Pagi ini saya kembali menulis di Ririungan - setelah beberapa waktu berjarak dengan ruang penulisan ini. Banyak hal yang seliweran di kepala. Tapi di akhir tahun kemarin semangat saya menulis sedang sangat rendah. Beberapa kali di penghujung tahun saya sempat mulai menulis tapi tidak menuntaskannya. Hari ini saya mulai lagi menulis sebagai tulisan perdana saya di 2024.
@joefelus di akhir tahun banyak menuliskan refleksinya. Saya sendiri juga banyak merefleksikan diri tapi entah kenapa memutuskan untuk tidak menuliskannya. Kalau ditanya bagaimana perjalanan 2023, saya akan yang bilang 2023 itu bagi saya seperti naik Roller Coaster. Naik turun kiri kanan dan seterusnya. Bahkan buat saya yang tidak terlalu suka wahana seperti Roller Coaster dan semacamnya, bagi saya hal-hal semacam itu malah bikin saya pusing dan mual. Banyak hal berubah di dalam kehidupan saya di tahun ini. Setelah perjalanan lebih dari 18 tahun kehidupan saya boleh dibilang'datar-datar saja' tahun ini bagi saya luar biasa. Dari luar tampak tidak banyak berubah tapi bagi saya pribadi 2023 adalah tahun yang extraordinary (luar biasa).
Salah satunya adalah keputusan saya untuk bertahap mundur dari peran Kepala Sekolah di Semi Palar dan lebih banyak beralih sebagai pengurus yayasan. Perspektif saya juga berubah. Karena tidak langsung lagi menangani operasional, banyak hal yang saya pikirkan lebih tentang keberlangsungan Semi Palar ke depan. Di sisi lain bukan lagi saya yang memegang langsung kendali operasional di sekolah. Saya harus mendelegasikan dan menaruh mempercayakan hal-hal teknis harian kepada tim di Semi Palar. Yang jadi catatan saya saat ini adalah bagaimana memastikan spirit, nilai dan konsep² Semi Palar yang selama ini dibangun memang sudah cukup dipahami dan dihayati oleh sebagian besar warga Semi Palar.
Nyambung dengan tulisan sebelumnya yang judulnya teu pararuguh, situasi saya secara pribadi juga tidak baik. Banyak hal yang mendistraksi, dan saya banyak merasa seperti mengawang dan kehilangan pijakan. Entah kenapa. Mungkin karena abis naik Roller Coaster... Saya juga sedang kehilangan rutin waktu hening. Sepertinya ini berpengaruh juga. Jadi salah satu komitmen saya di awal tahun ini, adalah kembali melakukan waktu hening dan juga menulis. Harapannya, kedua hal sederhana yang diterapkan untuk membersamai diri sendiri bisa menjangkarkan diri kita agar berdiri lebih tegak dan menjadikan kaki kita mantap berpijak untuk melangkah.
Apapun itu, kita perlu meyakini bahwa kehidupan adalah sebuah siklus. Ini memang hukum alam. Saat kita merasa sedang di bawah, siklus inilah yang akan membawa kita ke atas. Kuncinya sederhana, kita tidak boleh berhenti bergerak. Karena pergerakan ini berkorelasi dengan dinamika dan dinamika ini pula-lah yang membantu terjadinya perubahan. Semoga 2024 menjadi tahun yang dipenuhi kebaikan bagi kita semua. Salam.