Di rumah, aku memiliki beberapa tanaman buah. Hari ini ada beberapa tanaman yang buahnya telah siap dipanen dan bisa dimakan.
Tanaman yang pertama adalah murbei. Saat awal berbuah dan ada yang siap panen pun bisa langsung dapat banyak. Sekali panen minimal bisa dapat lima buah. Kalau dapat banyak, rasanya senang sekali dan tidak sabar untuk memakannya. Warnanya yang hitam agak ungu mengkilap pun tampak cantik. Apalagi setiap panen hampir semuanya pasti manis sekali. Kalaupun ada yang kurang manis, sebenarnya lebih ke manis tapi ada asam sedikit. Itu pun biasanya karena dia memang belum pas untuk waktu panen. Si buahnya sudah siap lepas tapi kalau dibiarkan sehari lagi saja itu pasti akan manis.
Stroberi adalah yang selanjutnya. Waktu panen stroberi biasanya beda sedikit dengan murbei. Biasanya mulai berbuah sebelum murbei berbuah. Tapi sering juga mereka berbuah bersamaan. Berbeda dengan murbei, biasanya kalau panen cuman dapat sedikit, paling cuman dapat 1 atau 2 saja. Karena tanamannya pun tidak banyak dan seringkali kami lupa hingga akhirnya ada buah yang keburu membusuk. Walaupun cuman sedikit, rasanya sangat-sangat manis. Aku tidak pernah makan stroberi (terutama yang dijual di supermarket) yang rasanya semanis ini. Kadang pas sudah mau makan mulut tuh langsung bersiap dengan rasa asam. Tapi akhirnya saat tergigit pertama kali, langsung persiapan merasa asam itu hilang dan diselimuti rasa manis.
Tanaman terakhir adalah yang paling sulit ditanam dan akhirnya mulai berbuah, markisa. Dari dulu dia kaya sekarat, hidup, sekarat, hidup. Tapi buahnya pun mulai bermunculan. Seringkali buahnya juga gagal bertahan hingga panen. Akhirnya sekitar bulan lalu ada dua buah yang siap untuk dipanen. Rasanya sangat manis dan warnanya cantik sekali. Hari ini pun ada satu yang dipanen. Walaupun luarnya masih hijau, dalamnya sudah matang. Rasanya pun manisss, ada asamnya sedikit sih.
Ini lah hal yang selalu aku tunggu setiap menanam tanaman. Perasaan untuk panen dan konsumsi apa yang kita tanam tuh senang, bangga, dan asik.