AES 381 Makanan Masa Lalu
joefelus
Wednesday June 8 2022, 11:21 AM
AES 381 Makanan Masa Lalu

Pagi-pagi saya bangun, lalu turun ke bawah untuk mandi dan bersiap-siap ke sekolah. Saya tinggal di lantai dua bersama seorang kakak dan dua adik. Di bawah ada sebuah sumur besar, yang bertahun-tahun yang lalu ayah saya menggalinya, sendirian! Sesudah mandi ibu saya menyiapkan nasi yang masih panas berasap, ada goreng kacang tanah dan kecap dengan cabe rawit. Itu sarapan saya bertahun-tahun, karena kami hidup sangat sederhana. Kadang-kadang nasi goreng yang telurnya hampir tidak terlihat. Nasi goreng untuk 6 orang tapi hanya 2 butir telur. Sepertinya kacang tanah goreng dengan kecap mengandung lebih banyak protein daripada nasi goreng 6 piring dengan 2 telur. Kadang kala juga saya disuruh ke bawah, tetangga kami yang tinggal di bawah berjualan nasi lengko. Nasi, toge, tahu goreng, timun kemudian diberi bumbu kacang dan kecap serta ditaburi bawang goreng. Ini sarapan yang mewah! Ini adalah makanan favorit saya hingga sekarang disamping nasi padang!


Nasi lengko ada di mana-mana, di tetangga yang berjualan, di pinggir jalan, di pasar bahkan warung di sekolah. Tapi yang murah yang saya mampu beli dengan uang saku adalah kue sayur, ini nama lain dari bala-bala. Biasa yang saya gemari adalah bala-bala dipotong-potong, ditaruh diatas lontong lalu dibanjur dengan sambal kacang dan dimakan dengan kerupuk melarat yang digoreng dengan pasir. Kerupuk ini disebut melarat karena tidak digoreng dengan minyak!

Pulang sekolah yang selalu saya ingat hingga sekarang adalah kelaparan dan ketika tiba di rumah, di dekat pintu antara ruang keluarga dan dapur ada nyiru dengan sayur-sayuran yang sudah direbus. Ada kangkung, toge, timun, dan kol. Di samping nyiru itu ada besek kecil yang didalamnya ada kacang tanah goreng, gula merah, bawang putih, terasi, cabe dan sebagainya. Saya tahu menu hari itu: Lotek! Sesudah ganti baju, saya duduk di sebuah kursi pendek dari kayu dan langsung menyiapkan bumbu di atas sebuah cobek. Saya boleh makan sepuasnya, tapi harus buat sendiri. Sejak SD saya sudah terbiasa ngulek (menghaluskan) bumbu. Jadi saya mulai menghaluskan bumbu sendiri, lalu mengaduk dengan sayur-sayuran, kemudian ditaruh di piring dan mengambil nasi. Di situ ada kaleng kong guan yang isinya kerupuk. Ini menu favorit kesekian saya!

Sate di masa kecil yang saya sukai (hingga sekarang juga sih) bukan sate madura. Sate yang saya sukai tidak ada bumbu kacangnya. Hanya kecap yang encer dengan bubuk cabe! Ketika membakarnya, bapak tukang sate berkali-kali mengaduk-aduk di kecap encer ini kemudian dibakar, diaduk-aduk lagi di kecap, bakar lagi. Kecapnya bukan kecap manis yang kental, ini kecap yang khas yang kekentalannya diantara kecap asin dan kecap manis. Rasanya juga tidak terlalu manis juga tidak asin. Diberi air jeruk nipis dan cabe bubuk, rasanya bukan main! Apalagi diberi tomat dan irisan bawang merah. Oh ya, sate yang saya gemari bukan sate ayam, tapi sate kambing!

Jajanan apa yang saya gemari di masa kecil? Namanya rumbah! Semacam pecel dengan bumbu kacang, tapi tidak menggunakan daun jeruk seperti pecel madiun. Hanya bumbu kacang dengan rasa pedas dan asam dari air asam jawa. Isinya biasanya daun semanggi, toge dan sejenis timun yang direbus. Ini makanan favorit setiap ada reunian!


Membayangkan masa kecil seru juga ternyata. Tapi sekarang sudah terlalu malam untuk melanjutkan lamunan. Sudah waktunya untuk beristirahat! Sampai di cerita selanjutnya!

You May Also Like