Belum tahu apa judul esai ini, tapi sangat berhubungan dengan apa yang dituliskan Joe di esainya yang berjudul Hope (harapan).
Akhir tahun, selalu jadi momen untuk berjeda, lepas dari kesibukan rutin sehari-hari. Kesempatan ini jadi ruang hening untuk merefleksikan berbagai hal terutama hal-hal yang berjalan tidak sesuai atau tidak berjalan dengan baik. Selanjutnya tentu ini jadi momen untuk melangkah lagi dengan menata ulang hal-hal yang perlu diperbaiki.
Tahun 2022 ini adalah tahun yang sarat dengan perubahan besar dalam kehidupan saya pribadi dan keluarga. Perubahan ini berdampak betul pada kesetimbangan yang selama ini berjalan selama bertahun-tahun, bahkan selama belasan tahun.
Salah satunya adalah keberangkatan Rico di akhir bulan Juni 2022 lalu. Di momen ini saya sempat menulis esai yang judulnya No Looking Back. Tulisan ini adalah perubahan besar tentang Rico yang mengambil langkah besar dalam kehidupannya. Di sisi saya dan ibunya - sebagai orangtua, tentunya ada perubahan besar juga yang terjadi.
Tanpa bercerita lebih detail, tentunya ada banyak hal juga yang perlu disesuaikan agar perjalanan kehidupan saya bisa kembali ke kesetimbangan yang baik. Mestinya perubahan besar ini ada hubungannya dengan siklus tujuh tahunan saya yang ke sekian. Siklus kehidupan yang berjalan dan terus membawa perubahan. Kalau disadari betul perjalanan apa yang ada di hadapan kita, tentunya kita bisa menyesuaikan diri agar setiap prosesnya membawa kebaikan. Manusia pada dasarnya enggan berhadapan dengan perubahan. Dan perubahan selalu menghadirkan ketidak-nyamanan sebelum kesetimbangan baru ditemukan. Tapi di dalam perubahan, ada kesempatan baru yang hadir - di sanalah harapan tersimpan. Mudah-mudahan saya bisa menemukan hal-hal tersebut dari segala perubahan besar yang dialami. Salam.
Photo by Nataliya Vaitkevich: https://www.pexels.com/photo/a-close-up-shot-of-letter-dice-6120219/