Hari belajar, sepanjang hari adalah proses belajar. Dan proses belajar adalah sepanjang hari, sepanjang hayat.
Dalam duduk kita belajar, saat berjalan kita belajar, pertemuan dengan orang baru kita belajar, percakapan dengan setiap kawan kita juga belajar. Hari belajar, setiap saat adalah hari belajar.
Jika boleh menggambarkan kembali, mungkin hari belajar setiap harinya menjadi proses pertumbuhan. Seperti pohon besar yang tumbuh dengan kuat, ada hari-hari yang dilaluinya bersama proses di dalamnya.
Hari dimana benih bertemu tanah, benih berkenalan dengan tanah, mencocokkan dan mencari cara untuk bisa bertumbuh bersama. Akar mulai belajar tumbuh, pelan-pelan bertambah kuat. Batang mulai muncul, daun mulai tumbuh, bunga mulai hadir, hingga buah dihasilkan.
masing-masing tahapan pertumbuhannya punya siklus masing-masing pula, mungkir akar mulai tahu dia akar, tapi akar harus terus berjuang untuk mengerti perannya, bisa memilih nutrisi dalam tanah, hingga terbiasa dan menjadi akar yang kuat dan baik untuk pohon. Tapi saat musim berganti, mungkin dia kembali belajar untuk hal baru yang dia temui. Begitu juga dengan yang lainnya, tapi sering kali saat batang mulai bertumbuh semakin kuat, ranting-ranting kecil semakin banyak juga ikut bertumbuh, ke kanan, dan ke kiri, bertumbuh semakin luas dan banyak. Orang diluar pohon merasa terganggu melihat ranting-ranting yang terus bertumbuh ke samping, merasa yang baik itu hanya tumbuh ke atas, lantas memotong ranting yang kanan dan kiri, memaksakan pohon bertumbuh hanya ke atas. Pohon memang tetap bertumbuh, tapi penuh luka dan sakit, karena bagian dari dirinya hilang. Jika setiap proses adalah baik, makan ranting yang tumbuh ke samping kanan dan kiri juga adalah baik. Dan masing-masing pohon punya gambaran yang berbeda dan istimewa untuk bertumbuh.
Jika proses belajar adalah proses pertumbuhan, sama seperti menanam pohon, ditanam hari ini tidak kemudian berbuah di hari esok. Ada yang bertumbuh setiap harinya, perlahan, bertahap, hingga sebuah buah boleh dihasilkan dari pohon yang baik.
Tapi untuk jadi pohon yang baik, pohon perlu terus belajar. Belajar merasa, dan belajar melihat dalam diri pohon. Yang tahu akarnya rapuh atau tidak, hanya pohon itu sendiri. Dari dia merasakan kembali, apakah air bisa dia serap dengan baik atau tidak. Yang mampu melihat dalam batang yang kopong atau kokoh, hanya pohon itu sendiri. dari dia mampu bertahan untuk tidak dipatahkan dan kesakitan, saat ada yang hendak mematahkannya dari luar. Segala proses baik, terbentuk dalam proses yang baik juga, dan semua prosesnya terangkai untuk dalam diri, tak menyakiti diri ataupun yang ada di luar diri. Hingga akhirnya buah manis bisa dirasa bersama-sama.
Setiap hari adalah proses belajar, hari ini tahu, belum tentu besok lusa menjadi mengerti.
Setiap hari adalah proses belajar, hari ini terbiasa, bisa jadi besok kita kembali menjadi tahu.
Setiap hari adalah proses belajar, nyala api perlu tetap terjaga, agar semangat tak pernah padam.
Selamat belajar dalam setiap proses, di setiap harinya.
WOW.... jero...
Mantap kak Yanti. 🙏🏼