“keren sultan” sebuah apresiasi dari beberapa orang yang tak pernah ku sangka. Kami bisa mendapatkan apresiasi walaupun menurutku pentas kemarin kacau, piring pecah di tengah show yang mengharuskan improvisasi dadakan, mic yang jatuh, tombak tombak yang jatuh. aku hendak menangis, aku merasa aku gagal, aku merasa seharusnya aku bisa lebih dari ini. Namun di akhir pentas, banyak apresiasi yang membuatku terkejut. Sudah terbayang dalam benakku ketika selesai pentas semua orang akan langsung pulang dan kami langsung akan mendapatkan evaluasi habis habisan. malam itu aku mengingat kembali semua proses.
Saat itu kami berkumpul di bengkel menyusun meja membentuk persegi panjang. Kami mendiskusikan tentang drama ini, dimana kami masih mengeluarkan ide ide liar yang lalu kami cross check dengan sejarah, dan kami tidak ingin menyinggung hal yang terlalu sensitif. Kala itu aku memegang gitar kecil sembari memainkannya di bengkel, aku hanya menikmati hari itu dengan canda tawa tak menyangka ide ide itu ternyata menjadi pentas yang cukup besar.
Baranang siang. kali pertama aku menonton teater bersama teman teman baruku. kami begitu mengapresiasi penampilan teman teman Pasundan 2 yang tampil pada saat itu, tak pernah terpikir bahwa kita akan ada di posisi itu. . setelah menonton kami jalan kaki ke griya di jalan sunda. hari itu aku merasa senang, kami menghabiskan waktu yang cukup menyenangkan.
11 April 2025, selesai. pada hari itu aku begitu lelah, setelah meninggalkan mayang sunda aku menangis. aku merasa lelah, bahagia, rasanya campur aduk. mengingat semua yang terjadi aku mendapatkan banyak hal. terimakasih atas tenaga dan waktu yang sudah dikorbankan oleh banyak pihak. aku bersyukur dikelilingi orang orang aung supportive.
proses yang kami lalui beberapa bulan ini membuatku melihat hal hal yang tak pernah ku lihat sebelumnya. sifat sifat yang tak pernah kulihat sebelumnya. semuanya sudah selesai, sekarang waktunya melangkah maju.