AES 419 Planning
joefelus
Saturday July 16 2022, 6:33 AM
AES 419 Planning

Beberapa minggu terakhir ini saya memang sangat sibuk dengan pekerjaan, demikian juga Nina. Bahkan kemarin dan sehari sebelumnya Nina kerja dari tengah hari hingga larut malam, sehari sebelumnya malah Nina tidak pulang dan tidur di tempat kerja. Cuma Kano yang menikmati hidup dan menikmati libur musim panas.

Kelelahan karena beban kerja perlu diimbangi dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan agar hidup bisa jadi seimbang dan kesehatan fisik serta mental terjaga. Nah, karena akhir-akhir ini pekerjaan saya cukup berat dan menguras energi mapun emosi, saya merencanakan untuk bisa bersantai sejenak menyambut akhir pekan. Saya mengajak Kano dan Nina untuk makan malam di luar. Yang saya tidak inginkan adalah "bekerja" lagi di rumah seperti masak atau pun cuci piring. Saya hanya ingin makan dan menikmati malam ini dengan nyaman, itu saja tujuannya.

Namanya juga rencana, pada kenyataannya belum tentu berhasil dan dapat terlaksana. Apalagi setiap orang bisa saja sudah punya kepentingan masing-masing.

Seperti contohnya di grup jaman kecil saya. Teman-teman masa kecil jaman SD atau SMP bahkan ada yang sejak TK saat ini sedang menggembar-gemborkan soal reuni. Seingat saya reuni besar-besaran terjadi dilaksanakan lebih dari 10 tahun yang lalu. Sejak 10 tahun yang lalu itu sudah banyak anggota yang berkurang. Banyak teman-teman kami yang kesehatannya tidak baik lalu meninggal dunia. Ya, itu kenyataan hidup bahkan guru-guru kami yang dulu sempat bergabung ketika kami mengadakan reuni semua sudah menghadap yang Ilahi. Mengingat kondisi yang tidak menguntungkan seperti itu, timbul ide untuk berkumpul kembali. Tapi sesudah berbulan-bulan kami ngobrol dan berembuk, tidak berhasil juga, bahkan beberapa malah "mutung" dan keluar dari grup WA. Bukannya ngumpul malah anggota-anggotanya berkurang!

Merencanakan sesuatu itu tidak selalu mudah. Kelompok teman-teman masa kecil saya jumlahnya puluhan, jadi wajar kalau rencana-rencana yang dicetuskan perkembangannya sangat tersendat-sendat. Masuk akal karena semua punya kepentingan, keterbatasan dan kesibukan. Saya yang malam ini berusaha untuk sekedar keluar rumah dan menikmati petang dengan nyaman dan menyenangkan saja tersendat, apalagi membuat acara reunian yang jumlah pesertanya banyak! Sulit!

Keseriusan menjadi salah satu kendala dalam merencanakan reunian. Beberapa orang serius tapi ada juga yang ogah-ogahan dan sama sekali tidak serius, bukannya ikut berembuk tapi justru membuat kacau degan hal-hal yang tidak penting dan tidak berhubungan sehingga membuat beberapa orang gondok, akhirnya bubar dan bahkan jumlah anggotanya satu-persatu mundur dan berkurang. Yang serius ingin sunguh-sungguh bertemu jadi frustrasi lalu keluar dari grup dan membuat grup baru yang jumlahnya lebih kecil minus anggota yang mengacau. Begitu terus-menerus sejak beberapa waktu yang lalu. Lieur! Hahahaha Kalau dipikir-pikir kami itu anggotanya sudah matang luar dalam karena umur kami sudah bisa dianggap tidak muda lagi, tapi kelakuan memang tidak selalu memiliki korelasi positif dengan umur! Itu betul-betul terbukti hahaha..

Ada satu kesamaan yang saya lihat dari kegagalan-kegagalan dalam perencanaan itu, yaitu masalah komunikasi. Tidak ada kesamaan, lalu sulitnya mengartikan pesan atau pendapat orang lain menjadi kendala utama. Kalau orang sini berkata, "we have to be in the same page before we start to discuss our planning." Nah ini benar adanya. Sebelum jauh-jauh ngobrol soal acara kumpul-kumpul, memang sebaiknya dilihat dulu apakah benar-benar semua anggota memang memiliki niat yang sama. Jika yang memiliki niat hanya segelintir orang saja, ingin dipaksakan sebagaimana kerasnya pun tidak akan pernah berhasil. Ini yang sepertinya terjadi. Ada orang yang tidak serius lalu bukannya menyumbangkan pendapat tapi malah mengacau, lalu yang serius ingin bertemu jadi frustrasi akhirnya mundur. Kejadian semacam itu terus berulang kali terjadi.

Nah, malam ini saya rencananya tidak mau melakukan pekerjaan apa-apa di rumah. Tidak ada keinginan untuk masak, cuci piring dan lain-lain. Saya tidak mau berhadapan dengan "pekerjaan" lagi, entah itu pekerjaan kantor atau pekerjaan rumah. Saya hanya ingin bersantai dan menikmati petang hari dengan nyaman, tapi keinginan saya ini tidak sama dengan keinginan yang lain. Kano sibuk dengan proyek dia mengunduh sesuatu dengan komputernya dan butuh waktu berjam-jam, jadi dia baru bisa keluar rumah ketika hari sudah gelap, artinya menjelang pukul 9 malam, tidak cocok dengan jadwal saya. Nina sebetulnya tidak punya kepentingan apa-apa, tapi ada masalah komunikasi, jadi diskusi kami akhirnya buntu. Rencana saya akhirnya gagal total. Namanya juga rencana. Rencana tidak bisa dianggap 100 persen akan terjadi. Saya harus bisa menghadapi kekecewaan karena rencananya gagal, tapi bukan berarti petang ini tidak bisa saya nikmati, saya harus membuat "rencana" baru, plan B, belum tahu apa tapi yang jelas tidak ada kaitannya dengan pekerjaan. I just don't want to work anymore! Saya cuma ingin segera menikmati akhir pekan yang menyenangkan.***

Foto credit: communiquepr.com

You May Also Like