Saya percaya tidak ada metode pembelajaran terbaik, yang ada adalah metode pembelajaran yang paling cocok di lingkungan atau waktu tertentu. Setelah mengembara di beberapa sekolah termasuk di Rumah Belajar Semi Palar, saya mencoba merangkum apa yang saya sudah dapatkan ke dalam suatu model pembelajaran yang bisa saya aplikasikan setiap harinya.
Saya merancang Model Pembelajaran Praktis yang bisa diaplikasikan dengan praktis oleh semua guru dari jenjang SD hingga perguruan tinggi untuk kegiatan belajar. Terinspirasi dari teori konstruktivisme, pembelajaran holistik Ki Hajar Dewantara dan Rudolf Steiner, Critical Pedagogy Paulo Freire, dan Zone of Proximal Development dari Vygotsky. Penerapannya mengikuti empat langkah model pembelajaran praktis. Pemantik, Eksplorasi, Diskusi, Praktik & Refleksi.
Model yang saya rasa cocok untuk saya gunakan ini pun belum tentu cocok ketika digunakan orang lain, bisa jadi juga cocok di satu tempat tertentu namun tidak cocok di tempat lainnya. Tentunya model ini juga akan saya coba terus kembangkan ketika saya mendapat ilmu baru di tempat mengembara selanjutnya. Semoga sebagai pengembara ilmu saya bisa terus menjadi seperti apa yang Steve Jobs katakan "stay hungry, stay foolish."
Ketika membaca The Dunnning-Kruger effect saya jadi selalu berharap semoga saya tidak terjebak menjadi orang yang berhenti belajar lalu terlalu percaya diri dengan ilmu yang sudah dimiliki, namun sebaliknya bisa percaya diri karena tidak pernah berhenti belajar dan bisa menjadi "guru".
https://thehrbpstory.com/2017/11/28/the-dunning-kruger-effect/
Sama seperti apa yang Umar bin Khattab juga katakan, saya berharap tidak terjebak di tahapan pertama belajar ilmu, yaitu tahapan menjadi sombong. Saya berharap bisa melaju ke tahapan selanjutnya yaitu tahapan menjadi rendah hati. Lalu bisa melaju lagi ke tahapan merasa tidak tahu apa-apa karena masih banyak hal yang harus dipelajari.Β
Stay hungry, stay foolish.
Mantap kak. Good post! ππΌππ€