Tepat jam enam pagi aku terbangun dan langsung bergegas untuk mempersiapkan diri untuk melakukan rutinitas pagi bersama teman-teman. Pagi hari ini suhu di Gambung cukup dingin, hal ini membuat aku sedikit kedinginan saat melakukan kegiatan bersama teman-teman. Melihat pemandangan yang indah saat waktu hening merupakan hal yang jarang sekali kami alami, biasa kami hanya memandang layar laptop dan kebun belakang saja. Aku sangat bersyukur pada pagi hari ini cuaca cukup cerah, berbeda ketika saat kami melakukan kegiatan di Gambung saat kelas sepuluh. Kabut terus menutupi area Gambung, kabut yang cukup tebal membuat kami semua tidak bisa melakukan kegiatan ke hutan.
Menu sarapan pada hari ini ada roti dan beberapa varian selai yang bisa kami pilih. Banyak hal yang aku syukuri pada hari ini terutama masih bisa sarapan dengan menu makanan yang enak. Setelah beres sarapan kami bersiap untuk melakukan perjalanan menuju kebun kopi milik Pak Anwar. Berharap lokasi kebun tidak jauh dari lokasi penginapan kami, namun takdir berkata lain. Perjalan dari lokasi penginapan ke kebun kopi Pak Anwar cukup jauh. Memerlukan waktu sekitar satu jam lebih untuk mencapai kebun kopi tersebut. Jalan yang terjal dan berlumpur membuat beberapa sepatu anggota kami cukup kotor. Namun hal ini tidak membuat kami patah semangat.
Selama perjalanan menuju kebun kopi kami ditemani seekor anak anjing yang sangat mungil yang katanya milik Pak Vinan. Anak anjing terus menemani perjalanan dari penginapan hingga kebun kopi. Hal ini membuat aku bisa lebih sadar betapa penting nurani seseorang. Melihat anak anjing saja bisa membantu dan menemai kami selama perjalanan tanpa diminta. Bagaimana dengan manusia yang lebih pintar bisa berbicara dan lebih memahami karakter seseorang. Sampai di kebun kopi Pak Anwar terdapat saung kecil milik pengurus kebun kopi milik Pak Anwar. Kami pun beristirahat sejenak sambil berbincang dengan pengurus kebun kopi tersebut.
Tanpa menunggu lama kami pun bergegas menuju lokasi untuk langsung terjun ke lapangan. Aktivitas ini menjadi pengalaman pertamaku bisa melakukan panen biji kopi bersama teman-teman. Melakukan live in di Gambung menjadi salah satu kegiatan yang harus kami lakukan pada semester dua ini. Pada kali ini kami harus berbaur dengan masyarakat setempat. Setelah dua hari kami melakukan live in di Gambung banyak pembelajaran baru yang aku dapat. Aku dapat belajar mengenai proses penanaman tanaman Kapulaga, mencoba memandikan sapi, membersihkan kandang sapi, hingga melakukan panen biji kopi. Selama di gambung ketuntasan menjadi nomor satu, melihat beberapa hal sudah kami lakukan dan tuntas. Tidak hanya mencoba sesuatu saja namun mengerjakan sebuah pekerjaan hingga selesai.
Sekitar jam satu siang kami pun sampai di lokasi penginapan, kami bergegas untuk membersihkan diri dari bercak lumpur yang menempel. Hingga akhirnya jam makan tiba, pada saat perjalanan pulang kami sedikit kelaparan. Memang jam makan saat itu cukup telat karena perjalanan pulang sedikit mengalami kendala. Kami sempat salah jalan dan tidak tahu arah menuju penginapan dan syukur sinyal pada hp cukup bagus. Aplikasi maps sangat membantu kami saat perjalanan pulang dengan selamat sentosa. Tidak menunggu lama kami semua langsung melahap makanan yang sudah kami pesan. Menurutku menu makanan pada hari ini cukup special, dengan melihat perjuangan kami dari pagi hingga siang hari susah payah berjuang akhirnya kami bisa menyantap makanan yang sederhana namun rasa pastinya tidak diragukan lagi enaknya.