Pagi tadi aku mengantar R yang mendapat jadwal tatap muka dengan persiapan secepat kilat. Apalagi setelah semalaman diguyur hujan, kami semua bangun setelah pukul lima pagi, semacam alasan tepat untuk tidur lebih lelap saat dingin melanda. Jarak yang cukup jauh dari rumah kami selalu membuatku bersyukur, ada saat dimana aku dapat berbincang panjang dengannya, namun ada pula saatnya aku terdiam dalam pikiran yang saling berkejaran. Khususnya pagi tadi, aku lebih banyak menikmati situasi perjalanan dan mulai berpikir apa memang segalanya sudah kembali seperti dulu? Volume kendaraan yang menandakan aktivitas pagi kembali menjadi prioritas anak-anak sekolah, walaupun sekitar dua minggu ke belakang sempat mendapat berita adanya sekolah yang ditutup usai uji sample secara random.
Ah, di tempatku mengajar pun sedang mempersiapkan pembelajaran tatap muka, meski tetap diberikan pilihan untuk mengikutinya secara daring. Bagiku, tak jadi masalah baik daring ataupun luring hanya saja jika aku melihat dari sisi diluar diriku memang tak semua cocok dengan sistem pembelajaran secara daring. Sempat juga aku berbincang dengan seseorang yang dulunya pernah mengikuti kelasku, dan kini sedang menempuh pendidikan pasca sarjana mengakui ketidakleluasaannya dan tetap berharap adanya bentuk sosialisasi secara nyata. Padahal dia sendiri bukan yang mengalami kesulitan dalam belajar, bahkan seingatku dia termasuk anak yang punya kemampuan mencerap materi dengan sangat baik.
Setibanya kami di rumah belajar yang masih sepi, rasaku pun ikut memutar kenangan ke hari-hari lalu saat aktivitas mengantar kulakukan setiap hari. Jika aku tiba sebelum pukul tujuh pagi, aku akan memilih tempat parkir di dekat pohon mangga, mengamati lalu lalang kendaraan yang datang mengantar dari balik kemudi, tersenyum-senyum sendiri melihat anak-anak berlari dan bertegur sapa. Mungkin itu juga yang dirasakan R saat kembali dapat bertatap muka, keriaan saat bertemu teman sebaya serta keseruan belajar langsung bersama kakak tanpa terbatas layar.
Hari ini pun aku merasakan hangatnya. Luar biasa.