AES 1040 Tentang Makanan
joefelus
Saturday March 30 2024, 12:29 PM
AES 1040 Tentang Makanan

"I am not going to prepare french fries, I'm just going to eat these wings. And thanks for making me Jalapeno ranch, dad." Kata Kano sambil menyomot sepotong sayap ayam, mencocolnya ke ranch dressing yang barusan saya buat lalu dengan nikmat mulai mengunyah dengan lahap.

Sebetulnya saya sama sekali tidak punya rencana untuk membuat buffalo wings. Sepulang kerja tadi saya hanya ingin mampir di supermarket karena berjanji pada Kano untuk membuat ranch dressing yang pedas karena saya tambah jalapeno. Kano kalau malam tukang ngemil dan dia suka sekali makan tortilla chips yang dia cocol ranch dressing pedas. Jadi sore tadi saya langsung ke supermarket untuk membeli cabe jalapeno, buttermilk dan juga ranch mix. Tapi ketika di sana, saya melihat 1 tray sayap ayam yang sedang didiskon. Harganya mendapat potongan 55%, langsung saya beli karena ini murah sekali.

Rencananya akan saya masak besok dan malam ini saya berencana akan mengajak Kano dan ibunya makan di luar karena saya terlalu capek dan agak malas jika harus bekerja di dapur dan mencuci piring sesudah makan. Tapi seperti biasa kalau akan makan di luar diskusinya macet, semua hanya mengatakan,"terserah." Ini perkataan yang selalu saya benci. Pertama saya yang berinisiatif dan punya gagasan, ketika dilempar untuk dibahas, saya tidak memperoleh masukan apa-apa. Ujung-ujungnya nanti saya yang menjadi penggagas, pengambil keputusan, koordinator, pelaksana sekaligus penyandang dana! Hahaha..

Yang saya bayangkan sebetulnya, melemparkan gagasan lalu menerima masukan-masukan yang kemudian diputuskan bersama. Nah itu pasti akan menyenangkan sekali. Saya sudah sangat lelah dan bersiap-siap untuk menikmati akhir pekan, alangkah menyenangkannya jika dibuka dengan acara duduk-duduk, makan malam bersama dan ngobrol. Tapi rencana saya buyar karena semua mengatakan "terserah". Bukan itu yang saya harapkan. Akhirnya gagal total.

Daripada saya mikir, menimbang-nimbang, mengambil keputusan lalu nyupir dan akhirnya bayar, ya lebih baik tidak kemana-mana. Toh akhirnya saya sendiri juga yang capek dan keluar biaya. Betul tidak? Apakah teman-teman pernah mengalami ini? Saya yakin pernah atau malah sering. Ya, saya tidak suka jika semua saya yang mengatur dan hanya didomplengi. Tujuan untuk makan di luar sebetulnya agar tidak capek, dapat beristirahat.

Daripada petang ini menjadi semakin kisruh karena tidak ada dukungan pihak lain, saya langsung ke dapur. Kalau orang jawa bilang, "wis kadung!", sudah terlanjur. Maksudnya sudah terlanjur capek ya sudah diteruskan saja, toh membuat sayap ayam sangat mudah. Saya punya instapot, sehingga sayap ayam yang sudah saya potong dua, lalu dibersihkan, saya masukkkan keranjang dan dimasak di instapot selama 5 menit. Sambil menunggu, saya membuat saosnya yaitu saos pedas ala buffalo yang saya campur mentega lalu nanti saya aduk dengan sayap ayam sebelum saya masukkan air fryer. Jadi hampir tidak ada minyak kecuali sedikit mentega.

Sekitar 45 menit sayap ayam sudah siap di meja. Kano seperti biasa yang penciumannya tajam dan kamarnya di atas dapur mencium bau harum langsung turun sambil kelaparan. 27 potong ayam langsung ludes karena Kano tidak makan nasi ataupun kentang, hanya sayap ayam, tortilla chips dan ranch dressing.

"Bukannya kamu ga doyan ayam yang ada tulangnya?" Tanya saya menggoda.

"Itu dulu. Aku takut sama tulang." Katanya sambil menyomot sayap ayam mencelupkannya ke ranch dressing lalu sibuk menyuapkan ke mulutnya.

Apakah betul anak ini takut tulang, saya tidak tahu. yang saya yakin adalah anak ini takut tangannya kotor. Waktu kecil jika tangatnya terkena lem atau cat sudah panik setengah mati, apalagi terkena saos dan sambal. Bisa histeris dia. Tapi sekarang dia berubah total. Dengan nikmat dia makan sayap ayam, mungkin hampir 20 potong sebab ibunya hanya makan 2 dan saya paling banyak 5.

Akhirnya saya senang tidak jadi keluar rumah. Sesorean tadi memang terus menerus hujan, jadi keluar rumah agak enggan juga. Untunglah tadi memutuskan membeli ayam.

Urusan mengelola makanan di rumah memang tidak mudah. Semua mengatakan "terserah" karena berusaha menyesuaikan dengan keinginan yang lain. Hanya saja kata terserah seolah-olah memiliki arti "Kamu aja yang atur, kita ngikut aja." Nah ini buat saya tidak menyenangkan. Daripada saya capek berpikir lagi, ya sudah sekalian saja sibuk di dapur. Ya begitulah..

Foto credit: parkview.com