AES 357 Why Do We Do What We Do?
joefelus
Sunday May 15 2022, 7:08 AM
AES 357 Why Do We Do What We Do?

Sebagai mahluk hidup, atau lebih tepatnya manusia, kita selalu penuh dengan pertanyaan. Kehausan kita akan jawaban terhadap segala pertanyaan menjadikan manusia seperti sekarang ini. Kita mempertanyakan segala sesuatu sejak kecil, bahkan ketika sudah dewasapun kita tidak berhenti bertanya. Ketika kita sudah dewasa, jawaban sederhana tidak lagi cukup, lebih seru lagi begitu memperoleh jawaban seringkali justru menimbulkan pertanyaan yang baru. Tidak pernah habis dan tidak pernah selesai.

Hari ini saya tidak punya agenda. Biasanya saya sudah berkeringat di gym, menikmati kebahagiaan yang dipompa oleh tubuh dengan adrenalin dan endorphin. Seringkali berteriak, tertawa bahkan tidak jarang menangis karena seluruh tubuh dipenuhi dengan emosi yang meledak-ledak. Tapi tidak saya lakukan hari ini karena saya ingin memberikan lutut saya istirahat cukup dan menghindari cidera. Saya tidak mau memaksakan diri yang kemungkinan dapat merusak rencana saya untuk ikut marathon. Pagi ini saya duduk di kedai di pusat kota menikmati kopi, sepotong mushroom quiche dan Banana pineapple muffin. Sekali-kali saya ingin memanjakan tubuh ini dengan melakukan sesuatu yang "nakal" dengan makan seenaknya, minum sesukanya tanpa memikirkan kalori. Sekali-kali tubuh ini ditraktir "kebahagiaan" yang berbeda. Hahaha..

Kenapa saya memulai esai ini dengan mengangkat "pertanyaan" sebagai pembuka? Sebab tadi pagi ketika membuka mata, saya tiba-tiba dihadapkan pada sebuah pertanyaan,"Why do I do what I do?" hmm.. Menarik ya? Pertanyaan mengapa saya melakukan hal-hal yang saya lakukan setiap hari, adalah sebuah pertanyaan yang sangat besar dan sangat penting yang menjadi dorongan saya untuk terus maju dan tidak pernah berhenti melakukan sesuatu. Pertanyaannya mengapa saya melakukan semua itu? Mengapa saya bangun pagi, mengapa saya berolahraga, mengapa saya ingin bahagia, dan mengapa-mengapa lainya. Tidak ada habisnya, sebab jawaban yang satu dari sebuah pertanyaan akan menghasilkan pertanyaan baru. Pendeknya, apa yang memotivasi saya untuk terus melakukan hal-hal yang saya lakukan setiap hari, itu yang mendorong saya untuk terus melakukan sesuatu.

Sekarang pertanyaannya apa yang memotivasi kita untuk menjalani hidup? Motivasi itu banyak sekali ternyata. Motivasi dapat terbentuk karena kita menginginkan sesuatu. Saya ingin sehat dan menjaga kondisi tubuh karena ada kelainan kelenjar thyroid, maka saya makan teratur, saya rajin olahraga dan makan obat tiap hari. Ini motivasi. Motivasi juga ditumbuhkan karena kita membutuhkan sesuatu. Kita butuh makan, kita butuh berteduh, kita butuh membangun masa depan, maka kita mempunyai motivasi untuk bekerja dan menjalani kehidupan sehari-hari karena ada mimpi akan masa depan. Untuk mencapai masa depan kita butuh makan, kita butuh tempat tinggal, dan sebagainya.

Jika semua motivasi itu tergantung pada kebutuhan, kenapa kita berbicara tentang segala macam bentuk motivasi? Tampaknya bermacam-macam motivasi timbul karena perbedaan tingkat awareness, tingkat kesadaran setiap orang. Perbedaan tingkat awareness menentukan berbagai macam tingkah laku, tindakan, menghubungkan antara kebutuhan dan tindakan! Saya butuh sehat, maka saya berolahraga, saya makan sehat!

Hanya saja, kita tidak selalu mengetahui apa yang kita inginkan. Kita banyak melakukan tindakan berdasarkan keinginan dan kebutuhan tanpa sebenarnya mengetahui apa keinginan kita, apa kebutuhan kita. Nah di sini awareness sangat diperlukan. Tanpa kesadaran yang jelas, apa yang kita lakukan tidak banyak berarti karena yang kita lakukan hanya bersifat impulsif dan spontan yang kemungkinan besar tidak benar-benar berhubungan dengan apa yang benar-benar kita inginkan.

Sepanjang pagi saya memang berpikir tentang apa yang memotivasi saya untuk melakukan kegiatan yang biasa saya kerjakan setiap hari dan terus terang saya bingung. Hidup tidak semudah makanan misalnya, jika saya ingin makan chili con carne, karena semalam saya ngobrol dengan Kano yang kangen makanan seperti ketika di Hawaii, jenis makanan agak aneh untuk orang-orang bule di daerah lainnya, yaitu chili con carne dimakan bersama nasi dan sosis. Ini hanya ada di Hawaii. Nah karena ada keinginan ini, saya ke supermarket membeli daging sapi cincang, pasta tomat, tomato sauce (bukan ketchup atau saos tomat yang manis buat makan dengan french fries loh, tapi lebih mirip dengan saos untuk spagghetti atau pizza), bawang bombay, paprika hijau dan cabe hijau (Jalapeno). Tiba di rumah langsung masak dan dalam waktu kurang dari 1 jam sudah siap untuk makan siang. Tindakan itu saya lakukan demi menjawab keinginan untuk makan chili con carne! Mudah bukan? Tapi bagaimana dengan keinginan dalam hidup? apa kebutuhan dalam hidup? Ini butuh pemikiran yang serius sebab salah-salah segala sesuatu yang saya lakukan setiap hari hanya spontan, impulsif dan akhirnya berhenti di tempat tidak kemana-mana!


Bagaimana kita bisa memilih sesuatu yang mengarah pada menjawab tantangan kebutuhan dan keinginan dalam hidup. Tentunya yang pertama harus kita temukan adalah menjawab pertanyaan tentang apa kebutuhan hidup kita? Apa keinginan hidup kita?. Nah baru dari situ kita bisa memulai melakukan semua kegiatan demi menjawab pertanyaan-pertanyaan itu sehingga bukan semata-mata tindakan yang impulsif dan tanpa tujuan yang jelas. Tidak mudah ternyata! Karena kebanyakan dari kita tidak betul-betul mengetahui apa kebutuhan utama kita dalam hidup. Kita hanya menjawab kebutuhan-kebutuhan yang tidak terlalu relevan. Saya bekerja keras karena ingin punya rumah, ingin punya kendaraan, dan keinginan-keinginan lainnya. Apakah itu betul-betul kebutuhan dan keinginan hidup kita?

Motivasi yang mendorong kita untuk melakukan apa yang kita lakukan setiap hari mungkin perlu kita pikirkan lebih dalam, butuh awareness yang lebih, tidak hanya sekedar menjawab perasaan dan pikiran yang seadanya, atau karena sudah menjadi kebiasaan dan hanya sekedar menjawab impuls yang mendorong kita untuk bertindak. Saya harus berhenti sejenak dan slow down sebentar sebelum bertindak. Karena slowing down memungkinkan saya untuk mendengar dan menterjemahkan pesan dari "dalam", memungkinkan saya untuk benar-benar bertanya pada diri sendiri apa yang sebetulnya saya inginkan, tidak hanya semata-mata menjawab apa yang saya rasakan dan hanya sekedar bertindak berdasarkan kebiasaan, saya membutuhkan clarity!

Barusan saya menonton film The fundamental of Caring di Netflix. Ini kali ke dua saya menonton film ini, tentang seorang caregiver yang membantu seorang pemuda yang mengidap penyakit Duchenne Muscular Dystrophy, penyakit yang langka yang kebanyakan menyerang kaum pria yang kehilangan kekuatan otot-ototnya sehingga tidak dapat bergerak dan harus duduk di kursi roda dan dibantu dalam melakukan hampir semua kegiatan termasuk ke kamar mandi, naik turun tempat tidur dan sebagainya. Ini penyakit yang mengakibatkan kelumpuhan. Di film itu, si pemuda ditanya, jika dia bisa memilih untuk melakukan sesuatu, apa yang dia inginkan. Dia menjawab," Saya ingin bisa pipis sambil berdiri!" Atau seperti film Grease yang sekarang kebetulan sedang diputar di TV, John Travolta dan olivia Newton John menyanyi,: "You're the one that I want." hmm... kalau saja hidup itu begitu mudah dan kita tahu apa yang kita inginkan, mungkin hidup akan jauh lebih sederhana dan tidak complicated seperti ini. Tapi apakah akan seru jika kita dengan mudah mengetahui apa yang kita inginkan?

Foto credit: eugenetherapy.com

You May Also Like