AES 1165 Ketika Sudah Tidak Ada
joefelus
Monday August 5 2024, 12:00 AM
AES 1165 Ketika Sudah Tidak Ada

Kita mulai memperhatikan dan aware tentang waktu sebetulnya ketika kita mulai tidak memilikinya. Wajar saja menurut saya, dan hal semacam itu tidak hanya berlaku untuk waktu tapi juga untuk hal-hal lain. Seperti benda, atau yang saya rasakan sekarang adalah kendaraan. Ketika memilikiya persaaan saya ya biasa saja. Tapi begitu saya tidak memiliki lagi, baru terasa bahwa jetergantungan saya pada kendaraan sangat tinggi. Atau contoh lain, pekerjaan. Ketika masih bekerja, tidak jarang kita enggan atau malas di pagi hari. Ada keenggannya untuk berangkat kerja. Tapi begitu sudah tidak memiliki pekerjaan, ada perasaan rindu untuk kembali bersiap-siap ke kantor lalu bertemu dengan kolega di tempat kerja.

Hari ini kendaraan yang sudah saya miliki bertahun-tahun terjual. Nina sudah "mengiklankan" di sosial media. Setidak-tidaknya hampir 1 minggu. Sudah ada banyak orang yang menanyakan, beberapa orang bahkan berjanji untuk melihat, tapi selama beberapa hari yang sudah ditentukan semuanya gagal. Ada yang berhalangan ketika berusaha berangkat menemui kami, ada yang malah kendaraannya mogok ketika sedang mendatangi kami, dan ada beberapa yang tidak ada kabarnya. Nah siang ini sesudah makan siang, ada 2 orang dari Jedah yang ingin melihat kendaraan kami. Bukan sengaja datang dari Jedah, tapi kebetulan berasal dari kota Jedah. Dan lebih lucu lagi ternyata adalah bekas tentangga kami di University Village, di kompleks apartemen kami dulu. Sayua memang merawat kendaraan dengan baik, sehingga memang kondisinya sangat baik, bahkan beberapa saat yang lalu banyak yang sudah diperbaiki atau diganti. Mereka puas, harga kemudian dirundingkan dan kendaraanpun berpindah tangan. Pada saat itu saya beru sadar bahwa mobilitas saya menjadi terbatas. Untuk pulang, saya butuh tumpangan! Pada saat itupun saya mulai merasa kehilangan.

Saya masih dapat bergurau dengan teman-teman. Yang saya katakan ke mereka adalah bahwa saya sekarang homless, jobless, do not have a car and no isurance! Ya, saya sekarang tidak memiliki tempat tinggal, pengangguran, tidak punya kendaraan dan juga tanpa asuransi kesehatan. Saya hampir kehilangan semua hal-hal yang esensial.

Kalau ada yang bertanya apakah saya bersemangat, excited, untuk pulang ke tanah air. Hahaha... kalau mau jujur, terus terang jawabannya tidak. Bukan saya tidak mencintai tanah air, tapi terus terang saya tidak mau kehilangan banyak hal yang selama ini sudah saya nikmati dan saya miliki. Sederhana saja, ketika liburan, ketika jalan-jalan, apakah kita dengan mudah menerima ketika saat liburan itu berakhir? Saya yakin kalau ada yang menjawab "good to be back" atau senang kembali ke rutinitas, mereka itu berbohong! Saat ini saya ingin jujur dan tidak berbohong, dan saya tadi telah menjawab: tidak! Tapi ya begitulah hidup. Ada awal dan ada akhir. Saat ini saya harus mau menerima bahwa saat-saat akhir telah semakin dekat. Saya boleh saja kehilangan segala sesuatu yang satu demi satu telah tidak ada, tapi itulah kenyataan hidup.

Foto credit: ouinolanguages.com