natal. Begitu melihat ada hadiah dia berteriak dan berusaha membangunkan orang tuanya. Pernah beberapa kali malah dia tidak peduli pada orang tuanya langsung duduk di bawah pohon Natal dan membongkar semua hadiah yang ada di situ.
Satu lagi yang saya ingat betul adalah kejadian tahun 2017. Kami sudah tinggal di Fort Collins dan saya saat itu ada pekerjaan di luar kota sehingga hari Natal saya tidak berada bersama keluarga. Saat sebelum Natal ada badai salju yang sangat besar. Saya baru pulang keesokan harinya tanggal 26 Desember. Kano pagi-pagi menelepon saya yang saat itu sedang di tempat kerja dan menunjukkan semua hadiah yang dia peroleh. Saat itu dia sudah tahu bahwa hadiahnya dari orang tua. Dia mendapat Xbox versi terbaru, dengan beberapa discs berisi games. Itu yang ada di memory saya, tahun tahun berikutnya dia sudah terlalu besar untuk bisa membuat suasana Natal seseru ketika dia masih kecil.
Natal dan anak kecil itu memang paduan yang sangat indah. Anak-anak begitu polos dan jujur. Mereka membuat suasana Natal begitu spesial karena mereka selalu bahagia walaupun hanya memperoleh hadiah-hadiah yang sederhana. Mereka tidak mempunyai harapan yang berlebihan, sangat menerima apa adanya. Kegembiraan yang mereka tampilkan begitu jujur dan sangat membahagiakan untuk berada di sekitar mereka.
Sekarang Natal saya memang agak berbeda. Kano sudah dewasa. Keseruannya jauh berbeda dibandingkan ketika dia masih kecil. Tapi kebahagiaan karena kehangatan yang saya rasakan dari kebersamaan kami bertiga tetap luar biasa. Saya setuju, it's not the season, it's the feeling! Saya bersyukur memiliki banyak kenangan seputar liburan Natal dan akhir tahun yang sudah terjadi selama sekian lama dan itu semua tidak pernah bisa diganti dengan apapun.