"How was the party?" Tanya Kano sambil makan malam berupa nasi dan potongan daging ribeye yang barusan saya masak.
"It was great. Now I need to write, I haven't had any idea what to write." Kata saya.
"Any good foods at the party." Tanya Kano tidak menggubris ucapan saya soal menulis.
"Oh.. I love those baked brie. It was brie with pesto, pine nuts, sundried tomatoes and prosciutto. It was so good with crackers!" Kata saya "I think you will like it, I want to make it one day." Sambung saya lagi.
"I love cheese! Why don't you try to write that?" Jawab Kano
Hmm... benar juga pikir saya. Kenapa tidak berusaha menulis tentang itu? Lagian beberapa hari terakhir saya menulis pengalaman-pengalaman yang agak serius, mungkin hari ini saya bisa istirahat dan berusaha menulis sesuatu yang santai.
Hari ini memang Nina dan saya pergi menghadiri pesta pernikahan. Salah seorang rekan Nina di tempat kuliah menikah beberapa waktu yang lalu, hari ini ada semacam acara resepsi sederhana. Tiba di sana banyak sekali teman-teman dari kampus, dosen-dosen sudah ramai berpesta. Makanan yang disediakan sepertinya Hors d'oeuvres, makanan kecil atau mungkin secara harafiah diartikan sebagai one bite appetizer. Ada bola-bola keju mozarella dan tomat cherry yang ditusuk seperti sate dengan daun basil, ada kentang kecil-kecil rebus dengan filling dan bawang putih panggang, dan yang sangat menarik perhatian saya adalah keju panggang yang disajikan seperti gunung kecil lalu dimakan dengan crakers atau biskuit-biskuit kecil. Ada beberapa lagi sajian makanan kecil serta kue-kue tapi perhatian saya hanya pada gunung keju itu.
Keju brie berwarna putih, sangat empuk dan lembut yang menurut informasi berasal dari perancis. Brie dibuat dari susu sapi yang sudah melalui proses pasteurisasi kemudian diberi rennet, kultur keju, kemudian diperam selama beberapa minggu sehingga bagian luarnya mulai berkerak. Keju brie biasanya disajikan untuk cheeseboard atau charcuterie. Sangat umum untuk pesta-pesta seperti standing party, sangat cocok sekali dinikmati dengan minum anggur.
Keunikan keju yang disajikan di pesta tadi adalah penampilannya yang dibentuk seperti bukit kecil. Keju brie dilapisi dengan pesto, pinenuts, sundried tomatoes dan prosciutto. Saya juga merasakan ada artichoke hearts di situ walau tidak banyak. Sebelum saya menceritakan bagaimana tanggapan saya tentang sajian ini, saya ingin bicara sedikit tentang pesto. Pesto adalah saos yang dibuat dari daun basil, garlic, pinenuts, keju parmesan, dan minyak jaitun. Semua bahan dihaluskan sehingga menjadi seperti saos kental berwarna hijau dengan aroma basil yang sangat kuat. Pesto sering dijadikan saos untuk pasta maupun pizza. Rasanya gurih dari keju parmesan, nutty dari pinenuts dan aromatik karena ada daun basil dan bawang putih. Nah jadi bayangkan saja bagaimana rasanya brie panggang ini jika dicampur dengan pesto lalu ada rasa manis dan sedikit asam dari sundried tomatoes dan kriuk-kriuk dari kacang pinus lalu irisan tipis prosciutto. Saya sampai kembali ke meja sajian 3 kali untuk lagi-lagi mengambil keju dan crakcers.
Ini yang saya akan lakukan, keju brie akan saya beri pesto diatasnya, pinenuts dan sundried tomatoes lalu saya panggang sebentar. Sesudah selesai, saya akan taruh dipiring saji lalu disekitarnya (keju brie bisanya berbentuk lingkaran) akan saya sediakan crakers, irisan prosciutto dan salami, untuk menambah indah dan rasa, saya akan sajikan dengan buah anggur dan olives. Kalau ada buah-buahan kering juga akan sangat enak. Jika saya punya chardonay atau sauvignon blanc untuk menemani sajian ini tentunya akan luar biasa sekali. Mumpung masih di sini! Hahahaha..
Foto credit: Cookinglsl.com