AES 291 Justification
joefelus
Thursday March 10 2022, 1:21 AM
AES 291 Justification

"Oh God! This is very good!" Kata saya sambil mengunyah Cheesy Jalapeno Focaccia bread yang barusan keluar dari oven di Bakeshop. Roti ini begitu lembut, empuk dan fluffy dengan topping keju yang meleleh yang gurih dan mulur-mulur dan potongan kecil-kecil cabe jalapeno yang memberikan sedikit rasa pedas. Roti focaccia memang salah satu roti kegemaran saya. Sangat sederhana, tapi lebut dan bisa crusty di bagian atasnya, cocok sekali untuk dibuat roti lapis panini. Tapi pagi ini para artis panggang memanggang di Bakeshop membuat roti ini dengan keju dan cabe.

"Amazing, isn't it!" Kata Lauren, assistant executive pastry chef di Bakeshop.

"Absoultely, If only I could eat more and I didn't have to feel bad about it." Kata saya.

"Eat more!" katanya

"No, thank you. I do not want to think about how much calories I am eating and have to suffer at the gym after this." Kata saya menjelaskan.

"Do not make justification about food. All you need just to enjoy it." Katanya.

"I don't! I just don't want to feel bad and suffer afterward because I tend to over-eat the food I like!"

Kondisi kesehatan saya memang terus dijaga, terutama dengan Hashimoto yang saya idap yang cenderung membuat berat badan saya terus meningkat, saya harus menjaga dan mengatur pola makan yang sehat. Ini sangat sulit sebab saya suka makan, gemar memasak, saya senang wisata kuliner dan senang eksplorasi makanan! Ini kegemaran yang sangat bertentangan dengan kondisi kesehatan saya.

Ya, jujur saja, saya sangat bekerja keras untuk menjaga kesehatan. Tubuh saya dengan masalah imunitas ini memang cenderung mudah menjadi tambun karena metabolisme yang ngawur. Dalam kondisi biasa mungkin akan lebih mudah menjaga berat badan dengan berolahraga dan makan yang sehat. Tapi bagi saya kasusnya berbeda. Saya tidak hanya harus menjaga pola makan sehat dan berolah raga teratur, tapi harus meningkatkan dosis olahraga saya karena yang dilawan bukan kelebihan asupan makanan, itu sama sekali bukan masalah karena porsi makanan saya selalu jaga; tapi ya tadi itu, metabolisme tubuh saya ngawur. Proses pengolahan makanan dan penggunaan energy yang digunakan oleh tubuh tidak sinkron, tubuh lekas lelah karena energy lebih banyak ditimbun daripada digunakan, jadi orang yang mengidap Hashimoto memang cenderung tambun.

Masalah lain yang dihadapi oleh semua orang adalah godaan untuk mengkonsumsi makanan begitu luar biasa. Lihat saja iklan-iklan restoran, berapa ratus kali sehari kita terus menerus disuguhi godaan-godaan ini, belum lagi dengan adanya program diskon yang habis-habisan seperti buy one get one free, atau free french fries and drink if you order big mac, misalnya! Belum lagi secara visual di televisi yang mempertontonkan makanan yang mengundang air liur menetes-netes. Food blogger ada di mana-mana dengan tayangannya yang sangat impossible to resist! Ini semua membuat setiap orang sulit mengontrol reaksi impulsif terhadap makanan! Lihat saja secara statistik berapa persen anggota masyarakat yang termasuk dalam kelompok obesitas?

Saya bekerja sangat keras untuk mengubah BMI (Body Mass Index) tubuh saya ke range sehat. Selama bertahun-tahun saya terjebak dalam kelompok overweight bahkan pernah dianggap masuk dalam kelompok obesitas. Dulu saya tidak tahu bahwa saya mengidap Hashimoto. Sekarang sesudah semuanya jelas, saya tahu apa yang harus saya perbuat dan alhamdulillah sejak kemarin BMI saya sudah berada di kelompok sehat. Butuh waktu berbulan-bulan berjuang untuk ini dan saya merasa bahagia sekaligus bangga bahwa akhirnya saya berhasil.

Teman-teman saya mungkin mengira saya adalah workout freak, alias orang yang gila olahraga. Kalau sepintas memang terlihat begitu, bayangkan saja bahwa saya tetap pergi ke Gym walaupun sedang ditengah badai salju. Subuh-subuh ketika orang masih terlelap saya sudah di jalan dengan membawa botol minum, handuk dan heart rate monitor untuk berangkat olahraga. Tidak, dan saya bukan orang gila olahraga, saya hanya ingin sehat dan ini sama sekali bukan justification!

Teman-teman saya tidak tahu kondisi saya. Jadi setiap kali saya bicara soal makanan, mereka pikir saya adalah calorie nerd, karena saya hitung-hitungan. Nasi sekian kalori, ayam sekian kalori, dan saya tidak boleh makan sekian kalori dalam sehari, terus olahraga sekian kalori juga. Semua saya catat. Memang terdengar seperti calorie nerd hahahaha. Tapi sekali lagi, ini proses dan saya coba menikmatinya dan reward-nya memang membahagiakan! Pernah merasa bahagia ketika difoto tidak perlu tahan napas? Tidak perlu menyembunyikan kebuncitan? Nah ini perasaan yang suangat indah!!!! Hahahaha...

Olahraga itu tidak selalu menyenangkan. Ada kalanya saya begitu menderita dan bersusah payah. Kadang sambil berlari di treadmill atau rowing saya bercucuran air mata, entah karena penderitaan atau karena hormon yang dikeluarkan ketika berolahraga, tapi saya memang sering merasa emosional ketika berolahraga. Untungnya saya selalu punya handuk dan selalu basah kuyup berkeringat hingga menetes-netes ke lantai, jadi tidak ada yang memperhatikan bahwa saya mewek hahahah

Nah, jadi kalau teman saya di tempat kerja bilang soal justification, itu salah besar! I have a good reason and am not trying to justify my actionI am just simply trying to be healthy and so far I am good in doing it! Hehehehe***

foto: Living well Kitchen (blog.memeinge.com)