AES 343 Time & Reflection
joefelus
Sunday May 1 2022, 12:28 AM
AES 343 Time & Reflection

Beberapa hari lagi saya akan merayakan hari jadi. Bukan momen spesial karena ini sudah terjadi berulang-ulang kali walau sejak kecil memang "diusahakan" untuk jadi spesial tapi lama-lama setiap hari adalah spesial, tidak hanya satu hari dalam satu tahun. Tapi setelah belasan tahun (hahahaha pengennya!) yang ingin saya lakukan adalah refleksi. Masa sesudah belasan tahun masih begitu-begitu saja? Kapan jadi dewasanya? Kapan jadi bijaknya? Ini perjalanan hidup yang setiap harinya penuh dengan pelajaran, jadi kalau sudah belasan tahun harusnya semakin lama semakin piawai. Contohnya jika dulu masih menghitung dengan jari, sekarang tanpa alat bantu seharusnya sudah lebih baik. Tapi alih-alih tambah baik, kita malah menggunakan kalkulator. Jadi kapan piawainya? Hahahaha

Salah satu bentuk refleksi adalah dengan menulis, ada juga yang lebih suka dengan meditasi. Untuk saya mungkin saat ini yang lebih mudah adalah menulis. Menulis buat saya jadi semacam alat untuk refleksi dan introspeksi. Sambil berjalan saya semakin lama semakin berusaha mengenal siapa diri ini sebenarnya, dan semakin lama semakin terkagum-kagum, bukan karena kehebatan, tapi karena ternyata banyak hal tentang diri yang baru diketahui, nah kalau sudah seumur gini masih baru menemukan hal-hal baru tentang diri berapa banyak lagi yang belum diketahui? Ini sebuah misteri besar yang terus menerus harus digali dan didalami agar semakin mengenal diri dan menjadi piawai!

Sadar atau tidak, menulis itu mempunyai keuntungan untuk mengerucutkan perhatian pada hal-hal tertentu. Sengaja atau tidak, ini terjadi dan semakin lama semakin berkembang sama halnya dengan cara orang berpikir dan berusaha menciptakan penemuan-penemuan baru sebab setiap orang selalu mempunyai pertanyaan yang sama setiap harinya: “Is there a better way we can do this?” Pertanyaan ini yang membuat manusia berevolusi. Jika tidak ada pertanyaan ini, ada kemungkinan kita masih berusaha menyalakan api dengan memukulkan batu atau membuat api dengan menggosokkan kayu kering dengan ditambah potongan rambut yang terus terang kedua-duanya saya belum pernah lakukan karena saya beruntung dilahirkan dijaman yang jauh lebih modern.

Is there a better way we can do this?” Ini juga bentuk pertanyaan yang saya tanyakan pada banyak hal. Mengenal diri dengan mendengarkan orang lain, dengan bertanya pada orang lain, dengan bercermin, dengan merenung, dan lain sebagainya. Yang kita peroleh adalah fragmen-fragmen yang tidak utuh dan sepanjang hanyat kita berusaha menyusunnya menjadi sesuatu yang utuh sambil tetap terus berusaha menemukan hal-hal yang baru, sambil juga berusaha menemukan cara yang lebih baik untuk melakukan itu.

Belajar juga merupakan suatu yang berkembang. Awalnya mungkin dengan meniru, melihat bagaimana orang lain melakukannya, belajar dari kesalahan dan pengalaman-pengalaman first hand, pengalaman orang lain, dan sebagainya sambil terus bertanya “Is there a better way we can do this?” 

Refleksi juga tidak mudah sebab semua serba ketergantungan. Jika pernah berdiri di depan monumen "bean "atau "kacang" yang diberi nama Cloud Gate di Chicago, kita akan diberi gambaran sangat jelas tentang yang dimaksud dengan refleksi. Monumen ini dibangun dari stainless steel berbentuk seperti kacang yang melengkung terletak di Millenium Park di tengah kota Chicago. Di situ kita bisa menyaksikan pantulan gedung-gedung pencakar langit dengan sangat unik karena pantulan yang dihasilkan dari lengkungan "kacang" itu seperti kalau kita mengabadikan foto dengan menggunakan lensa fish eye. Kalau kita berdiri di depannya maka pantulan tubuh yang kita saksikan akan menjadi unik tergantung dimana kita berdiri. Kadang kaki kita jadi sangat panjang atau tubuh kita jauh lebih panjang atau lebar daripada aslinya. Nah dalam berefleksi kita juga demikian. Semuanya serba ketergantungan. Tergantung kita berada di mana, tergantung bagaimana dan dengan apa kita melihat diri. Dengan menelaah refleksi diri, kita lalu bergerak kesana kemari dan akhir pada tempat dan saat yang tepat kita dapat melihat diri seperti apa adanya. Begitu kira-kira. Refleksi menyuguhkan kejelasan. Reflection brings us clarity! Begitu bahasa kerennya.

Dengan berjalannya waktu, kita melalui banyak pengalaman, mengalami banyak peristiwa, belajar dari kegagalan, belajar dari keberhasilan, terus menerus mencari dan mencoba. Mengalami banyak rintangan, perjuagan, kesedihan, kebahagiaan, kekhawatiran dan lain sebagainya. Waktu yang sudah kita lalui membentuk kita menjadi sebuah pribadi yang berkembang, yang menjadi dewasa, yang mengarahkan kita pada kebijakan. Waktu memberikan perspektif! Time brings us perpective!

Itu yang akan dan sedang saya lakukan secara khusus menjelang hari jadi. Usia hanyalah angka, tapi waktu yang telah dijalani jika direnungkan dan direfleksikan dalam-dalam akan memberikan perspektif dan kejelasan.

Andy Sutioso
@kak-andy   4 years ago
Nice post Joe. Sepakat. Kerasa banget ya setelah sekian lama terus menulis.
Sepertinya ini yang semakin mendorong kita untuk terus menulis. Ga kerasa dalam beberapa hari ke depan akan masuk hitungan waktu setahun menulis... Menulisnya sudah. Tinggal cari kesempatan berkunjung ke Chicago dan merefleksikan diri di depan Chrome Peanut yg keren itu 😁
joefelus
@joefelus   4 years ago
Terima kasih Kak Andy. Iya ya.. mungkin karena menikmati proses menulis selama ini hampai tidak terasa hampir 1 tahun :)
innocentiaine
@innocentiaine   4 years ago
Semakin besar angkanya, semakin banyak pengalamannya, semakin terasah kearifannya pak :)
joefelus
@joefelus   4 years ago
Mudah-mudhan ya kak Ine :)