AES868 Pesta Literasi
Andy Sutioso
Sunday November 9 2025, 1:40 PM
AES868 Pesta Literasi

Tulisan ini agak terlambat munculnya. Terlambat karena memang belum bisa meluangkan waktu di tengah seminggu keriuhan Festival Literasi. Kemudian juga karena perlu waktu untuk mengendapkan berbagai proses dan pengalaman untuk bisa dituangkan ke dalam esai pendek.

Berevolusi dari Festival Buku (Festbuk) menjadi Festival Literasi (FestLit) ; dari satu hari, menjadi dua hari kemudian menjadi satu pekan (5 hari) setelah proses belasan tahun tentunya bicara sesuatu. Ada beberapa hal yang yang bisa kita maknai dari proses ini. 

Pertama adalah bahwa Literasi sudah berkembang sedemikian luas pemaknaannya setidaknya di Rumah Belajar Semi Palar. Ini adalah sesuatu yang membahagiakan. Karenanya seluruh warga Smipa sudah mampu merancang berbagai kegiatan seru yang bertema-dasar Literasi - dalam berbagai bentuknya. 

Festival Literasi kali ini memang diisi dengan beragam kegiatan. Kegiatan yang direncanakan, disiapkan dan digulirkan oleh keluarga besar Semi Palar. Ini yang luar biasa. Mulai dari peresmian dinding biru - diwarnai dengan lagu ciptaan jenjang SD-Kecil tentang Festival Literasi... Ada pojok Mandala, ada pementasan drama, ada wayang Emosi dari kelas dua. Ada kolaborasi penulisan buku anak, kolaborasi dengan Goethe Institut dan komunitas Jatinangor Aksara Sunda. Belum lagi rekaman podcast dongeng, pojok cek fakta dari KPB, penulisan AES, Tanda Tanya Smipa (Teka-teki Silang) dan masih ada lainnya. Oh iya tak lupa ditutup dengan pemutaran filem Pakta Ledak yang filemnya dibuat oleh @yopie dan teman-teman. Ini istimewa... banget... Saya sempat menulis juga esai dengan judul Banjir Ide, Banjir Semangat Festlit TP21

Lebih jauh perayaan ini betul melibatkan seluruh warga Smipa, teman-teman orangtua dan kakak-kakak ditambah komunitas yang terlibat. Tidak berlebihan kalau kita menyebutnya sebagai sebuah pesta. 

Terakhir walaupun bukan berarti paling tidak penting, penamaan Festival adalah memang bentuk dari sebuah perayaan. Dan ini menggaris bawahi juga bahwa Literasi di Semi Palar bukan sekedar pelajaran baca tulis. Literasi adalah bagian penting dari kehidupan - sebuah cara manusia memandang dirinya dan kehidupannya. Selanjutnya kehidupan adalah anugerah Sang Pencipta kepada kita semua tentunya sesuatu yang sangat perlu disyukuri dan perlu dirayakan. Inilah beberapa hal yang perlu jadi catatan, kesadaran kita bersama tentang Festival Literasi di Semi Palar. Ada banyak hal mendasar di balik keseruan yang sempat terjadi. 

Sebagai catatan penutup, bagi saya pribadi yang juga sangat saya rayakan adalah bermunculannya penulis-penulis baru di AES yang pecah telor. Dalam hitungan saya sudah ada lebih dari 10 penulis baru dan beberapa di antaranya juga sudah maju ke tulisan ke dua, ke tiga dan seterusnya. AES memang dalam pandangan saya adalah indikator kultur literasi yang tinggi di sebuah komunitas belajar. Menulis, menulis bebas adalah dalam pandangan saya adalah tingkatan literasi yang paling tinggi. Saya sempat menulis juga bahwa menulis adalah cara kita untuk merayakan kehidupan. Pelan-pelan kita semua sedang menuju ke sana. Semangaat. Hatur nuhuun sadayana. 

You May Also Like