AES 1103 Nyaman Dan Tidak Nyaman
joefelus
Sunday June 2 2024, 12:00 AM
AES 1103 Nyaman Dan Tidak Nyaman

Kita sejak kecil sudah terbiasa menghakimi perasaan, men-judge emosi kita Sejak kecil kita juga "dididik" untuk membedakan apa yang baik dan apa yang buruk. "Jangan menangis, masa begitu saja menangis, Tidak baik dilihat orang!" Itu adalah kalimat-kalimat yang biasa kita dengar sejak kecil. Lalu sejak saat itu kita berusaha untuk menekan emosi kita agar selalu terlihat "baik". Padahal jika dipikir-pikir apa salahnya menangis? Menangis itu hanyalah sebuah reaksi. Menangis hanya merupakan sebuah "kegiatan", seperti menyanyi, tertawa, berlari bahkan menari. Apa bedanya? Ketika kita menari atau berlari, tubuh kita mengeluarkan keringat, pada saat menangis mata kita mengeluarkan cairan yang disebut air mata. Semuanya merupakan akibat dari sebuah kegiatan. Itu kata saya, yang bukan psikolog, yang tidak mengerti psikologi maupun ilmu anatomi. Tujuan saya ngobrol tentang ini adalah ingin berdalih bahwa ada sebuah "kesalahan" (menurut saya) yang sudah dimulai sejak kita kecil tanpa mempunyai daya apapun untuk menolaknya. Kita sudah mulai di-"cetak" untuk menjadi seperti itu sejak awal tanpa mampu mengelak.

Nah kembali ke obrolan tentang emosi. Emosi itu sebetulnya, menurut saya, tidak ada yang baik dan tidak ada yang buruk. Emosi memiliki karakter masing-masing. Kita memang tidak dapat disalahkan karena dalam ilmu psikologi pun, seperti yang pernah saya cicipi sedikit di salah satu mata kuliah yang pernah saya ambil, mengatakan ada emosi yang positif dan yang negatif. Katanya itu sengaja dibuat dalam upaya membedakan emosi sebagai salah satu terminologi akademis, ilmiah dan tujuan pendidikan. Okelah, tapi kita khan tidak hidup dalam dunia ilmiah, kita hidup dalam dunia nyata yang tidak menganalisa emosi melainkan mengalaminya dan menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari.

Emosi ada bermacam-macam, ada sedih ketika kita menghadapi suatu kejadian yang tidak menyangkan, ada perasaan marah ketika kita dihadapkan pada banyak peristiwa yang tidak kita inginkan, atau yang menyakitkan. Gembira ketika kita berhasil meraih sesuatu, dan banyak lagi. Menurut saya semua emosi itu baik. Jika kita dihina seseorang, wajar sekali jika kita marah. Marah menurut saya adalah reaksi yang baik jika kita disakiti, dihina, atau diperlakukan tidak adil. Apakah marah merupakan hal yang buruk? Tidak sama sekali! Itu adalah reaksi yang wajar. Kita menangis ketika kehilangan seseorang yang kita cintai. Apakah menangis itu buruk? Tidak! Sangat wajar kita bersedih ketika kita sedang dirundung kemalangan, ketika kekecewaan melanda kita atau ketika sedang berduka cita.

Nah, karena ada berbagai emosi yang kita alami dan menurut saya tidak ada emosi yang baik atau yang buruk, atau lebih parah lagi emosi yang benar dan emosi yang salah jika sedang dihadapi, maka mungkin akan lebih pantas atau appropriate jika kita memilahnya menjadi emosi yang membuat kita nyaman dan emosi yang membuat kita tidak nyaman. Memang kita masih "melabeli" emosi itu dengan 2 kategori, tapi saya merasa lebih baik daripada menghakimi perasaan yang kita alami dengan baik atau buruk, benar atau salah. Nyaman adalah suasana yang bagi kita menyenangkan, enjoyable serta enak untuk dinikmati sementara yang tidak nyaman seperti kemarahan dan kesedihan bukan merupakan kondisi emosi yang enak untuk dinikmati. Sekali lagi tidak buruk atau salah, ini hanyalah menterjemahkan kondisi emosi dan bagaimana kita merasakannya. Kalau kita menghakimi dengan emosi yang buruk dan salah, itu artinya kita tidak boleh melakukannya, tidak boleh merasakannya serta harus selalu dihindari. Sementara kemarahan bukan hal yang tidak boleh dimiliki, bukan? Apakah kita tidak boleh sedih? Tidak ada larangan untuk marah atau bersedih karena semua itu hanyalah bentuk emosi yang berbeda-beda.

You May Also Like