AES 273 Suara
joefelus
Sunday February 20 2022, 11:24 AM
AES 273 Suara

Begitu saya tinggal di sebuah tempat, di kota kecil yang seringkali pada saat tertentu saya tidak dapat mendengarkan suara apapun, saya baru menyadari bahwa dunia itu sangat bising. Ambil contoh di Bandung, saya tidak pernah, seingat saya, berada pada momen di mana tidak ada suara sama sekali. Setiap waktu saya mendengar suara, entah serangga di malam hari, suara kendaraan lalu lalang, atau suara binatang maupun manusia. Selalu ada suara. sehari, 24 jam, sepanjang waktu! Telinga saya menjadi begitu terlaltih untuk mengabaikan segala bentuk suara itu, terutama di saat hening. Tantangan untuk mengabaikan segala bentuk suara itu sangat tidak mudah karena sekitar saya begitu bising.

Kapan saya benar-benar tidak mendengarkan suara apapun? Berkali-kali saya mengalami ini, yaitu saat turun salju! Tidak ada bunyi serangga, tidak ada nyanyian burung, bahkan tidak ada suara manusia karena semua berada di dalam rumah. Pertama kali saya mengalami ini, ada semacam sensasi yang luar biasa! Saya berada dalam suasana hening tanpa harus berusaha mengabaikan berbagai macam suara.

Saya senang pergi keluar kota, ke desa. Ketika musim dingin dan tidak berangin, dimana semua binatang melakukan hibernasi, maka segala bentuk suara di alam jauh berkurang. Pernah mendengarkan suara air sungai tanpa ada gangguan suara-suara lain? Nah ini juga pengalaman luar biasa! Tidak ada bunyi serangga atau burung, yang ada hanya bunyi sepatu saya ketika menginjak butiran-butiran salju, dan begitu saya berhenti bergerak, hanya suara air mengalir. Hanya itu, tidak ada bunyi lainnya! Saya seolah-olah sedang bermeditasi tanpa secara sadar melakukannya. Hening dan damai!

Beda halnya menjelang musim semi ketika burung-burung kecil bernyanyi seperti chickadee yang mirip dengan kutilang tapi jauh lebih kecil, burung gagak yang suaranya sangat jelek, bunyi tupai yang berlarian ke sana kemari. Nah di musim ini alam banyak menyajikan berbagai macam suara. Apalagi di musim semi selalu identik dengan angin yang kencang. Angin-angin ini yang mungkin nanti membantu penyerbukan sehingga di musim panas nanti akan banyak buah-buahan. Kalau saya sedang jogging, di pinggir jalan banyak pohon-pohon apel dan pear yang berbuah dan berjatuhan di tanah.

Saya menyadari bahwa dunia itu bising ketika saya mengalami momen dimana saya disuguhi sebuah kesunyian yang total disekitar saya. Alam memang menyuguhkan banyak keindahan dari mulai pemandangan hingga suara. Tapi ada saatnya alam tidak menyuguhkan suara sama sekali dan di situ saya baru sadar bertapa kesunyian juga sangat luar biasa indah.***