AES 204 Losing Voice
joefelus
Monday December 13 2021, 11:34 PM
AES 204 Losing Voice

"And the rocket's red glare, the bombs bursting in air,

Gave proof through the night that our flag was still there

O say does that star-spangled banner yet wave

O'er the land of the free and the home for the brave..."

Dua orang menyanyikan lagu kembangsaan dengan indah dan bersemangat, sementara sekitar 60.000 orang berdiri dengan satu tangan di dada dan sebagian ikut menyanyi. Stadion penuh dengan penonton yang mengenakan baju oranye, putih dan biru tua, warna kostum team kesayangan, Denver Broncos! Ketika lagu kebangsaan selesai, tiba-tiba di atas kepala kami lewat beberapa pesawat tempur dengan formasi diamond melintas dan kembang api menggelegar di udara. Sebelum lagu tadi ada 4 peterjun payung yang mendarat di lapangan pertandingan dengan kecepatan yang mengerikan. Penonton bergemuruh dengan teriakan dan tepuk tangan. Stadion begitu meriah!

Saya akhirnya hanya berangkat berdua ke pertandingan sepakbola dengan Wisnu, teman saya asal Jogya yang sudah hampir selesai dengan program doktornya. Tidak mau kalah dengan 60 ribu orang lain yang berada di stadion, kami juga berpakaian lengkap! Saya memakai kaos biru dengan Lambang kepala kuda dengan tulisan besar BRONCOS, jaket warna oranye juga dengan lambang kuda dan beaney, kupluk berwarna oranye, biru dan putih juga dengan lambang kuda! Kami berada di level ke-3 dan hampir berada di tengah-tengah, jadi sangat strategis untuk menikmati pertandingan yang diperkirakan akan sangat seru dan tuan rumah di atas kertas diunggulkan.

Dengan sebuah nampan kertas besar penuh nachos, ayam, keju, krim asam dan potongan acar jalapeno, sebotol air dan segelas beer, saya tidak peduli dengan pendapat orang lain dan larut dalam keseruan yang bukan main. Kami menghentak-hentakkan kaki ke lantai tribun dari besi, berteriak sekeras-kerasnya, menari-nari dan melompat-lompat. Saat itu tidak peduli dengan apapun, yang penting menikmati pertandingan sepuas-puasnya.

Pertandingan diawali dengan mengeheningkan cipta. Salah seorang pemain meninggal dunia hari Kamis kemarin di usia sangat muda. Lahir tahun 1987, katanya dia sering mengalami kejang-kejang. Selama hidupnya dia banyak membantu anak-anak karena dia di masa kecil ditinggalkan oleh orang tuanya yang masuk penjara, ditinggalkan oleh pamannya dan hidup sebagai anak pungut. Kepergiannya meninggalkan banyak kekosongan di hati banyak orang. Para penonton banyak yang mengenakan jersey baru dengan nomor yang pernah dikenakan pemain tersebut, no 88! Di helm semua pemain Broncos juga ditempel angka 88! Saat yang mengharukan dilanjutkan dengan gegap gempita penonton yang meneriakkan nama pemain tersebut: Dee Tee , Dee Tee! Demaryius Thomas!

Saya menjadi Broncos Fanatik sejak di akhir tahun 90-an. Waktu itu Broncos memenangkan Superbowl 2 tahun berturut-turut yang merupakan masa-masa kejayaan team asal Denver ini. Sesudah tahun 2015 ketika memenangkan superbowl yang ke-3, Broncos belum menunjukkan keberhasilan berarti hingga saat ini. Walaupun begitu para penggemar team ini tidak pernah meninggalkan mereka. Saya sangat beruntung bahwa hari ini saya dapat berada di stadion untuk menyaksikan team kegemaran saya ini bermain secara langsung, selama ini saya hanya menyaksikan pertandingan mereka di televisi. Ya suasana jelas jauh berbeda dengan menonton di Televisi. Gelegar penonton begitu terasa dan sangat mudah setiap orang yang hadir larut dengan kegilaan. Cheer leaders, maskot team dengan kostum kuda bernama Miles, bahkan ada seekor kuda yang menjadi maskot sesungguhnya, ditunggangi seseorang yang sudah melakukan ini sejak di usia remaja puluhan tahun lalu, keluar diarak ditemani dengan sekelompok orang yang mengibarkan bendera bertuliskan Broncos setiap terjadi goal. Seru bukan main! Setiap orang tergelam dalam luapan adrenalin yang sulit dikendalikan lagi.

Saya sering pergi ke pertandingan sepak bola seperti ini, tapi hanya di level universitas. Ini adalah kali pertama saya menyaksikan pertandingan profesional. Selama ini saya hanya menyaksikan probowl atau all star game. Pertandingan all star itu hanya merupakan hiburan, jadi permainan tidak terlalu bersungguh-sungguh seperti pertandingan antar team profesional.

Seperti biasa para penonton sudah hadir di parkiran sejak pagi, mereka berpesta, minum-minum dan ber-BBQ ria hingga menjelang pertandingan dimulai. Pertandingan berlangsung sekita 4 jam. Dimulai pukul 2 siang dan berakhir sekitar pukul 6 sore ketika langit sudah gelap. Seperti yang sudah diperkirakan, team tuan rumah memenangkan pertandingan, skor akhir 10-38. Penonton bubar dengan riang gembira sambil bernyanyi, berteriak-teriak dan memberi salam kepada siapapun yang berpapasan yang mengenakan warna oranye dan biru. Suara saya hilang, tenggorokan sakit dan perih karena teriak-teriak. Hari yang menyenangkan untuk menghabiskan akhir pekan. Mudah-mudahan suara saya kembali besok karena saya harus kembali bekerja! hahahaha***