AES 1281 Dear Santa
joefelus
Sunday December 22 2024, 8:56 AM
AES 1281 Dear Santa

Dear Santa,

I have been a good boy this year. I did help Bryan about pahlawan-pahlawan Indonesia, so can I please have Lego Star Wars for Christmas? Don't forget to stop by at my house.

P.S. I don't have a chimney, so you can make it yourself with your magic.

Merry Christmas and Happy New Year!

Thanks, Buddy.

Sincerely,

Your friend.

Saya taruh selembar kertas yang masih sangat baik walau agak terlipat-lipat di atas meja sambil tersenyum. Kemarin saya sedang sibuk berbenah dan memindahkan banyak kontainer ke gudang. Nina kemudian menemukan surat ini yang ditulis Kano ketika dia masih kecil. Sekilas saya membayangkan seorang anak kecil telungkup di lantai sambil menggambar dan menuliskan surat untuk Santa. Dada saya begitu hangat penuh rasa sayang, penuh rasa kangen dan berusaha mengendapkan semua bayangan itu di dalam hati. "Ah betapa waktu bergulir terlalu cepat." Kata saya pada diri sendiri. Ada rasa haru dan bahagia yang begitu meluap dan saya seketika merasa telah seolah-olah membalikkan tangan yang tadinya gelap penuh guratan-guratan usia menjadi sebuah permukaan yang putih dan halus. "I'm glad he had more fun than I did when I was his age." Gumam saya pada diri sendiri.

Saya punya imajinasi Natal yang selalu saya inginkan itu seperti apa. Tidak banyak yang saya ingat ketika jaman kecil karena kami hidup dalam serba kekurangan, sementara imajinasi saya begitu luar biasa serasa hidup dalam negeri dongeng, dalam sebuah snow globe, dimana ada sebuah rumah mungil dan cantik berselubungkan butiran salju. Keluarga kecil duduk di depan sebuah perapian masih mengenakan piyama berwarna hijau dan merah dengan penuh kehangatan dan rasa bahagia meraih setumpuk hadiah dari bawah pohon Natal lalu membukanya. Itu bayangan saya ketika masih kanak-kanak, sesuatu yang tidak pernah saya rasakan, tidak ada salju (tentu saja!), hanya ada pohon natal buatan ayah dari kertas minyak, tidak ada kado, bahkan saya tidak ingat santapan apa yang ibu siapkan. Tapi saya tetap bahagia, Natal menjadi salah satu peristiwa yang dinanti-nantikan sepanjang tahun. Tidak ada hadiah, tidak ada piyama tidak ada satupun yang ada dalam imajinasi itu terwujud.

Bertahun-tahun kemudian, di malam Natal, Kano berusaha sekuat tenaga untuk tidak memejamkan matanya. Dia terlentang di tempat tidur di pelukkan ibunya sambil memegang sebuah tablet kecil melihat ke layar.

"He is flying on top of New Zealand." Katanya

"Who?" tanya saya

"Santa. I don't want to sleep. I want to meet him. He will be here in a few hours" Katanya

Ibunya mempunyai ide untuk melacak keberadan Santa dengan sebuah aplikasi daring, santa tracker. Sepanjang sore Kami ramai bersenda gurau dan bercerita. Ibunya lebih bayak kenangan tentang Natal di masa kecilnya daripada saya.

"We always had family gathering. I don't really like it because it's my birthday and I had to share with Oom Max who had the same birthday and also Christmas." Kata ibunya yang memang hari ulang tahunnya jatuh di hari Natal. Dia tidak suka karena hari spesial buat dia tidak pernah dirayakan secara spesial sebab bersamaan dengan hari Natal bukan hanya ulang tahun dia saja, dan lebih tidak menyenangkan lagi sebab di hari yang sama oom-nya juga berulang tahun, plus Natal adalah hari libur sekolah. Ulang tahunya tidak pernah dirayakan secara khusus di sekolah maupun di rumah sebab selalu harus berbagi.

Saat itu saya berharap Kano segera tidur, masih banyak tugasĀ  yang harus saya dilakukan. Membungkus kado, menyiapkan makanan untuk esok hari dan sebagainya, kecuali makanan utama. Nina punya kebiasaan menikmati pasta casserole di hari Natal, itu menjadi tugas dia memasak sekali setahun hahaha.. Tidak apa-apa, saya bisa meminjamkan dapur saya sekali setahun hahahaha..

Mengenang kambali masa-masa menyenangkan di akhir tahun itu memberikan perasaan luar biasa. Imajinasi yang saya ciptakan di masa kecil akhirnya terwujud ketika saya dewasa, sesudah berumah tangga. Itu perasaan yang sulit dijabarkan, Kano dapat menikmati keseruan yang sepanjang hidup selalu saya dambakan.

"Why, Santa's handwriting looks like yours, Dad?" Tanya Kano pada suatu hari.

"I don't know. Maybe he wants everything looks familiar to you." Kata Saya ketika Kano sedang membuka kadonya dan membaca sebuah surat dari Santa. Kecurigaan dia berakhir ketika melihat apa isi kadonya. Sebuah lego Star Wars yang dia inginkan.

Bertahun-tahun kemudian, walau dia sudah jauh lebih besar, Kano masih percaya.

"Look what I got from Santa, Dad!" Katanya di telepon sambil menunjukkan sebuah doos besar berisi xbox. Saat itu saya berada di kota lain, sedang bekerja. Diluar ada badai salju yang sangat lebat. Itu white Christmas saya yang pertama dan tidak dihabiskan bersama keluarga.

Imajinasi tentang hari Natal di mata anak-anak memang luar biasa. Natal menjadi suatu peristiwa yang sangat spesial. Tidak ada hal yang jauh lebih menyenangkan dan exciting daripada masa-masa seperti ini. Menyaksikan mata anak-anak yang berbinar-binar penuh rasa senang, menyaksikan mereka begitu bersemangat ketika terbangun dan melompat keluar berusaha mengetahui apakah telah mendapat kunjungan Santa tadi malam, itu peristiwa yang tak terlupakan.

"I fell asleep, Dad. But Santa came! I got presents!" Katanya dengan begitu gembira.

Ya, mudah-mudahan kita semua memiliki banyak kenangan jika mengenang kembali masa-masa yang indah itu. Ketika kita beranjak dewasa, kita akhirnya sadar bahwa itu adalah saat-saat yang sebenarnya lebih pada menikmatinya bersama keluarga dan teman-teman. Itu yang sesungguhnya esensi dari liburan menjelang akhir tahun, itu yang menjadikan Natal begiu berkesan bagi saya.