Yang paling tidak menyenangkan dalam liburan adalah ketika semuanya harus berakhir. Penerbangan kami memang baru siang hari sekitar pukul 12-an, tetapi seperti biasa harus sudah berada di airport beberapa jam sebelumnya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga. Jadi berkemas-kemas sudah saya lakukan sejak malam sebelumnya, baru kemudian benda-benda yang barus bisa dimasukkan koper di pagi hari.
Bangun pagi sekali dan melakukan persiapan terakhir dan check out hotel. Sebelum berangkat ke airport masih ada "belanja" terakhir yaitu makanan untuk dibawa pulang. Yang pertama kami ke Fuji bakery karena di sana mereka menjual donut Portugis atau lebih dikenal dengan nama malasadas. Kami termasuk Kano sangat menggemari ini sehingga saya harus membawa beberapa untuk dinikmati di rumah nanti. Yang kedua ada Piroshky. Ini nama roti Russia yang di hari pertama kami coba dan sangat menyukainya terutama yang keju dan salmon. Jadi kami tidak akan bisa memaafkan diri sendiri kalau tidak membawa pulang beberapa dan terutama Kano yang kami tahu sekarang menjadi "kritikus" makanan harus menyumbang pendapat hahaha... Jadi sesudah dari Fuji yang hanya memakan waktu beberapa menit kerena masih pagi dan parkir masih tersedia, kami langsung ke Pike Place Market. Di sana juga dengan mudah dapat memperoleh parkir karena belum banyak pengunjung. Piroshky baru saja buka, jadi tidak ada antrian. kami beli beberapa roti yang kami sukai, langsung melanjutkan perjalanan menuju airport.

Kami harus mengembalikan mobil sewaan. Nah ini kadang butuh waktu lama sekali, untungnya sekarang sistem mereka begitu efisien. Kami tiba dilokasi sudah ditunggu petugas, menaruh kunci di dashboard, mengeluarkan barang-barang dan selesai. Kami cukup menuju ke bus yang membawa kami ke terminal keberangkatan. Tidak lama sesudahnya kami sudah duduk di gate penerbangan kami dan menunggu boarding yang masih beberapa jam lagi karena kami hanya melewati security check dan sudah check in penerbangan sehari sebelumnya. Semuanya serba ringkas, cepat dan mudah, bahkan kami ditawari untuk check in bagasi tanpa dipungut biaya (kalau dari awal kami check in harus bayar kalau tidak salah $35/koper. Jadi dengan senang hati kami lakukan itu dan hanya membawa sebuah ransel dan bungkusan roti ke pesawat!
Sambil menunggu, saya mencari kopi dan kemudian baru tahu bahwa ada Beecher's, cabang toko keju yang sangat terkenal di Seattle. Kami belum sempat ke sini ketika di Pike Market karena antrian panjang. Di sana juga kita bisa menyaksikan pembuatan keju dan bisa menonton dari luar yang dibatasi kaca bagaimana mereka membuat dari susu kemudian diberi enzim sehingga berubah menjadi curd dan seterusnya. Mereka juga menjual roti lapis dengan berbagai rasa bahkan sup dan Macaroni and Cheese. Saya tidak mau melewatkan kesempatan ini, walaupun saya menunggu di terminal A dan Beecher's ada di terminal C, saya tetap lakoni. Saya rela berjalan jauh demi merasakan roti lapis keju yang kalau digigit mengeluarkan bunyi "crunch" karena renyahnya dan kejunya mulur-mulur. Dan betul saja, rasanya luarbiasaaaaaa!!!

Ban Bocor!
Kami tiba di Denver sekitar 15 menit lebih awal. Tapi masih harus menunggu bagasi lalu antri naik bus menuju tempat kami parkir kendaraan. Semua berjalan lancar, mengambil kendaraan dan nyupir untuk pulang ke Fort Collins yang akan memakan waktu sekitar 1 jam lebih. Kami ambil jalan tol berbayar yang akan mempercepat perjalanan kami. Sudah sekian kilometer tiba-tiba suara kendaraan kami sangat berisik dan saya langsung berhenti di tepi dan ban belakang sebelah kanan kempes. Terpaksa saya membuka bagasi dan menurunkan semua barang-barang di taruh di rumput, mengeluarkan ban serep dan siap-siap mengganti dengan susah payah karena ternyata kunci ban yang tidak pernah dipakai dan terlihat masih baru tidak terlalu berfungsi. Akhirnya kami menelepon asuransi kendaraan untuk mengiirim petugas untuk membantu. Gagal! Mungkin karena hari sabtu dan juga kami berada di jalan tol dan jauh dari mana-mana.
Dengan sedikit putus harapan saya terus berusaha melepas ban. Sekitar 15 menit kemudian sesudah saya berhasil mengendurkan 3 baut roda, ada petugas patroli jalan tol berhenti dan menanyakan jika saya butuh bantuan. Tentu saja dengan senang hati saya terima, sebab tangan saya sudah merah-merah. Petugas itu menurunkan peralatan yang jauh lebih baik dari yang saya miliki dan dalam waktu 10 menit semua selesai.
Saya tanya petugas itu apakah akan mengirimkan tagihan ke rumah agar saya bisa membayar. Saya agak was-was karena biasanya kalau di Indonesia, petugas semacam ini seringkali memeras dan saya sering mendengar bahwa sering ada petugas abal-abal, jadi sambil bertanya saya menyiapkan diri dengan sebuah antisipasi yang terburuk. Petugas itu menjawab,"Free of charge, it is included as our service to all travelers who use this toll highway!" Wow! Pikir saya antara terkejut dan kagum serta lega. "But if you're kind enough, please do the survey and let my boss know how I do the customer service." katanya sambil tersenyum ramah dan tentu saja saya jawab dengan sangat baik dan berjanji memberikan review yang sangat baik. Saya tanpa henti mengucapkan terima kasih sambil menjabat tangan dia sambil menyelipkan sedikit uang apresiasi.
Liburan ini ternyata berakhir dengan sangat baik dan tanpa masalah yang berarti. Tinggal saya beristirahat sehari lagi di rumah dan kembali ke kegiatan rutin hingga liburan berikutnya. Hehehe***