Pukul 7.30 LongLas masih kosong, pagi ini mendung dan hujan gerimis parkiran sekolah mulai sepi mobil berlalu lalang mengantar anak-anak, aku pergi jalan-jalan ke LongPus untuk melihat puisi buatan warga Smipa eh ada kak Mamat sedang mempersiapkan workshop mandala. Sambil melihat-lihat puisi kak Yanti datang menempelkan mandala buatan kakak-kakak yang sudah dibuat minggu lalu. Wah bagus ya karyanya aku jadi ingin mencoba membuat mandala!
Aku minta sedikit tips dari kak Mamat dan kak Yanti untuk gambar mandala pecah telorku katanya tutup mata saja, ambil 1 kertas berpola dan 3 pensil warna secara acak. Aku dapat kertas berpola dan 3 pensil warna pink, merah dan coklat. Warna earth tone, warna favoritku kebetulan yang baik, aku memulai dengan satu keberuntungan.
Masih sepi, aku menjadi tamu pertama workshop mandala. Senang sekali kak Yanti bisa menjadi tutor pribadiku. Kata kak Yanti membuat mandala seperti mengalirkan pikiran, hati dan perasaan. Oke sesuai dengan urutan warna yang aku ambil pink mempresentasikan pikiran, merah mempresentasikan hati, dan coklan mempresentasikan perasaanku. Mari kita mulai
Pensil pink sesuai urutan kugoreskan duluan. Gambar garis saja. Kita mulai dari yang paling mudah dan lurus, walaupun tampak aneh karena belum terbiasa aku lanjutkan saja membuat gambar berpola garis berwarna pink sebanyak 3 bagian bersebrangan. Setelahnya warna merah, aku menggambar garis lengkung karena aku suka ada variasi bentuk polanya menyesuaikan bagian kosong yang berlum terisi saja. Eh ternyata warna coklat tidak mendapat bagian pada lingkaran pertama mari kita lanjutkan goresan warna cokelat pada lingkaran kedua, lingkaran luar.
Gambar berlanjut bergantian 1 warna untuk 3 bagian bersebrangan, keseruan ternyata membuat waktu bergulir cepat. Tak terasa gambar sudah memasuki lingkaran paling luar, aku ingin menyatukan semua warna. Tanpa sadar gambar lengkung dan garis bergantian menyusun pola baru. Warna pink, merah dan coklat pun bergantian mengisi warna. Selesai! Mandala perdanaku
Kak Yanti memintaku untuk menuliskan arti mandala buatanku hmm..
Oke mari kita buat terawangan berdasarkan gambar mandala, ala Sanya untuk Sanya sendiri.
Dari goresan pertama aku memilih garis yang mewakili pikiran. Aku suka bekerja berurutan sesuai SOP mungkin(?) Nyatanya benar aku suka berpikir lurus, aku suka keteraturan sesuai jalur yang lurus. Seorang idealis yang kurang suka berpikir melenceng keluar tapi ini juga menjadi kekuranganku, orang terlalu lurus begini sulit membuka diri. Sekarang warna pink. Memang cocok, pikiranku berwarna terang, mudah untukku berpikir kreatif dan menemukan ide walaupun masih kesulitan juga menuangkan isi ide. Warna pink mencairkan warna merah yang selama ini terlalu pekat dalam kepala.
Beralih ke garis lengkung yang mewakili hati. Sepertinya cocok dengan suasana hati yang fluktuatif naik turun sepanjang hari. Pada 2 polar yang berbeda, aku dapat merasakan berbagai emosi dalam satu hari. Warna merah sesuai dengan warna hati yang membara, aku memang passionate pada hal-hal yang aku sukai, saat menggambar sekarang salah satunya. Aku suka menenggelamkan diri saat melakukan hal yang kusuka, lupa waktu dan mengerjakan sepenuh hati.
Terakhir warna coklat yang mewakili perasaan. Ijinkan aku tertawa dahulu ahahaha. Lihat yang muncul adalah gambar garis dan lengkung sesuai dengan perasaanku yang kadang lurus kadang lengkung. Perasaanku lurus pada orang lain namun melengkung pada diri sendiri. Coklat memang core tone-ku. Warna netral.
Pada akhirnya gambarku mempresentasikan kombinasi ketiga hal yang dicerminkan dalam gambar. Gambar terluar merupakan gambaran pikiran, hati dan perasaanku yang sudah melebur menjadi semua gambar, pola, dan warna yang padu. Membentuk diriku saat ini.
Overall aku suka keseimbangan dan keselarasan walau pada prakteknya ada saja yang tidak simetris dan sesuai pola secara keseluruhan flaw-nya malah menampakkan keindahan tersendiri, tidak perlu ditutupi biarkan saja menjadi bagian utuh.
Terima kasih waktunya kak Yanti dan kak Mamat (yang kabur duluan).
Gambar diakhir mewakili senyuman kita bertiga tadi pagi, salam.