Awalnya saya bingung apa hubungannya membuat pancake dengan Pra KPB? Bahkan orangtua saya sama kebingungannya akan hal ini. Kebingungan ini yang membuat saya merasa malas pada awalnya untuk mengikuti kegiatan ini karena seperti menghabiskan waktu saja. Saya berpikir, kakak ini tidak ada kerjaan kah atau kehabisan ide untuk membuat kegiatan Pra KPB sehingga kami diharuskan ke sekolah hanya untuk membuat pancake? Ternyata saya salah. Tanpa saya sadari saya cukup menikmati kegiatan membuat pancake ini. Dan benar, memang pembelajaran akan selalu kita dapatkan pada akhir kegiatan, bukan dipertengahan maupun diawal kegiatan. Kak Leo memberikan kami pencerahan. Kami belajar 4 poin yaitu 50% planning & management, 10% pengerjaan, dan 40% exit strategy. Poin terakhir ini yang selalu kita lupakan. Tanpa adanya exit stategy tentunya kita tidak bisa menyelesaikan tugas kita bukan? Setelah kami diperbolehkan pulang orangtua saya langsung bertanya pada saya, "mana pancake-nya?". Saya merasa bersalah karena saya hanya menikmati jatah pancake saya sendirian, padahal berbagi jatah makanan saya pada orangtua selalu seperti kebahagiaan bagi saya dan jika saya tidak melakukannya saya selalu merasa bersalah karena orangtua saya tidak mencicipnya.