AES 977 Pecan Sticky Bun
joefelus
Friday January 26 2024, 11:20 AM
AES 977 Pecan Sticky Bun

Hari ini gaya makan saya sangat tidak baik. Itu saya akui. Entah mengapa, hari ini ada semacam impulse yang sangat kuat yang mendorong saya untuk mengikuti keinginan makan. Ketika pagi tiba di kantor, bersama teman-teman saya pergi mengambil sarapan berupa scrambled egg dengan bawang dan ham, 2 buah link sausages, serta semangkuk buah-buahan yang saya pilih yaitu blueberries, nanas dan honeydew. Sampai sini sebetulnya sudah cukup baik, tapi kemudian saya melihat pecan sticky bun, yaitu roti dengan topping karamel dengan pecan. Ini enak sekali karena dulu saya pernah mencoba. Tahu cinnamon roll? Nah ini bentuknya seperti itu tapi yang digunakan bukan cinnamon sugar tapi caramel dan pecan. Tidak ada cinnamonnya. Jadi saya senang sekali. Nah, sampai sini sudah jelas kalori, kandungan lemak dan gula yang saya konsumsi untuk sarapan sudah melebihi dari takaran yang seharusnya.

Gaya makan masyarakat jaman sekarang memang cenderung kurang baik. Menurut statistik untuk kalangan remaja di Amerika, ada 17 anak dari 100 orang termasuk dalam kategori obesitas. Saya yakin jika setiap pagi saya makan seperti hari ini dalam waktu dekat bobot tubuh saya akan meningkat dengan pesat. Hari ini memang saya tidak baik, makan siang dan makan malam juga saya perhatikan melebihi dari yang seharusnya. Sekali-kali, kata saya pada diri sendiri sebagai usaha untuk berdalih. Saya sadar, kemudian hari nanti saya akan lebih berhati-hati dengan makanan.

Pekerjaan saya memang seputar urusan makanan. Beberapa hari terakhir saya harus meng-update labels yang digunakan untuk makanan retail. Semua makanan yang dipasarkan harus mempunyai label, dan itu tugas saya. Saya harus mengisi berapa kalori, kandungan lemak, gula, sodium, bahkan mencantumkan bahan makanan apa saja yang ada dalam makanan itu. Jadi saya sangat terbiasa menuliskan nama-nama seperti Carrageenan, Mono and Diglycerides, Polysorbate 80, dan sebagainya. Kadangkala ketika menulis nama-nama itu lalu melihat betapa tingginya kandungan gula, sodium dan lemak serta kolesterol dari makanan itu, saya menjadi takut. Bayangkan saja berapa persen diantara kita yang membaca informasi nutrisi dari makanan yang kita konsumsi? Biasanya orang melihat angka kalorinya saja tapi tidak sadar bahwa banyak hal lain yang harus kita perhatikan.

Saya kadang sedikit ngomel di tempat kerja. Kita selalu mengembar-gemborkan slogan eat well, makan yang baik, sehat dan seimbang. Tapi ahli nutrisi diam saja ketika mengetahui sepotong kue yang disajikan memiliki hampir 1000 kalori dengan kadungan gula lebih dari 100 persen, kandungan garam yang mencapai angka tidak sehat. Jika benar-benar menginginkan komunitas dapat hidup sehat, tentunya makanan seperti itu dikurangi atau bahkan ditiadakan. Kok ini bisa lolos? Mengingat ini saya langsung mencari informasi tentang sticky bun yang enak sekali yang saya makan tadi pagi. Kalorinya 670, dengan kandungan gula total 51 gram yang artinya sudah mencapai 103% dari jatah konsumsi gula saya sepanjang hari. Nah memperhatikan informasi ini, saya tahu bahwa sepanjang hari saya sudah memasukkan banyak sampah ke dalam tubuh. Pagi saja dari 1 jenis makanan jatah konsumsi gula saya sudah melewati batas, lalu bagaimana dengan kopi, makan siang, makan malam? Itu semua pasti memiliki kandungan gula, bukan? Berapa banyak konsumsi gula saya hari ini? Wah!

Yang enak dan menyenangkan memang tidak selalu baik untuk tubuh kita, apalagi jika mengingat usia. Semakin tua semakin harus bisa menjaga diri, menjaga makanan dan harus selalu aktif berolahraga. Sudah seminggu lewat saya absen ke gym. Momentum yang beberapa saat yang lalu dibangun mulai menghilang. Nah ini menunjukkan arah yang tidak baik. Hidup harus seimbang, jika ingin mengonsumsi makanan yang enak, saya harus juga menyeimbangkan dengan aktivitas memanfaatkan energy yang diproduksi oleh makanan dan jangan dijadikan timbunan lemak yang tidak sehat. Saya memang harus sadar diri!

Foto credit: bostongirlbakes.com

You May Also Like