AES062 Merasa Cukup
Sanya
Friday December 13 2024, 7:19 PM
AES062 Merasa Cukup

Hari ini hari terakhir adiknya Sei sekolah. Berakhirnya term 2 sekaligus acara tutup tahun di sekolah mengadakan acara pertunjukan dan syukuran hari ibu. Acaranya mirip-mirip dengan babarengan, anak-anak menampilkan tarian kemudian ditutup oleh acara potluck. Kami para orang tua membawa makanan/ minuman sekitar 20-40 porsi per anak. Jumlah murid ada sekitar 40 anak, terbayang kan meriahnya acara itu. Berbagai macam makanan mulai dari makanan berat, makanan ringan, camilan manis, camilan asin, segala jenis minuman tak kalah menarik mulai dari es campur dan minuman segar lainnya ada. Acaranya digelar di teras samping taman bermain. Makanan berjejer mengelilingi teras sungguh memanjakan mata, melihatnya pun membuat bingung mau coba yang mana?

Adik mengamati makanan di atas meja satu persatu bertanya apa ini, apa itu? sambil berkeliling sepertinya adik belum menentukan pilihannya, apa yang mau dia coba. Ah akhirnya dia menentukan pilihannya, kue lapis! Memang itu camilan kesukaannya. Dia bilang itu kue jeli, dia suka teksturnya yang kenyal dan lembut. Sambil menikmati kue lapis kami pun duduk di pinggir taman, melihat dari jauh wajah-wajah bahagia warga sekolah yang sibuk menikmati hidangan.

Tak lama Fajrin ikut duduk disebelahku, dengan wajah khawatir dia bilang, "Bu kayanya ada penyusup disitu". Sudah kuduga, dia juga menyadari ada yang janggal pada area jamuan. Saat ku konfirmasi apakah betul orang itu yang dia maksud ternyata benar, kami memikirkan hal yang sama. Aku menyadari sejak bersama adik melihat-lihat makanan di area teras tadi.

Aku dan Fajrin selalu mengajarkan pada anak-anak untuk menghabiskan makanan yang diambil. Bagaimanapun kamu adalah makanan yang kamu makan. Dari awal niat makan pun harus baik, didapatkan dengan cara yang baik pula. Makanan adalah berkah dari Tuhan. Apalagi disaat seperti ini jangan sampai lapar mata saja, semua hidangan akan terlihat menarik dan enak perlu mengontrol diri agar tidak mengikuti nafsu belaka yang ujungnya adalah tindakan impulsif. Membuang-buang makanan.

Maaf disana kami melihat ada seorang tamu yang membawa bungkusan plastik, wadah makanan didalam tas besar. Saat kami semua menikmati makanan dengan santai sambil berbincang orang itu sibuk mengitari semua meja dan memasukkan berbagai hidangan yang tersedia kedalam tas miliknya. Mengambil makanan dalam porsi banyak dan buru-buru menghabiskannya sampai maaf, bajunya kotor dan basah. Aku yakin orang itu bukan penyusup karena kami memakai dresscode yang sama untuk acara hari ini, tapi aku tidak familiar dengan wajahnya, mungkin keluarga baru.

Rasanya kami menjadi tidak nyaman ada didalam situasi itu, selesai menghabiskan makanan kami memutuskan untuk pulang lebih awal. Di mobil kami masih saling diam, mencerna kejadian yang kami lihat tadi. Perbincangan kami mencari apa yang mendasari perilaku tersebut. Kami rasa bukan faktor ekonomi melihat latar belakang keluarga di sekolah itu. Lalu apa penyebabnya?

Apakah orang tersebut pernah hidup sangat kesusahan sehingga ketakutan tidak memiliki makanan?

Apakah karena ada peluang mendapatkan makanan gratis sehingga terdorong mengambil sebanyak-banyaknya?

Apakah itu semata hanya untuk kepuasan diri saja?

Apakah pengendalian dirinya kurang baik sehingga tidak bisa berhenti dan merasa cukup?

Tentu saja kami tidak dapat mengendalikan apa yang terjadi diluar diri. Namun hal ini menjadi refleksi untuk kami berdua. Kembali kami mawas diri sebagai orang tua penting untuk mengajarkan anak arti 'cukup'. Belajar untuk mencukupi kebutuhan bukan memenuhi keinginan. Mengendalikan diri dari godaan napsu manusia yang selalu menginginkan hal lebih, hal yang belum kita miliki.

Menjadi manusia yang berkesadaran.

joefelus
@joefelus   2 years ago
Hahaha.. kejadian seperti itu ada di mana-mana, Mbak. Pertama saya memiliki reaksi yang sama, apalagi orang itu saya kenal dan kaya raya. Menarik ya karakter manusia itu. Peristiwa itu saya jadikan bahan pelajaran.
sanya
@sanya   2 years ago
Kemarin sampe ga napsu makan betul pak duh liatnya aja kenyang ampun deh😅