AES04 Teman Mendongeng
Diki Muhammad Noor
Thursday February 23 2023, 11:18 AM
AES04 Teman Mendongeng

Hari ini merupakan hari yang berbeda bagi keluarga Semi Palar. Sudut ruang yang biasanya hanya diisi oleh teman-teman kecil, kali ini kedatangan sahabat hebat yang ingin berbagi pengalaman maupun cerita. Pendopo di pagi hari disuguhi oleh cerita tentang perjalanan ke wilayah timur dari Pak Yunus, salah satu orangtua dari alumni SMIPA. Beliau banyak bercerita tentang lila liku perjalanan serta bagaimana mengabadikannya dalam bentuk video dan buku yang tentu bisa lebih dinikmati oleh banyak orang. Di ruang kelas, tampak anak-anak bergembira menikmati setiap alur cerita yang disuguhkan oleh Kak Yessy dari Kokomang, beliau bisa membawa nuansa asik di kelas. Dengan suara yang diubah berdasarkan karakter tokoh dalam dongeng, serta membawa lampu kecil sebagai Teman Mendongeng yang seolah-olah ikut berbicara menambah keseruan. Anak-anak bukan hanya menyimak, namun juga terlibat dalam alur dongeng, seperti membuat karya yang berkaitan dengan setting dongeng yang sedang diceritakan. 

Di kelas atas, kami juga kedatangan sahabat yang dulu sempat bergiat bersama kami sebagai kakak kelas, yakni kak Pipit. Kak Pipit membawakan sebuah cerita wayang dengan menggunakan spanduk berukuran kurang lebih 40 meter yang digulung. Kak Pipit yang sudah sangat hafal dengan nuansa belajar SMIPA, bukan sesuatu yang sulit untuk membangun interaksi dengan anak-anak. Saya yang melihat dari belakang pun seolah-olah kak Pipit masih menjadi kakak SMIPA. Setiap alur dongeng yang tergambar dalam spanduk, sedikit demi sedikit digulung kak Pipit sambil membawakan dialog setiap tokoh dongeng tersebut. Lewat metode tersebut anak-anak mendapatkan pengalaman baru mendengar dongeng, ditambah proses berkarya dalam karton berwarna hitam dengan goresan putih yang dibuat berdasarkan imajinasi anak tentang dongeng. 

Di sisi lain, anak2 kelas 5 dan 6 sedang asik melakukan pengindraan di sekitar, mengamati, mendengar, merasakan berbagai hal yang ada di smipa. 'Aku makan daun kak, aku makan tanah', beberapa teman-teman bercerita kepada kak Dea tentang hasil pengindraannya. Kak Dea mencoba mengajak teman-teman untuk lebih peka tentang apa yang dilihat, dirasakan untuk kemudian dituangkan menjadi sebuah tulisan. Buku-buku karangan beliau pun menurut saya sangat unik dan keren. Dari isi buku yang dibuat beliau, seolah-olah saya ikut merasakan nuansanya. Saya pun terkadang senyum-senyum sendiri karena kagum akan kepekaannya dalam melihat objek, ataupun menarasikan hal-hal yang sebetulnya tidak terlihat, namun terasa. 

Semua proses belajar dan pengalaman hari ini semoga menjadi bermakna bagi keluarga Semi Palar lewat rangkaian Festival Literasi yang coba dihadirkan kembali pasca pandemi. 

Andy Sutioso
@kak-andy   3 years ago
Mantap kak liputannya. Hatur nuhun. 🙏😊
diki muhammad noor
@diki-muhammad-noor   3 years ago
Sami2 kak Andy, alhamdulillah kemarin dapat kesempetan buat nulis bareng.
curiolava
@mamakuri   3 years ago
Kereeen ka 😆🤟🏻
diki muhammad noor
@diki-muhammad-noor   3 years ago
nunggu liputannya bu Kuri nih, biasanya lebih keren dengan dokumentasi yang ciamik, hehe
You May Also Like